<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Swasta Ajak Peneliti Muda Ciptakan Obat Baru </title><description>Perusahaan swasta itu akan mengajak peneliti di perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam menciptakan inovasi obat-obatan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/02/337/523853/swasta-ajak-peneliti-muda-ciptakan-obat-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/02/337/523853/swasta-ajak-peneliti-muda-ciptakan-obat-baru"/><item><title>Swasta Ajak Peneliti Muda Ciptakan Obat Baru </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/02/337/523853/swasta-ajak-peneliti-muda-ciptakan-obat-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/02/337/523853/swasta-ajak-peneliti-muda-ciptakan-obat-baru</guid><pubDate>Rabu 02 November 2011 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Neneng Zubaidah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/02/337/523853/flhgoQem0t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">blogspot</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/02/337/523853/flhgoQem0t.jpg</image><title>blogspot</title></images><description>JAKARTA - Semakin banyak pihak swasta yang mengajak para peneliti Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan teknologi termasuk salah satunya pengembangan obat baru.Presiden Direktur Novartis Indonesia Luthfi Mardiansyah mengatakan, pihaknya akan mengajak peneliti di perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam menciptakan inovasi obat-obatan. Universitas yang akan ikut bergabung akan disesuaikan dengan keunggulan sumber daya manusia dan juga penelitian yang sudah terbangun.Misalnya saja penelitian di Universitas Indonesia ialah spesialisasi penyakut jantung maka keduanya akan meneliti obat baru untuk penyakit tersebut. Selain itu juga inovasi seperti kerjasama yang sudah berjalan di Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk pengembangan obat Malaria, Demam Berdarah Dengue dan Tuberkulosis. &amp;ldquo;Kerjasama ini akan meningkatkan kualitas dan kredibilitas kampus itu sendiri,&amp;rdquo; katanya di Hotel Gran Melia Kuningan, Rabu (2/11/2011).Selain untuk menemukan obat baru, pihaknya juga ingin mengajak peneliti untuk mengembangkan obat yang sudah menjadi spesialisasi perusahaan ini seperti kardiovaskular dan metabolismen, nyeri dan obat-obatan umum, penyakit susunan syaraf, obat-obatan penyakit khusus, hepatitis, penyakit pernapasan, penyakit mata, kanker, vaksin seperti untuk meningitis dan obat generik lainnya.Lebih lanjut Luthfi menambahkan, mengenai dana pembiayaan penelitian obat dengan perguruan tinggi belum bisa disebutkan. Pasalnya, hal tersebut akan disesuaikan dengan cakupan dan jenis penelitian. Selain melakukan penelitan klinis, ujarnya, pihaknya juga ingin mengembangkan sumber daya manusia Indonesia dengan peningkatan penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berkarir di industri farmasi dan bioteknologi.</description><content:encoded>JAKARTA - Semakin banyak pihak swasta yang mengajak para peneliti Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan teknologi termasuk salah satunya pengembangan obat baru.Presiden Direktur Novartis Indonesia Luthfi Mardiansyah mengatakan, pihaknya akan mengajak peneliti di perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam menciptakan inovasi obat-obatan. Universitas yang akan ikut bergabung akan disesuaikan dengan keunggulan sumber daya manusia dan juga penelitian yang sudah terbangun.Misalnya saja penelitian di Universitas Indonesia ialah spesialisasi penyakut jantung maka keduanya akan meneliti obat baru untuk penyakit tersebut. Selain itu juga inovasi seperti kerjasama yang sudah berjalan di Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk pengembangan obat Malaria, Demam Berdarah Dengue dan Tuberkulosis. &amp;ldquo;Kerjasama ini akan meningkatkan kualitas dan kredibilitas kampus itu sendiri,&amp;rdquo; katanya di Hotel Gran Melia Kuningan, Rabu (2/11/2011).Selain untuk menemukan obat baru, pihaknya juga ingin mengajak peneliti untuk mengembangkan obat yang sudah menjadi spesialisasi perusahaan ini seperti kardiovaskular dan metabolismen, nyeri dan obat-obatan umum, penyakit susunan syaraf, obat-obatan penyakit khusus, hepatitis, penyakit pernapasan, penyakit mata, kanker, vaksin seperti untuk meningitis dan obat generik lainnya.Lebih lanjut Luthfi menambahkan, mengenai dana pembiayaan penelitian obat dengan perguruan tinggi belum bisa disebutkan. Pasalnya, hal tersebut akan disesuaikan dengan cakupan dan jenis penelitian. Selain melakukan penelitan klinis, ujarnya, pihaknya juga ingin mengembangkan sumber daya manusia Indonesia dengan peningkatan penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berkarir di industri farmasi dan bioteknologi.</content:encoded></item></channel></rss>
