<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaum Hawa di Kampung Guji Baru Sering Diteror</title><description>Bentrokan antara warga Kampung Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Kebon  Jeruk, Jakarta Barat, dengan kelompok orang yang diduga massa bayaran  tadi pagi adalah akumulasi kekesalan warga setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/338/515286/kaum-hawa-di-kampung-guji-baru-sering-diteror</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/14/338/515286/kaum-hawa-di-kampung-guji-baru-sering-diteror"/><item><title>Kaum Hawa di Kampung Guji Baru Sering Diteror</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/338/515286/kaum-hawa-di-kampung-guji-baru-sering-diteror</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/14/338/515286/kaum-hawa-di-kampung-guji-baru-sering-diteror</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2011 14:35 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/14/338/515286/XGRjcU3N34.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Awaludin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/14/338/515286/XGRjcU3N34.jpg</image><title>(Foto: Awaludin/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bentrokan antara warga Kampung Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dengan kelompok orang yang diduga massa bayaran tadi pagi adalah akumulasi kekesalan warga setempat.
&amp;nbsp;
Sebelumnya sekelompok orang sudah sering meneror kaum perempuan di pemukiman pemulung. Padahal warga sebenarnya menerima dengan ikhlas apabila lahannya dieksekusi secara baik-baik.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka itu ingin menguasai dengan menggunakan preman, tentu saja kita pun melakukan perlawanan,&quot; ucap Paulus Wutun, warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (14/10/2011).
&amp;nbsp;
Warga tidak menampik kalau lahan yang berada di RT 05 RW 02 bukan milik mereka. &quot;Ini dahulunya lahan garapan. Ini rawa semuanya. Kita pun tidak tahu siapa pemiliknya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kata Paulus, saat terjadi kerusuhan massa bayaran tersebut langsung masuk ke permukiman. &quot;Ada sekitar 80 orang, mereka tidak membawa apa-apa (senjata tajam). Tapi mereka mencabut kayu-kayu di sini,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kedatangan massa yang ingin mengeksekusi lahan tersebut, bukan kali pertama. Sebelumnya massa yang relatif kecil intensif selama satu pekan ini melakukan survei ke lokasi tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Terkadang ketika kaum laki-laki tidak ada, mereka selalu menakut-nakuti perempuan, sehingga ibu-ibu di sini takut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bentrokan antara warga Kampung Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dengan kelompok orang yang diduga massa bayaran tadi pagi adalah akumulasi kekesalan warga setempat.
&amp;nbsp;
Sebelumnya sekelompok orang sudah sering meneror kaum perempuan di pemukiman pemulung. Padahal warga sebenarnya menerima dengan ikhlas apabila lahannya dieksekusi secara baik-baik.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka itu ingin menguasai dengan menggunakan preman, tentu saja kita pun melakukan perlawanan,&quot; ucap Paulus Wutun, warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (14/10/2011).
&amp;nbsp;
Warga tidak menampik kalau lahan yang berada di RT 05 RW 02 bukan milik mereka. &quot;Ini dahulunya lahan garapan. Ini rawa semuanya. Kita pun tidak tahu siapa pemiliknya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kata Paulus, saat terjadi kerusuhan massa bayaran tersebut langsung masuk ke permukiman. &quot;Ada sekitar 80 orang, mereka tidak membawa apa-apa (senjata tajam). Tapi mereka mencabut kayu-kayu di sini,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kedatangan massa yang ingin mengeksekusi lahan tersebut, bukan kali pertama. Sebelumnya massa yang relatif kecil intensif selama satu pekan ini melakukan survei ke lokasi tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Terkadang ketika kaum laki-laki tidak ada, mereka selalu menakut-nakuti perempuan, sehingga ibu-ibu di sini takut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
