<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Difteri Mewabah, Petugas Puskesmas Masuk Kampung</title><description>Penyakit difteri mulai mewabah di Kabupaten  Bangkalan, Madura. Sebagai upaya  pencegahan agar tidak semakin menular ke warga lain, petugas medis dari  puskesmas pun melakukan sweeping ke desa-desa. </description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/514985/difteri-mewabah-petugas-puskesmas-masuk-kampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/514985/difteri-mewabah-petugas-puskesmas-masuk-kampung"/><item><title>Difteri Mewabah, Petugas Puskesmas Masuk Kampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/514985/difteri-mewabah-petugas-puskesmas-masuk-kampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/514985/difteri-mewabah-petugas-puskesmas-masuk-kampung</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2011 02:10 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Taufikurrahman </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/13/340/514985/srIiQZrwn3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/13/340/514985/srIiQZrwn3.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANGKALAN - Penyakit difteri mulai mewabah di Kabupaten Bangkalan, Madura. Sebagai upaya  pencegahan agar tidak semakin menular ke warga lain, petugas medis dari  puskesmas pun melakukan sweeping ke desa-desa. Sasarannya adalah keluarga  maupun tetangga penderita difteri dengan melakukan suntikan obat tetanus anti  difteri.
&amp;nbsp;
Salah  satunya adalah yang dilakukan petugas medis dari puskemas pembantu (pustu)  Patemon, Tanah Merah, Bangkalan. Mereka mendatangi Sofia (15 tahun), warga desa  Potter, Tanah Merah. Sofia yang merupakan pelajar SMP ini/ menderita  corynebacterium diphteria atau biasa dikenal dengan difteri sejak  beberapa hari yang lalu.
&amp;nbsp;
Asmat,  ayah Sofia, menceritakan, kondisi tubuh Sofia berangsur melemah karena segala  jenis makanan dan minuman yang masuk ke mulutnya dimuntahkan. &amp;ldquo;Pada tanggal 3  Oktober kemarin, anak ini pulang sekolah dan langsung bilang kalau merasa gak  enak badan,&amp;rdquo; terang Asmat, saat ditemui di kediamannya, Kamis  (13/10/2011).
&amp;nbsp;
Atas  saran petugas kesehatan Puskesmas Tanah Merah, Asmat memutuskan membawanya ke  RSUD Syamrabu Bangkalan pada Senin (4/10/2011) lalu. &amp;ldquo;Lima hari dirawat inap di rumah  sakit. Tapi Sofia terus memaksa minta pulang. Hingga sekarang pun kondisinya  masih belum sembuh,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Yang  membuat Asmat gelisah, segala jenis makan dan minuman yang dimasukkan ke mulut  Sofia, semuanya dimuntahkan. Sehingga kondisi tubuh Sofia semakin hari semakin  melemah. Asmat juga menuturkan, anaknya tersebut awalnya merasa panas serta  pusing dan muntah-muntah.
&amp;nbsp;
Sementara  itu, petugas medis yang datang ke rumah Sofia, selain memeriksa dan mengobati  Sofia, mereka juga memeriksa dan memberi suntikan tetanus diphteria kepada orang yang biasa berdekatan dengan Sofia. Satu persatu anggota keluarga  Sofia maupun tetangganya diberi suntikan pencegahan penyakit difteri  tersebut
&amp;nbsp;
Menurut  dokter Yulia Kartika, Kepala Pustu Patemon, penyakit difteri ini termasuk  penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis bakteri patogen yakni bakteri  bassilus klebs-loffer. Bakteri ini mudah menyerang manusia yang kurang  memilki sistem kekebalan tubuh terutama yang tidak mendapatkan suntikan  imunisasi lengkap saat masih kecil atau  kanak-kanak.
&amp;nbsp;
Yulia pun mengimbau kepada semua masyarakat untuk memberikan bayinya imunisasi  lengkap agar kekebalan tubuh bayi menjadi kuat. &amp;ldquo;Jadi kalau imunisasi bayinya  sudah lengkap, tidak akan berakibat fatal bagi anak penderita difteri,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>BANGKALAN - Penyakit difteri mulai mewabah di Kabupaten Bangkalan, Madura. Sebagai upaya  pencegahan agar tidak semakin menular ke warga lain, petugas medis dari  puskesmas pun melakukan sweeping ke desa-desa. Sasarannya adalah keluarga  maupun tetangga penderita difteri dengan melakukan suntikan obat tetanus anti  difteri.
&amp;nbsp;
Salah  satunya adalah yang dilakukan petugas medis dari puskemas pembantu (pustu)  Patemon, Tanah Merah, Bangkalan. Mereka mendatangi Sofia (15 tahun), warga desa  Potter, Tanah Merah. Sofia yang merupakan pelajar SMP ini/ menderita  corynebacterium diphteria atau biasa dikenal dengan difteri sejak  beberapa hari yang lalu.
&amp;nbsp;
Asmat,  ayah Sofia, menceritakan, kondisi tubuh Sofia berangsur melemah karena segala  jenis makanan dan minuman yang masuk ke mulutnya dimuntahkan. &amp;ldquo;Pada tanggal 3  Oktober kemarin, anak ini pulang sekolah dan langsung bilang kalau merasa gak  enak badan,&amp;rdquo; terang Asmat, saat ditemui di kediamannya, Kamis  (13/10/2011).
&amp;nbsp;
Atas  saran petugas kesehatan Puskesmas Tanah Merah, Asmat memutuskan membawanya ke  RSUD Syamrabu Bangkalan pada Senin (4/10/2011) lalu. &amp;ldquo;Lima hari dirawat inap di rumah  sakit. Tapi Sofia terus memaksa minta pulang. Hingga sekarang pun kondisinya  masih belum sembuh,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Yang  membuat Asmat gelisah, segala jenis makan dan minuman yang dimasukkan ke mulut  Sofia, semuanya dimuntahkan. Sehingga kondisi tubuh Sofia semakin hari semakin  melemah. Asmat juga menuturkan, anaknya tersebut awalnya merasa panas serta  pusing dan muntah-muntah.
&amp;nbsp;
Sementara  itu, petugas medis yang datang ke rumah Sofia, selain memeriksa dan mengobati  Sofia, mereka juga memeriksa dan memberi suntikan tetanus diphteria kepada orang yang biasa berdekatan dengan Sofia. Satu persatu anggota keluarga  Sofia maupun tetangganya diberi suntikan pencegahan penyakit difteri  tersebut
&amp;nbsp;
Menurut  dokter Yulia Kartika, Kepala Pustu Patemon, penyakit difteri ini termasuk  penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis bakteri patogen yakni bakteri  bassilus klebs-loffer. Bakteri ini mudah menyerang manusia yang kurang  memilki sistem kekebalan tubuh terutama yang tidak mendapatkan suntikan  imunisasi lengkap saat masih kecil atau  kanak-kanak.
&amp;nbsp;
Yulia pun mengimbau kepada semua masyarakat untuk memberikan bayinya imunisasi  lengkap agar kekebalan tubuh bayi menjadi kuat. &amp;ldquo;Jadi kalau imunisasi bayinya  sudah lengkap, tidak akan berakibat fatal bagi anak penderita difteri,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
