<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TPA Over Kapasitas, Depok Bangun Pabrik Sampah</title><description>Guna mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, yang kini semakin kelebihan kapasitas (overload), Pemerintah Kota Depok akan membangun pabrik sampah atau Eco-park.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/17/338/516518/tpa-over-kapasitas-depok-bangun-pabrik-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/17/338/516518/tpa-over-kapasitas-depok-bangun-pabrik-sampah"/><item><title>TPA Over Kapasitas, Depok Bangun Pabrik Sampah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/17/338/516518/tpa-over-kapasitas-depok-bangun-pabrik-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/17/338/516518/tpa-over-kapasitas-depok-bangun-pabrik-sampah</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2011 22:00 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/17/338/516518/yGsP1bNna5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Heru Haryono/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/17/338/516518/yGsP1bNna5.jpg</image><title>Ilustrasi (Heru Haryono/okezone)</title></images><description>DEPOK - Guna mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, yang kini semakin kelebihan kapasitas (overload), Pemerintah Kota Depok akan membangun pabrik sampah atau Eco-park. Pabrik itu dibangun di dekat TPA Cipayung dengan luas 8-10 hektar yang akan menghasilkan gas metan guna menghasilkan listrik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dapat menghasilkan listrik dan bahan bakar daur ulang untuk pabrik semen. Pembebasan lahannya dimulai tahun 2012. Jika proses pembebasan lahannya cepat maka pertengahan tahun 2012 sudah bisa dibangun,&quot; kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota Depok, Senin (17/10/11).
&amp;nbsp;
Menurut Nur Mahmudi, Pemkot Depok akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pihak swasta dalam pembangunan itu. Nur Mahmudi menjelaskan, pengolahan sampah di pabrik sampah itu menggunakan teknologi dry anaerobic destigation dan composting.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sistem ini sangat pragmatis, kokoh, dan fleksible karena sistemnya menggunakan moduler.&amp;nbsp;Proses pengolahannya dimulai dari sampah datang. Sampah itu kemudian dipilah oleh mesin pemilah khusus. Sampah organik dan anorganik dipisahkan. Lalu sampah organik dicampur dengan ranting dan dedaunan. Mesin itu mampu mengolah 60 ton sampah per jam. Semua dilakukan dengan sistim komputerisasi bahkan bisa dikendalikan dari jarak jauh,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Nur Mahmudi menambahkan Unit Pengolahan Sampah (UPS) dibangun menggunakan bakteri aerobik. Sedangkan pengolahan sampah skala kota model AIKAN (perusahaan pengolahan sampah asal Kopenhagen,Denmark) menggunakan bakteri anaerobik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Produk yang dihasilkan sama hanya efek samping yang dihasilkan berbeda. Sistem UPS tidak menangkap gas metan,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Gas metan yang dihasilkan nantinya akan menghasilkan 2 megawatt listrik untuk menjangkau satu kelurahan. Jumlah sampah yang dihasilkan Kota Depok setiap hari mencapai 3 ribu meter kubik.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><content:encoded>DEPOK - Guna mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, yang kini semakin kelebihan kapasitas (overload), Pemerintah Kota Depok akan membangun pabrik sampah atau Eco-park. Pabrik itu dibangun di dekat TPA Cipayung dengan luas 8-10 hektar yang akan menghasilkan gas metan guna menghasilkan listrik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dapat menghasilkan listrik dan bahan bakar daur ulang untuk pabrik semen. Pembebasan lahannya dimulai tahun 2012. Jika proses pembebasan lahannya cepat maka pertengahan tahun 2012 sudah bisa dibangun,&quot; kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota Depok, Senin (17/10/11).
&amp;nbsp;
Menurut Nur Mahmudi, Pemkot Depok akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pihak swasta dalam pembangunan itu. Nur Mahmudi menjelaskan, pengolahan sampah di pabrik sampah itu menggunakan teknologi dry anaerobic destigation dan composting.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sistem ini sangat pragmatis, kokoh, dan fleksible karena sistemnya menggunakan moduler.&amp;nbsp;Proses pengolahannya dimulai dari sampah datang. Sampah itu kemudian dipilah oleh mesin pemilah khusus. Sampah organik dan anorganik dipisahkan. Lalu sampah organik dicampur dengan ranting dan dedaunan. Mesin itu mampu mengolah 60 ton sampah per jam. Semua dilakukan dengan sistim komputerisasi bahkan bisa dikendalikan dari jarak jauh,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Nur Mahmudi menambahkan Unit Pengolahan Sampah (UPS) dibangun menggunakan bakteri aerobik. Sedangkan pengolahan sampah skala kota model AIKAN (perusahaan pengolahan sampah asal Kopenhagen,Denmark) menggunakan bakteri anaerobik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Produk yang dihasilkan sama hanya efek samping yang dihasilkan berbeda. Sistem UPS tidak menangkap gas metan,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Gas metan yang dihasilkan nantinya akan menghasilkan 2 megawatt listrik untuk menjangkau satu kelurahan. Jumlah sampah yang dihasilkan Kota Depok setiap hari mencapai 3 ribu meter kubik.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
