<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hewan Kurban Dijual Harus Bersertifikat</title><description>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tidak adanya  sertifikat, menjadi penyebab banyaknya ditemukan hewan kurban bermasalah  kesehatannya. </description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/07/337/525684/hewan-kurban-dijual-harus-bersertifikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/07/337/525684/hewan-kurban-dijual-harus-bersertifikat"/><item><title>Hewan Kurban Dijual Harus Bersertifikat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/07/337/525684/hewan-kurban-dijual-harus-bersertifikat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/07/337/525684/hewan-kurban-dijual-harus-bersertifikat</guid><pubDate>Senin 07 November 2011 06:34 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/07/337/525684/ywyGA2B9Ei.bmp" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/07/337/525684/ywyGA2B9Ei.bmp</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tidak adanya sertifikat, menjadi penyebab banyaknya ditemukan hewan kurban bermasalah kesehatannya. &quot;Bila ada sertifikat ini, konsumen dapat jaminan hewan tersebut jelas asal-usul dan riwayatnya,&quot; kata Ketua YLKI Sudaryatmo saat dihubungi okezone, Senin (7/11/2011).Kata dia, dengan adanya sertifikat akan memberikan jaminan jika hewab kurban yang dipotong dalam keadaan sehat. Selain itu, pedagang juga harus menceritakan latar belakang hewan kurban yang dipasarkan.&quot;Konsumen berhak mengetahui sejarah hewan yang akan dibelinya,&quot; jelasnya.Selama ini pedagang hewan kurban, lanjutnya, tidak pernah mengetahui sejarah hewan kurban yang dijualnya berasal dari mana. &quot;Hal ini akan sangat membahayakan bila hewan kurban tersebut terkena penyakit,&quot; paparnya. (tri)</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tidak adanya sertifikat, menjadi penyebab banyaknya ditemukan hewan kurban bermasalah kesehatannya. &quot;Bila ada sertifikat ini, konsumen dapat jaminan hewan tersebut jelas asal-usul dan riwayatnya,&quot; kata Ketua YLKI Sudaryatmo saat dihubungi okezone, Senin (7/11/2011).Kata dia, dengan adanya sertifikat akan memberikan jaminan jika hewab kurban yang dipotong dalam keadaan sehat. Selain itu, pedagang juga harus menceritakan latar belakang hewan kurban yang dipasarkan.&quot;Konsumen berhak mengetahui sejarah hewan yang akan dibelinya,&quot; jelasnya.Selama ini pedagang hewan kurban, lanjutnya, tidak pernah mengetahui sejarah hewan kurban yang dijualnya berasal dari mana. &quot;Hal ini akan sangat membahayakan bila hewan kurban tersebut terkena penyakit,&quot; paparnya. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
