<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Punya Julukan Baru, Seperti Polantas </title><description>Selama ini, KPK hanya menunggu, tanpa mau mencari seperti polisi lalu lintas, Kalau terlihat ada yang melanggar baru ditindak. KPK sama saja sekelas Polsek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/339/518621/kpk-punya-julukan-baru-seperti-polantas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/21/339/518621/kpk-punya-julukan-baru-seperti-polantas"/><item><title>KPK Punya Julukan Baru, Seperti Polantas </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/339/518621/kpk-punya-julukan-baru-seperti-polantas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/21/339/518621/kpk-punya-julukan-baru-seperti-polantas</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2011 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/21/339/518621/fTxvvwnYPk.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/21/339/518621/fTxvvwnYPk.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat julukan baru. Bila sebelumnya Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menyebut kinerja KPK mirip teroris dan tsunami, giliran anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Ahmad Yani menilai apa yang telah dilakukan KPK seperti polisi lalu lintas (Polantas).&quot;Saya melihat KPK hanya menunggu, tanpa mau mencari seperti polisi lalu lintas, Kalau terlihat ada yang melanggar baru ditindak. Menurut saya KPK ini gagal menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi,&quot; jelas Ahmad Yani di sela-sela rapat kerja DPP PPP, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/10/20 11).Ketua Bidang Informasi Publik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, institusi KPK itu hanya memiliki nama yang besar, namun gagal dalam mengusut kasus kejahatan korupsi kelas kakap.&quot;Badannya saja yang besar, tapi kasusnya yang kecil. Coba KPK ungkap kasus-kasus besar, apakah mereka berani?,&quot; sindirnya.Dia menambahkan bahwa kinerja KPK hanya sebatas pada penyadapan. Untuk penyadapan, kata Yani, KPK sama saja sekelas Polsek. Karena itu, sudah saatnya internal KPK melakukan pembenahan diri.&quot;KPK seharusnya memperbaiki sistem. Pimpinan KPK betul-betul memiliki kinerja pemberantasan korupsi, pimpinan kolektif kolegial, tidak hanya memberantas korupsi tapi juga mencegah korupsi,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat julukan baru. Bila sebelumnya Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menyebut kinerja KPK mirip teroris dan tsunami, giliran anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Ahmad Yani menilai apa yang telah dilakukan KPK seperti polisi lalu lintas (Polantas).&quot;Saya melihat KPK hanya menunggu, tanpa mau mencari seperti polisi lalu lintas, Kalau terlihat ada yang melanggar baru ditindak. Menurut saya KPK ini gagal menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi,&quot; jelas Ahmad Yani di sela-sela rapat kerja DPP PPP, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/10/20 11).Ketua Bidang Informasi Publik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, institusi KPK itu hanya memiliki nama yang besar, namun gagal dalam mengusut kasus kejahatan korupsi kelas kakap.&quot;Badannya saja yang besar, tapi kasusnya yang kecil. Coba KPK ungkap kasus-kasus besar, apakah mereka berani?,&quot; sindirnya.Dia menambahkan bahwa kinerja KPK hanya sebatas pada penyadapan. Untuk penyadapan, kata Yani, KPK sama saja sekelas Polsek. Karena itu, sudah saatnya internal KPK melakukan pembenahan diri.&quot;KPK seharusnya memperbaiki sistem. Pimpinan KPK betul-betul memiliki kinerja pemberantasan korupsi, pimpinan kolektif kolegial, tidak hanya memberantas korupsi tapi juga mencegah korupsi,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
