<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Massa Tutup Puluhan Sekolah &amp; Blokir 4 Perusahaan Tambang</title><description>Massa menyegel kantor pemerintah, menutup sekolah, serta memblokir jalan untuk akses logistik perusahaan tambang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/17/340/516272/massa-tutup-puluhan-sekolah-blokir-4-perusahaan-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/17/340/516272/massa-tutup-puluhan-sekolah-blokir-4-perusahaan-tambang"/><item><title>Massa Tutup Puluhan Sekolah &amp; Blokir 4 Perusahaan Tambang</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/17/340/516272/massa-tutup-puluhan-sekolah-blokir-4-perusahaan-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/17/340/516272/massa-tutup-puluhan-sekolah-blokir-4-perusahaan-tambang</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2011 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsudin Sidik (Sindo TV)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/17/340/516272/jPyOeFRHbB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa menutup SD di Kepulauan Obi, Halsel. (Dok: Sun TV0</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/17/340/516272/jPyOeFRHbB.jpg</image><title>Massa menutup SD di Kepulauan Obi, Halsel. (Dok: Sun TV0</title></images><description>HALMAHERA SELATAN - Ratusan warga dan mahasiswa memblokir jalan dan menghentikan aktivitas pegawai kantor pemerintah, puluhan sekolah, dan empat perusahaan tambang di Halmahera Selatan. Mereka menuntut percepatan proses pemekaran Kepulauan Obi, Halmahera Selatan.Massa memblokir jalan yang digunakan untuk menyuplai logistik untuk empat perusahaan tambang yaitu PT GPS , PT Trimega Bangun Persada , PT Rimba Kurnia Alam, dan PT Wanatiara, sejak pagi tadi.Mereka juga memblokir pintu masuk kantor camat dan puluhan sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dengan memasang palang dari kayu balok.Akibatnya aktivitas pelayanan masyarakat serta proses belajar mengajar  lumpuh total.Aksi penegelan dan pemblokiran tersebut sempat dihalangi oleh polisi, namun karena jumlah pengunjuk rasa jauh lebih banyak, polisi tidak bisa berbuat banyak.Aksi warga tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebelumnya Ketua DPRD berjanji akan melakukan sidang paripurna membahas pemekaran Kepulauan Obi menjadi Kabupaten dan terpisah dari Kabupaten Halmahera Selatan.&amp;ldquo;Kami akan tetap melakukan aksi pemboikotan seluruh aktivitas pemerintahan dan empat perusahan tambang hingga tuntutan kami diakomodir oleh Bupati dan DPRD Halsel,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Mulyadi, Senin (17/10/2011).Sementara itu tokoh masyarakat setempat, Salmin, meminta bupati dan dewan tidak meremehkan aksi ini.&amp;ldquo;Kami warga dan mahasiswa Kepulauan Obi mengingatkan kepada Bupati dan DPRD Halsel agar tidak meremehkan aspirasi kami. Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi serius, kami akan aksi di lokasi perusahan tambang,&amp;rdquo; tegas Salmi.</description><content:encoded>HALMAHERA SELATAN - Ratusan warga dan mahasiswa memblokir jalan dan menghentikan aktivitas pegawai kantor pemerintah, puluhan sekolah, dan empat perusahaan tambang di Halmahera Selatan. Mereka menuntut percepatan proses pemekaran Kepulauan Obi, Halmahera Selatan.Massa memblokir jalan yang digunakan untuk menyuplai logistik untuk empat perusahaan tambang yaitu PT GPS , PT Trimega Bangun Persada , PT Rimba Kurnia Alam, dan PT Wanatiara, sejak pagi tadi.Mereka juga memblokir pintu masuk kantor camat dan puluhan sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dengan memasang palang dari kayu balok.Akibatnya aktivitas pelayanan masyarakat serta proses belajar mengajar  lumpuh total.Aksi penegelan dan pemblokiran tersebut sempat dihalangi oleh polisi, namun karena jumlah pengunjuk rasa jauh lebih banyak, polisi tidak bisa berbuat banyak.Aksi warga tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebelumnya Ketua DPRD berjanji akan melakukan sidang paripurna membahas pemekaran Kepulauan Obi menjadi Kabupaten dan terpisah dari Kabupaten Halmahera Selatan.&amp;ldquo;Kami akan tetap melakukan aksi pemboikotan seluruh aktivitas pemerintahan dan empat perusahan tambang hingga tuntutan kami diakomodir oleh Bupati dan DPRD Halsel,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Mulyadi, Senin (17/10/2011).Sementara itu tokoh masyarakat setempat, Salmin, meminta bupati dan dewan tidak meremehkan aksi ini.&amp;ldquo;Kami warga dan mahasiswa Kepulauan Obi mengingatkan kepada Bupati dan DPRD Halsel agar tidak meremehkan aspirasi kami. Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi serius, kami akan aksi di lokasi perusahan tambang,&amp;rdquo; tegas Salmi.</content:encoded></item></channel></rss>
