<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKW Indonesia Dikabarkan Disiksa di Oman</title><description>Penderitaan tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang sepertinya tidak  pernah selesai. Seperti dialami Ita bin Rosyid, TKW asal Garut, Jawa  Barat, ini dikabarkan mengalami penyiksaan saat bekerja di Oman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/515262/tkw-indonesia-dikabarkan-disiksa-di-oman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/515262/tkw-indonesia-dikabarkan-disiksa-di-oman"/><item><title>TKW Indonesia Dikabarkan Disiksa di Oman</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/515262/tkw-indonesia-dikabarkan-disiksa-di-oman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/14/340/515262/tkw-indonesia-dikabarkan-disiksa-di-oman</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2011 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>II Solihin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/14/340/515262/2noZJAcLSs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penganiayaan (Foto: Agung/okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/14/340/515262/2noZJAcLSs.jpg</image><title>Ilustrasi penganiayaan (Foto: Agung/okezone.com)</title></images><description>GARUT- Penderitaan tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang sepertinya tidak pernah selesai. Seperti dialami Ita bin Rosyid, TKW asal Garut, Jawa Barat, ini dikabarkan mengalami penyiksaan saat bekerja di Oman.Ini diungkapkan Mujiono, suami Ita, Jumat (14/10/2011). Dia mengetahui istrinya mengalami penyiksaan dari pesan singkat yang diterimanya dari korban.Melalui nomor telepon genggam milik teman sekerjanya, Ita menceritakan penyiksaan yang dilakukan majikannya. Pesan singkat tersebut diterima 11 Oktober 2011 pukul 11.30 waktu setempat.Salah satunya, perempuan 25 tahun ini menjelaskan mengenai pemukulan di kepala. Akibatnya, Ita mengaku takut akan mati dan ingin segera keluar dari tempat kerjanya agar bisa kembali ke rumah.Dalam pesan singkatnya, Ita mengaku pernah memberitahu pihak agen yang memberangkatkanya, yakni Baji Putra Mandiri Bekasi. Namun pengaduan Ita tidak mendapatkan respons.Atas informasi tersebut, Mujiono mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Garut untuk mengadukan hal tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan pasti dari Disnakersostrans.Keluarga berharap agar pemerintah turun tangan membantu persoalan ini, dan Ita segera dikeluarkan dari tempat bekerjanya. Sehingga perempuan yang sudah bekerja selama dua bulan itu dapat kembali ke rumahnya.</description><content:encoded>GARUT- Penderitaan tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang sepertinya tidak pernah selesai. Seperti dialami Ita bin Rosyid, TKW asal Garut, Jawa Barat, ini dikabarkan mengalami penyiksaan saat bekerja di Oman.Ini diungkapkan Mujiono, suami Ita, Jumat (14/10/2011). Dia mengetahui istrinya mengalami penyiksaan dari pesan singkat yang diterimanya dari korban.Melalui nomor telepon genggam milik teman sekerjanya, Ita menceritakan penyiksaan yang dilakukan majikannya. Pesan singkat tersebut diterima 11 Oktober 2011 pukul 11.30 waktu setempat.Salah satunya, perempuan 25 tahun ini menjelaskan mengenai pemukulan di kepala. Akibatnya, Ita mengaku takut akan mati dan ingin segera keluar dari tempat kerjanya agar bisa kembali ke rumah.Dalam pesan singkatnya, Ita mengaku pernah memberitahu pihak agen yang memberangkatkanya, yakni Baji Putra Mandiri Bekasi. Namun pengaduan Ita tidak mendapatkan respons.Atas informasi tersebut, Mujiono mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Garut untuk mengadukan hal tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan pasti dari Disnakersostrans.Keluarga berharap agar pemerintah turun tangan membantu persoalan ini, dan Ita segera dikeluarkan dari tempat bekerjanya. Sehingga perempuan yang sudah bekerja selama dua bulan itu dapat kembali ke rumahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
