<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Ambon Seperti Api dalam Sekam </title><description>Semua itu harus segera digarisbawahi, tidak bisa terus menerus dibiarkan  konflik-konflik yang kecil-kecil ini bisa besar, lantaran permainan  elit politik yang didiamkan aparat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518409/konflik-ambon-seperti-api-dalam-sekam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518409/konflik-ambon-seperti-api-dalam-sekam"/><item><title>Konflik Ambon Seperti Api dalam Sekam </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518409/konflik-ambon-seperti-api-dalam-sekam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518409/konflik-ambon-seperti-api-dalam-sekam</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2011 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/21/340/518409/GY1vyrU9C1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ILustrasi kerusuhan di Ambon </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/21/340/518409/GY1vyrU9C1.jpg</image><title>ILustrasi kerusuhan di Ambon </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kota Ambon pecah lagi. Ibukota Maluku, Ambon, kembali dilanda bentrokan antar dua kelompok warga. Peristiwa itu terjadi, pada Kamis (20/10/2011) pagi, sekira pukul 04.00 WIT melibatkan warga dari Pohon Pule dan Jalan Baru, Kota Ambon.Berdasarkan penyelidikan polisi, bentrokan yang terjadi di Ambon, Maluku, disebabkan provokasi yang dilakukan dua orang.&amp;nbsp; Persoalan itu tentu mengingatkan masyarakat akan peristiwa lama, pada tahun 1999 hingga 2002 yang menewaskan ribuan orang.Ambon tahun-tahun belakangan boleh dikatakan tenang. Kini, kota tenang nan damai itu, mulai digerogoti lagi dengan isu-isu perpecahan. Siapa dibalik semua itu? Pemerhati konflik sosial dan budaya Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian mengatakan, kerusuhan Ambon yang baru terjadi, dimungkinkan masalah lama yang kerap dimunculkan ke permukaan.Konflik ini, lanjut Donny ibarat api dalam sekam, yang sewaktu-waktu bisa membakar kembali. &amp;ldquo;Siapa yang akan membakar, kelompok atau kepentingan apa, itu yang harus dicari tahu pemerintah,&amp;rdquo; ujar Donny Gahrul kepada okezone, Jumat (21/10/2011).Semua itu harus segera digarisbawahi, tidak bisa terus menerus dibiarkan konflik-konflik yang kecil-kecil ini bisa besar, lantaran permainan elit politik yang didiamkan aparat.Jadi, jangan melihat besar kecilnya, tapi lihat potensinya. Apalagi, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, yang mudah dirangsang. &amp;ldquo;Seharusnya kita belajar dari sejarah konflik-konflik yang selalu ditunggangi kelompok tertentu,&amp;rdquo;Tidak hanya itu, pemerintah harus sadar, konflik internal yang kerap terjadi erat juga kaitannya dengan kesenjangan ekonomi, sosial yang kemudian memicu perbedaan kultural dan pecah konflik agama.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kota Ambon pecah lagi. Ibukota Maluku, Ambon, kembali dilanda bentrokan antar dua kelompok warga. Peristiwa itu terjadi, pada Kamis (20/10/2011) pagi, sekira pukul 04.00 WIT melibatkan warga dari Pohon Pule dan Jalan Baru, Kota Ambon.Berdasarkan penyelidikan polisi, bentrokan yang terjadi di Ambon, Maluku, disebabkan provokasi yang dilakukan dua orang.&amp;nbsp; Persoalan itu tentu mengingatkan masyarakat akan peristiwa lama, pada tahun 1999 hingga 2002 yang menewaskan ribuan orang.Ambon tahun-tahun belakangan boleh dikatakan tenang. Kini, kota tenang nan damai itu, mulai digerogoti lagi dengan isu-isu perpecahan. Siapa dibalik semua itu? Pemerhati konflik sosial dan budaya Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian mengatakan, kerusuhan Ambon yang baru terjadi, dimungkinkan masalah lama yang kerap dimunculkan ke permukaan.Konflik ini, lanjut Donny ibarat api dalam sekam, yang sewaktu-waktu bisa membakar kembali. &amp;ldquo;Siapa yang akan membakar, kelompok atau kepentingan apa, itu yang harus dicari tahu pemerintah,&amp;rdquo; ujar Donny Gahrul kepada okezone, Jumat (21/10/2011).Semua itu harus segera digarisbawahi, tidak bisa terus menerus dibiarkan konflik-konflik yang kecil-kecil ini bisa besar, lantaran permainan elit politik yang didiamkan aparat.Jadi, jangan melihat besar kecilnya, tapi lihat potensinya. Apalagi, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, yang mudah dirangsang. &amp;ldquo;Seharusnya kita belajar dari sejarah konflik-konflik yang selalu ditunggangi kelompok tertentu,&amp;rdquo;Tidak hanya itu, pemerintah harus sadar, konflik internal yang kerap terjadi erat juga kaitannya dengan kesenjangan ekonomi, sosial yang kemudian memicu perbedaan kultural dan pecah konflik agama.</content:encoded></item></channel></rss>
