<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Priyo: Ambang Batas 4 Persen, Bukan Upaya Pemberangusan </title><description>&quot;PT dinaikkan bukan untuk memberangus, kenapa harus kecil hati begitu (PPP &amp;amp; PAN),  enggak ada jaminan Golkar juga lolos. Enggak ada yang perlu  dikhawatirkan,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/27/339/521374/priyo-ambang-batas-4-persen-bukan-upaya-pemberangusan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/27/339/521374/priyo-ambang-batas-4-persen-bukan-upaya-pemberangusan"/><item><title>Priyo: Ambang Batas 4 Persen, Bukan Upaya Pemberangusan </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/27/339/521374/priyo-ambang-batas-4-persen-bukan-upaya-pemberangusan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/27/339/521374/priyo-ambang-batas-4-persen-bukan-upaya-pemberangusan</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2011 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/27/339/521374/99d5A0MDLY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">politisi Golkar Priyo Budi Santoso </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/27/339/521374/99d5A0MDLY.jpg</image><title>politisi Golkar Priyo Budi Santoso </title></images><description>JAKARTA - Partai Golkar mengapresiasi usulan pemerintah menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary treshold/PT) menjadi empat persen di Pemilu 2014.&quot;Saya menghormati. Memang posisi pemerintah menjadi salah satu barometer dalam pembicaraan di DPR nantinya,&quot; kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Priyo berharap usulan kenaikan ambang batas parlemen tidak dipersoalkan karena Pansus RUU Pemilu masih akan menggodoknya di DPR. Meski memahami keberatan yang disampaikan sejumlah parpol termasuk PPP dan PAN, Priyo meminta kedua partai tersebut tidak berkecil hati.&quot;PT dinaikkan bukan untuk memberangus, kenapa harus kecil hati begitu (PPP &amp;amp; PAN), enggak ada jaminan Golkar juga lolos. Enggak ada yang perlu dikhawatirkan,&quot; pungkasnya.Golkar sendiri tetap memperjuangkan agar PT menjadi lima persen. Angka ini dinilai tepat untuk menerapkan sistem penyederhanaan partai. &quot;Golkar tetap berpandangan untuk memperjuangkan lima persen. Kita ingin mematangkan demokrasi ke depan jadi harus ditata dengan sistem ini,&quot; katanya.Sebelumnya politikus PPP Ahmad Yani menyebut usulan empat persen inkonstitusional. Alasannya, kenaikan PT akan berimbas makin sedikitnya parpol untuk lolos ke DPR. &quot;Semakin besar PT-nya makin besar juga disproporsionalitasnya,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Golkar mengapresiasi usulan pemerintah menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary treshold/PT) menjadi empat persen di Pemilu 2014.&quot;Saya menghormati. Memang posisi pemerintah menjadi salah satu barometer dalam pembicaraan di DPR nantinya,&quot; kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Priyo berharap usulan kenaikan ambang batas parlemen tidak dipersoalkan karena Pansus RUU Pemilu masih akan menggodoknya di DPR. Meski memahami keberatan yang disampaikan sejumlah parpol termasuk PPP dan PAN, Priyo meminta kedua partai tersebut tidak berkecil hati.&quot;PT dinaikkan bukan untuk memberangus, kenapa harus kecil hati begitu (PPP &amp;amp; PAN), enggak ada jaminan Golkar juga lolos. Enggak ada yang perlu dikhawatirkan,&quot; pungkasnya.Golkar sendiri tetap memperjuangkan agar PT menjadi lima persen. Angka ini dinilai tepat untuk menerapkan sistem penyederhanaan partai. &quot;Golkar tetap berpandangan untuk memperjuangkan lima persen. Kita ingin mematangkan demokrasi ke depan jadi harus ditata dengan sistem ini,&quot; katanya.Sebelumnya politikus PPP Ahmad Yani menyebut usulan empat persen inkonstitusional. Alasannya, kenaikan PT akan berimbas makin sedikitnya parpol untuk lolos ke DPR. &quot;Semakin besar PT-nya makin besar juga disproporsionalitasnya,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
