<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antre Berkali-kali, Kemudian Dagingnya Dijual</title><description>Antre berkali-kali untuk mendapatkan jatah daging kurban, kini menjadi  tren di kalangan masyarakat urban Jakarta. Daging itu pun tidak semuanya  dikonsumsi, melainkan dijual sebagaian untuk keperluan sehari-hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/07/338/525812/antre-berkali-kali-kemudian-dagingnya-dijual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/07/338/525812/antre-berkali-kali-kemudian-dagingnya-dijual"/><item><title>Antre Berkali-kali, Kemudian Dagingnya Dijual</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/07/338/525812/antre-berkali-kali-kemudian-dagingnya-dijual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/07/338/525812/antre-berkali-kali-kemudian-dagingnya-dijual</guid><pubDate>Senin 07 November 2011 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/07/338/525812/uBMo2ymNnV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembagian daging kurban (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/07/338/525812/uBMo2ymNnV.jpg</image><title>Pembagian daging kurban (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Antre berkali-kali untuk mendapatkan jatah daging kurban, kini menjadi tren di kalangan masyarakat urban Jakarta. Daging itu pun tidak semuanya dikonsumsi, melainkan dijual sebagaian untuk keperluan sehari-hari.&quot;Selama musim Idul Adha kita biasanya antre di beberapa tempat. Habis itu dagingnya kita jual,&quot; tutur Wulan, seorang pengantre di masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (7/11/2011).Dia mengaku, selama Hari Raya Idul Adha merupakan kesempatan untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, dia bisa mendapatkan lima sampai tujuh paket daging kurban dari beberapa tempat.&quot;Paling yang kita makan sendiri cuma satu bungkus. Sisanya ya kita jual,&quot; tambahnya.Menurut Wulan, satu paket daging kurban biasa dihargai sampai puluhan ribu rupiah. Paket-paket tersebut dijual ke tetangga-tetangga sendiri yang  tidak  mendapatkan daging korban.&quot;Di Istiqlal tadi, saya  dapat  dua bungkusan, satu kilo  daging sama setengah kilo jeroan.  Habis itu  saya jual, laku Rp40 ribu,&quot;  akunya.Bagi Wulan, tindakan seperti  itu sah dan wajar-wajar saja. Yang salah, menurutnya, jika satu orang mengantre berkali-kali  di satu tempat.&quot;Tadi di Istiqlal ada yang ngantre sampai lima kali,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Antre berkali-kali untuk mendapatkan jatah daging kurban, kini menjadi tren di kalangan masyarakat urban Jakarta. Daging itu pun tidak semuanya dikonsumsi, melainkan dijual sebagaian untuk keperluan sehari-hari.&quot;Selama musim Idul Adha kita biasanya antre di beberapa tempat. Habis itu dagingnya kita jual,&quot; tutur Wulan, seorang pengantre di masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (7/11/2011).Dia mengaku, selama Hari Raya Idul Adha merupakan kesempatan untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, dia bisa mendapatkan lima sampai tujuh paket daging kurban dari beberapa tempat.&quot;Paling yang kita makan sendiri cuma satu bungkus. Sisanya ya kita jual,&quot; tambahnya.Menurut Wulan, satu paket daging kurban biasa dihargai sampai puluhan ribu rupiah. Paket-paket tersebut dijual ke tetangga-tetangga sendiri yang  tidak  mendapatkan daging korban.&quot;Di Istiqlal tadi, saya  dapat  dua bungkusan, satu kilo  daging sama setengah kilo jeroan.  Habis itu  saya jual, laku Rp40 ribu,&quot;  akunya.Bagi Wulan, tindakan seperti  itu sah dan wajar-wajar saja. Yang salah, menurutnya, jika satu orang mengantre berkali-kali  di satu tempat.&quot;Tadi di Istiqlal ada yang ngantre sampai lima kali,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
