<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Gedung SDN di Jaktim Nyaris Roboh, Ratusan Siswa Diungsikan   </title><description>Dua ruang kelas SDN Lubang Buaya 13 Pagi dan 14 Petang di Jalan Raya  Pondokgede, RT 1 Rw 4, Lubangbuaya, Cipayung , nyaris rubuh</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/26/338/520406/2-gedung-sdn-di-jaktim-nyaris-roboh-ratusan-siswa-diungsikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/26/338/520406/2-gedung-sdn-di-jaktim-nyaris-roboh-ratusan-siswa-diungsikan"/><item><title>2 Gedung SDN di Jaktim Nyaris Roboh, Ratusan Siswa Diungsikan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/26/338/520406/2-gedung-sdn-di-jaktim-nyaris-roboh-ratusan-siswa-diungsikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/26/338/520406/2-gedung-sdn-di-jaktim-nyaris-roboh-ratusan-siswa-diungsikan</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2011 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/26/338/520406/MA3GF8SIWT.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/26/338/520406/MA3GF8SIWT.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan masih memprihatinkan, hingga menyebabkan sejumlah siswa terluka setelah paflon SDN 01 Utan Kayu Utara ambruk.
&amp;nbsp;
Ditambah lagi, dua ruang kelas SDN Lubang Buaya 13 Pagi dan 14 Petang di Jalan Raya Pondokgede, RT 1 Rw 4, Lubangbuaya, Cipayung , nyaris rubuh.
&amp;nbsp;
Kondisi ini membuat sekitar 160 siswa dipindahkan kegiatan belajar mengajarnya di SDN Lubang buaya 05 Pagi, di Jalan Yusufia atau sekitar 500 meter dari sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Gedung sekolah SDN 13 Pagi dan 14 Petang pernah direhab berat, namun rehab tersebut tidak menyentuh dua kelas serta ruang laboratorium komputer,&quot;kata Kepala Sekolah SDN 03 Pagi, Abdul Murtofik, kepada wartawan, Selasa (25/10/2011).
&amp;nbsp;
Abdul menjelaskan rehab berat pada Oktober 2009 lalu, menghabiskan biaya sekitar Rp1,25 miliar yang proyeknya dikerjakan oleh PT Lay Desinaf Jaya.
&amp;nbsp;
&quot;Rehab hanya bangunana utama terdiri dari 8 ruang kelas, 6 untuk belajar, sisanya untuk ruang guru dan kepala sekolah,&quot;tuturnya.
&amp;nbsp;
Awalnya Abdul mengira satu bangunan yang terdiri dari dua kelas dan laboratorium tersebut, juga terkena rehab. Namun saat rehab selesai ternyata bangunan itu, tidak terkena rehab.
&amp;nbsp;
&quot;Karena takut membahayakan siswa, maka sejak 1 Oktober 2011, 160 siswa yang biasa belajar di dua kelas itu dipindahkan,&quot;paparnya.
&amp;nbsp;
Hal yang sama disampaikan Kepala Sekolah SDN 14 Petang, Sulijo mengatakan padahal kondisi fisik bangunan dua kelas itu lebih parah dibanding ruang kepala sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Namun kenapa ruang kepala sekolah yang direhab, sedangkan dua ruang kelas dibiarkan saja,&quot;tambahnya.
&amp;nbsp;
Pantauan Okezone, eternit dua ruang kelas itu, terlihat cembung ke bawah dan di beberapa bagian bolong. Sebagian kuda-kuda atap nampak sudah patah, sedangkan kayu-kayu reng dan kasonya terlihat rapuh. Bahkan dari luar ruangan, atap gedung sekolah nampak bergelombang ke bawah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan masih memprihatinkan, hingga menyebabkan sejumlah siswa terluka setelah paflon SDN 01 Utan Kayu Utara ambruk.
&amp;nbsp;
Ditambah lagi, dua ruang kelas SDN Lubang Buaya 13 Pagi dan 14 Petang di Jalan Raya Pondokgede, RT 1 Rw 4, Lubangbuaya, Cipayung , nyaris rubuh.
&amp;nbsp;
Kondisi ini membuat sekitar 160 siswa dipindahkan kegiatan belajar mengajarnya di SDN Lubang buaya 05 Pagi, di Jalan Yusufia atau sekitar 500 meter dari sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Gedung sekolah SDN 13 Pagi dan 14 Petang pernah direhab berat, namun rehab tersebut tidak menyentuh dua kelas serta ruang laboratorium komputer,&quot;kata Kepala Sekolah SDN 03 Pagi, Abdul Murtofik, kepada wartawan, Selasa (25/10/2011).
&amp;nbsp;
Abdul menjelaskan rehab berat pada Oktober 2009 lalu, menghabiskan biaya sekitar Rp1,25 miliar yang proyeknya dikerjakan oleh PT Lay Desinaf Jaya.
&amp;nbsp;
&quot;Rehab hanya bangunana utama terdiri dari 8 ruang kelas, 6 untuk belajar, sisanya untuk ruang guru dan kepala sekolah,&quot;tuturnya.
&amp;nbsp;
Awalnya Abdul mengira satu bangunan yang terdiri dari dua kelas dan laboratorium tersebut, juga terkena rehab. Namun saat rehab selesai ternyata bangunan itu, tidak terkena rehab.
&amp;nbsp;
&quot;Karena takut membahayakan siswa, maka sejak 1 Oktober 2011, 160 siswa yang biasa belajar di dua kelas itu dipindahkan,&quot;paparnya.
&amp;nbsp;
Hal yang sama disampaikan Kepala Sekolah SDN 14 Petang, Sulijo mengatakan padahal kondisi fisik bangunan dua kelas itu lebih parah dibanding ruang kepala sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Namun kenapa ruang kepala sekolah yang direhab, sedangkan dua ruang kelas dibiarkan saja,&quot;tambahnya.
&amp;nbsp;
Pantauan Okezone, eternit dua ruang kelas itu, terlihat cembung ke bawah dan di beberapa bagian bolong. Sebagian kuda-kuda atap nampak sudah patah, sedangkan kayu-kayu reng dan kasonya terlihat rapuh. Bahkan dari luar ruangan, atap gedung sekolah nampak bergelombang ke bawah.</content:encoded></item></channel></rss>
