<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Air Bersih Terhenti, Warga Demo Palyja</title><description>Puluhan warga Jalan Veteran I B, RW 06, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan  Kalideres, Jakarta Barat mendatangi kantor PT PAM Lyonnaise Jaya  (Palyja) di Jalan Perdana, Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma,  Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/24/338/519475/pasokan-air-bersih-terhenti-warga-demo-palyja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/24/338/519475/pasokan-air-bersih-terhenti-warga-demo-palyja"/><item><title>Pasokan Air Bersih Terhenti, Warga Demo Palyja</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/24/338/519475/pasokan-air-bersih-terhenti-warga-demo-palyja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/24/338/519475/pasokan-air-bersih-terhenti-warga-demo-palyja</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2011 11:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/24/338/519475/T5sKqkU6dG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/24/338/519475/T5sKqkU6dG.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA- Puluhan warga Jalan Veteran I B, RW 06, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mendatangi kantor PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Jalan Perdana, Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.Warga mendatangi kantor Palyja karena kecewa layanan air bersih dari Palyja di pemukiman mereka terhenti sejak tiga minggu lalu. Sebelum mendatangi kantor Palyja warga telah beberapa kali mengadu dan melaporkan masalah terhentinya aliran air. Namun sampai saat ini tidak mendapat tanggapan dari Palyja.&quot;Saat ini kami mendatangi kantor Palyja karena sebagai pelanggan PAM kami sudah tidak tahan menanggung kecewa akibat terhentinya aliran air bersih PAM dari Palyja,&amp;rdquo; ucap Rudi, Koordinator warga yang juga merupakan warga RT 01, RW 06, kepada wartawan, Senin (24/10/2011)Rudi menambahkan, aliran air bersih dari Palyja mulai berhenti sejak awal bulan Oktober 2011 dan hingga kini air sama sekali belum mengalir, khususnya di pemukiman RT 001, RT 002, dan RT 004, RW 06. Warga kecewa lantaran dari pihak Palyja beralasan berhentinya aliran air ke pemukiman tersebut lantaran debit air sedang kecil.&quot; Kami tidak bisa menerima alasan Palyja yang mengatakan bahwa aliran air berhenti karena debit air kecil. Soalnya kalau memang debit air kecil, kenapa aliran air PAM di RT lain yang hanya beda satu blok dengan kami mengalir lancar,&quot; tambahnyaSejak pasokan air bersih dari Palyja terhenti, lanjut Rudi, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Dalam sehari, dirinya harus membeli air dari pedagang air gerobak hingga tiga gerobak. Harga air satu gerobak mencapai Rp40.000, sehingga dalam satu hari ia harus merogoh kocek paling sedikit Rp100.000 per hari untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi keluarganya.&quot;Keluarga saya enggak cukup kalau cuma beli air satu gerobak, karena jumlah anggota keluarganya banyak. Jadi untuk masak, cuci dan minum saya sampai harus membeli tiga gerobak air,&quot; lanjutnyaWarga di sekitar Jalan Veteran I B sangat bergantung pada air PAM. Sebab, air tanah di wilayah pemukiman tersebut tidak dapat digunakan sama sekali karena asin. Terlebih untuk masak, minum dan cuci.&quot;Kami sangat bergantung pada air PAM, jadi sangat menderita ketika air PAM mati. Kalau air tanah kami tidak asin dan bisa digunakan, saya nggak bakal mau langganan PAM,&amp;rdquo; tegasnyaDalam pertemuan dengan Palyja, jelas Rudi, pihak Palyja menawarkan solusi dengan pengadaan air bersih melalui mobil tangki. Namun usulan ini ditolak warga, lantaran menurut warga pengadaan air lewat mobi tangki hanya akan menyulitkan warga.&quot; Karena biasanya air yang mereka kirim lewat mobil tangki jumlahya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga. Selain itu juga akan merepotkan kami karena kami harus angkut-angkut air dari mobil ke rumah. Jadi tuntutan kami hanya satu, hidupkan kembali aliran air di pemukiman kami,&quot; tandasnya </description><content:encoded>JAKARTA- Puluhan warga Jalan Veteran I B, RW 06, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mendatangi kantor PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Jalan Perdana, Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.Warga mendatangi kantor Palyja karena kecewa layanan air bersih dari Palyja di pemukiman mereka terhenti sejak tiga minggu lalu. Sebelum mendatangi kantor Palyja warga telah beberapa kali mengadu dan melaporkan masalah terhentinya aliran air. Namun sampai saat ini tidak mendapat tanggapan dari Palyja.&quot;Saat ini kami mendatangi kantor Palyja karena sebagai pelanggan PAM kami sudah tidak tahan menanggung kecewa akibat terhentinya aliran air bersih PAM dari Palyja,&amp;rdquo; ucap Rudi, Koordinator warga yang juga merupakan warga RT 01, RW 06, kepada wartawan, Senin (24/10/2011)Rudi menambahkan, aliran air bersih dari Palyja mulai berhenti sejak awal bulan Oktober 2011 dan hingga kini air sama sekali belum mengalir, khususnya di pemukiman RT 001, RT 002, dan RT 004, RW 06. Warga kecewa lantaran dari pihak Palyja beralasan berhentinya aliran air ke pemukiman tersebut lantaran debit air sedang kecil.&quot; Kami tidak bisa menerima alasan Palyja yang mengatakan bahwa aliran air berhenti karena debit air kecil. Soalnya kalau memang debit air kecil, kenapa aliran air PAM di RT lain yang hanya beda satu blok dengan kami mengalir lancar,&quot; tambahnyaSejak pasokan air bersih dari Palyja terhenti, lanjut Rudi, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Dalam sehari, dirinya harus membeli air dari pedagang air gerobak hingga tiga gerobak. Harga air satu gerobak mencapai Rp40.000, sehingga dalam satu hari ia harus merogoh kocek paling sedikit Rp100.000 per hari untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi keluarganya.&quot;Keluarga saya enggak cukup kalau cuma beli air satu gerobak, karena jumlah anggota keluarganya banyak. Jadi untuk masak, cuci dan minum saya sampai harus membeli tiga gerobak air,&quot; lanjutnyaWarga di sekitar Jalan Veteran I B sangat bergantung pada air PAM. Sebab, air tanah di wilayah pemukiman tersebut tidak dapat digunakan sama sekali karena asin. Terlebih untuk masak, minum dan cuci.&quot;Kami sangat bergantung pada air PAM, jadi sangat menderita ketika air PAM mati. Kalau air tanah kami tidak asin dan bisa digunakan, saya nggak bakal mau langganan PAM,&amp;rdquo; tegasnyaDalam pertemuan dengan Palyja, jelas Rudi, pihak Palyja menawarkan solusi dengan pengadaan air bersih melalui mobil tangki. Namun usulan ini ditolak warga, lantaran menurut warga pengadaan air lewat mobi tangki hanya akan menyulitkan warga.&quot; Karena biasanya air yang mereka kirim lewat mobil tangki jumlahya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga. Selain itu juga akan merepotkan kami karena kami harus angkut-angkut air dari mobil ke rumah. Jadi tuntutan kami hanya satu, hidupkan kembali aliran air di pemukiman kami,&quot; tandasnya </content:encoded></item></channel></rss>
