<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Kali Diguncang Gempa, Warga Mentawai Panik</title><description>Warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, siang tadi merasakan dua kali goyangan gempa bumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/26/340/520605/2-kali-diguncang-gempa-warga-mentawai-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/26/340/520605/2-kali-diguncang-gempa-warga-mentawai-panik"/><item><title>2 Kali Diguncang Gempa, Warga Mentawai Panik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/26/340/520605/2-kali-diguncang-gempa-warga-mentawai-panik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/26/340/520605/2-kali-diguncang-gempa-warga-mentawai-panik</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2011 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/26/340/520605/hLuUq2CsP7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanda bintang, titik pusat gempa Mentawai (26/10). (BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/26/340/520605/hLuUq2CsP7.jpg</image><title>Tanda bintang, titik pusat gempa Mentawai (26/10). (BMKG)</title></images><description>PADANG - Warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, siang tadi merasakan dua kali goyangan gempa bumi.&amp;nbsp;Gempa pertama terjadi sebelum gempa utama yang menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan 5,4 Skala Richter. Gempa utama terjadi pada pukul 10.38 WIB dengan titik pusat di 2,99 deralat Lintang Selatan dan 99,67 derajat Bujur Timur.Koordinat tersebut berada di 42 kilometer tenggara Sipora dan 82 kilometer barat laut Pulau Pagai Selatan, Mentawai, dengan kedalaman 29 kilometer. Gempa dipastikan tidak menimbulkan tsunami.Menurut warga di Pulau Siberut, gempa pertama terjadi sekira 15 menit sebelum gempa utama. Goyangan dirasakan sangat kuat selama sekira lima detik hingga membuat panik warga.Meon, warga Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut, saat dikonfirmasi okezone, Rabu (26/10/201), menyebutkan saat gempa pertama terjadi para orangtua langsung menjemput anak-anak mereka di sekolah.&amp;ldquo;Alasan kami jemput anak karena takut merasakan ada gempa. Pengalaman kami kalau terjadi beberapa kali gempa-gempa kecil beruntun, akan datang gempa yang lebih besar,&amp;rdquo; jelas Meon.Kepanikan juga dialami warga di Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara. Berli Pakeru, warga Tuapeijat, mengatakan warga merasa seperti diayun-ayun.&amp;ldquo;Kami langsung menelepon ke rumah untuk jemput anak-anak,&amp;rdquo; ujar PNS yang bekerja di DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai ini.Berli melanjutkan, warga saat ini masih waspada jika terjadi gempa yang lebih besar. Mereka sudah menyediakan tempat evakuasi di lokasi yang lebih tinggi.</description><content:encoded>PADANG - Warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, siang tadi merasakan dua kali goyangan gempa bumi.&amp;nbsp;Gempa pertama terjadi sebelum gempa utama yang menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan 5,4 Skala Richter. Gempa utama terjadi pada pukul 10.38 WIB dengan titik pusat di 2,99 deralat Lintang Selatan dan 99,67 derajat Bujur Timur.Koordinat tersebut berada di 42 kilometer tenggara Sipora dan 82 kilometer barat laut Pulau Pagai Selatan, Mentawai, dengan kedalaman 29 kilometer. Gempa dipastikan tidak menimbulkan tsunami.Menurut warga di Pulau Siberut, gempa pertama terjadi sekira 15 menit sebelum gempa utama. Goyangan dirasakan sangat kuat selama sekira lima detik hingga membuat panik warga.Meon, warga Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut, saat dikonfirmasi okezone, Rabu (26/10/201), menyebutkan saat gempa pertama terjadi para orangtua langsung menjemput anak-anak mereka di sekolah.&amp;ldquo;Alasan kami jemput anak karena takut merasakan ada gempa. Pengalaman kami kalau terjadi beberapa kali gempa-gempa kecil beruntun, akan datang gempa yang lebih besar,&amp;rdquo; jelas Meon.Kepanikan juga dialami warga di Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara. Berli Pakeru, warga Tuapeijat, mengatakan warga merasa seperti diayun-ayun.&amp;ldquo;Kami langsung menelepon ke rumah untuk jemput anak-anak,&amp;rdquo; ujar PNS yang bekerja di DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai ini.Berli melanjutkan, warga saat ini masih waspada jika terjadi gempa yang lebih besar. Mereka sudah menyediakan tempat evakuasi di lokasi yang lebih tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
