<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Perbatasan Tak Perlu Dibawa ke Mahkamah Internasional</title><description>Ketua MPR Taufiq Kiemas menyarankan agar pemerintah Indonesia segera  merundingkan persoalan perbatasan dengan pemerintah Malaysia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/20/337/517962/kasus-perbatasan-tak-perlu-dibawa-ke-mahkamah-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/20/337/517962/kasus-perbatasan-tak-perlu-dibawa-ke-mahkamah-internasional"/><item><title>Kasus Perbatasan Tak Perlu Dibawa ke Mahkamah Internasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/20/337/517962/kasus-perbatasan-tak-perlu-dibawa-ke-mahkamah-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/20/337/517962/kasus-perbatasan-tak-perlu-dibawa-ke-mahkamah-internasional</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2011 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/20/337/517962/Y6BlbhJ6PH.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/20/337/517962/Y6BlbhJ6PH.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Ketua MPR Taufiq Kiemas menyarankan agar pemerintah Indonesia segera merundingkan persoalan perbatasan dengan pemerintah Malaysia.&quot;Kita berunding sama-sama soalnya masalah perbatasan dari dulu&amp;nbsp; tidak pernah beres-beres juga. Jadi sebaiknya berunding dengan pemerintah Malaysia,&quot; kata Taufiq kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/10/2011).Menurut Taufiq sengketa perbatasan tidak perlu dibawa ke Mahkamah Internasional. Alasannya, pemerintah Indonesia diprediksi tidak akan memenangi sengketa.&quot;Soal perbatasan itu sebaiknya berunding, kalau sampai dibawa ke Mahkamah Internasional itu, data-data kita tidak lengkap. Kalah lengkap dari bekas jajahan Inggris. Kalau sampai dibawa ke MI lagi bisa kalah kita,&quot; sambungnya.Sebelumnya dalam rapat kerja Komisi I pada 18 Oktober lalu, jajaran pemerintah yang diwakili Menlu, Menhan dan Panglima TNI sepakat akan melakukan verifikasi wilayah perbatasan di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.Menurut Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin ada indikasi MoU perbatasan dengan Malaysia tahun 1978 berbeda dengan hasil temuan Badan Intelijen Strategis (BAIS). Karenanya Komisi I menyarankan agar wilayah Camar Bulan dan Tanjung datu masuk dalam outstanding boundary problem (OBP) dalam perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia.</description><content:encoded>JAKARTA- Ketua MPR Taufiq Kiemas menyarankan agar pemerintah Indonesia segera merundingkan persoalan perbatasan dengan pemerintah Malaysia.&quot;Kita berunding sama-sama soalnya masalah perbatasan dari dulu&amp;nbsp; tidak pernah beres-beres juga. Jadi sebaiknya berunding dengan pemerintah Malaysia,&quot; kata Taufiq kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/10/2011).Menurut Taufiq sengketa perbatasan tidak perlu dibawa ke Mahkamah Internasional. Alasannya, pemerintah Indonesia diprediksi tidak akan memenangi sengketa.&quot;Soal perbatasan itu sebaiknya berunding, kalau sampai dibawa ke Mahkamah Internasional itu, data-data kita tidak lengkap. Kalah lengkap dari bekas jajahan Inggris. Kalau sampai dibawa ke MI lagi bisa kalah kita,&quot; sambungnya.Sebelumnya dalam rapat kerja Komisi I pada 18 Oktober lalu, jajaran pemerintah yang diwakili Menlu, Menhan dan Panglima TNI sepakat akan melakukan verifikasi wilayah perbatasan di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.Menurut Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin ada indikasi MoU perbatasan dengan Malaysia tahun 1978 berbeda dengan hasil temuan Badan Intelijen Strategis (BAIS). Karenanya Komisi I menyarankan agar wilayah Camar Bulan dan Tanjung datu masuk dalam outstanding boundary problem (OBP) dalam perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia.</content:encoded></item></channel></rss>
