<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolak Tinggal di Panti, Okim Pilih Sekolah &amp; Urus 2 Adik</title><description>Bocah 13 tahun yatim piatu menolak tawaran pemkab untuk tinggal di panti asuhan. Dia memilih mengurusi dua adik dan keluarga neneknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518614/tolak-tinggal-di-panti-okim-pilih-sekolah-urus-2-adik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518614/tolak-tinggal-di-panti-okim-pilih-sekolah-urus-2-adik"/><item><title>Tolak Tinggal di Panti, Okim Pilih Sekolah &amp; Urus 2 Adik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518614/tolak-tinggal-di-panti-okim-pilih-sekolah-urus-2-adik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/21/340/518614/tolak-tinggal-di-panti-okim-pilih-sekolah-urus-2-adik</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2011 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/21/340/518614/eOjZtv0PWS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Okim saat menerima bantuan dari Pemkab Nganjuk. (Dok: Sun TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/21/340/518614/eOjZtv0PWS.jpg</image><title>Okim saat menerima bantuan dari Pemkab Nganjuk. (Dok: Sun TV)</title></images><description>NGANJUK - Riswan Nur Rokim alias Okim, bocah yatim piatu yang sehari-hari harus bekerja mencari pasir demi menghidupi dua adiknya, siap melanjutkan sekolah.&amp;nbsp;Okim harus berhenti sekolah tiga tahun lalu untuk bekerja setelah orangtuanya meninggal dunia. Terakhir, bocah 13 tahun itu duduk di bangku kelas 5 SD.Dia menolak tawaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang akan menyekolahkannya hingga SMA dengan syarat harus tinggal di panti asuhan. Belum diketahui apakah pemkab akan menghentikan bantuan sekolah gratis hingga SMA setelah anak itu memutuskan tidak tinggal di panti asuhan.Namun tekad untuk melanjutkan sekolah tertanam kuat pada diri Okim. Dia menolak tawaran tinggal di panti asuhan karena tak sanggup berpisah dengan adik dan keluarga neneknya. Okim mengaku tidak mau kehilangan keluarga setelah orangtuanya meninggal tiga tahun lalu.Warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, ini juga sudah tidak lagi menambang pasir.Kini, Okim mengaku akan berusaha melanjutkan sekolah, meski pemkab membatalkan bantuannya. Jika kehabisan biaya, Okim siap kembali bekerja lagi.Rencananya, Senin 24 Oktober mendatang Okim mulai masuk sekolah di SDN Bungur. Dia langsung masuk di kelas 6.Okim sudah menyiapkan perlengkapan seperti seragam dan peralatan sekolah lain. Dia juga sudah berbelanja kebutuhan sekolah lain dari uang hasil bantuan para donator.Dukungan agar Okim kembali bersekolah juga disampaikan Suliyem, bibi Okim, yang juga tinggal di rumah Mbah Kasti.Sedangkan untuk menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari, Suliyem yang sudah empat tahun menjanda itu mengaku akan berusaha mencari penghasilan dengan membuat usaha kecil.</description><content:encoded>NGANJUK - Riswan Nur Rokim alias Okim, bocah yatim piatu yang sehari-hari harus bekerja mencari pasir demi menghidupi dua adiknya, siap melanjutkan sekolah.&amp;nbsp;Okim harus berhenti sekolah tiga tahun lalu untuk bekerja setelah orangtuanya meninggal dunia. Terakhir, bocah 13 tahun itu duduk di bangku kelas 5 SD.Dia menolak tawaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang akan menyekolahkannya hingga SMA dengan syarat harus tinggal di panti asuhan. Belum diketahui apakah pemkab akan menghentikan bantuan sekolah gratis hingga SMA setelah anak itu memutuskan tidak tinggal di panti asuhan.Namun tekad untuk melanjutkan sekolah tertanam kuat pada diri Okim. Dia menolak tawaran tinggal di panti asuhan karena tak sanggup berpisah dengan adik dan keluarga neneknya. Okim mengaku tidak mau kehilangan keluarga setelah orangtuanya meninggal tiga tahun lalu.Warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, ini juga sudah tidak lagi menambang pasir.Kini, Okim mengaku akan berusaha melanjutkan sekolah, meski pemkab membatalkan bantuannya. Jika kehabisan biaya, Okim siap kembali bekerja lagi.Rencananya, Senin 24 Oktober mendatang Okim mulai masuk sekolah di SDN Bungur. Dia langsung masuk di kelas 6.Okim sudah menyiapkan perlengkapan seperti seragam dan peralatan sekolah lain. Dia juga sudah berbelanja kebutuhan sekolah lain dari uang hasil bantuan para donator.Dukungan agar Okim kembali bersekolah juga disampaikan Suliyem, bibi Okim, yang juga tinggal di rumah Mbah Kasti.Sedangkan untuk menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari, Suliyem yang sudah empat tahun menjanda itu mengaku akan berusaha mencari penghasilan dengan membuat usaha kecil.</content:encoded></item></channel></rss>
