<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Spesies Kucing Besar Terekam di Kawasan Konservasi</title><description>Sebanyak lima spesies kucing besar liar terekam kamera otomatis World Wildlife Fund of Nature (WWF)  dalam beberapa waktu ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/16/340/530360/5-spesies-kucing-besar-terekam-di-kawasan-konservasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/16/340/530360/5-spesies-kucing-besar-terekam-di-kawasan-konservasi"/><item><title>5 Spesies Kucing Besar Terekam di Kawasan Konservasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/16/340/530360/5-spesies-kucing-besar-terekam-di-kawasan-konservasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/16/340/530360/5-spesies-kucing-besar-terekam-di-kawasan-konservasi</guid><pubDate>Rabu 16 November 2011 22:15 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/16/340/530360/TOYxL3pdS9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: WWF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/16/340/530360/TOYxL3pdS9.jpg</image><title>(Foto: WWF)</title></images><description>PEKANBARU- Sebanyak lima spesies kucing besar liar terekam kamera otomatis World Wildlife Fund of Nature (WWF) dalam beberapa waktu ini. Semua jenis satwa langka ini terlihat berada di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Bukit Tigapuluh dan Suaka MargasatwaRimbang Baling Riau. WWF Riau merilis keberadaan lima jenis kucing liar ini dari lima spesies yang ditemukan terdapat empat, di antaranya merupakan satwa dilindungi. Lima hewan liar&amp;nbsp; adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), macan dahan (Neofelis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing emas (Catopuma temmincki), dan kucing congkok (Prionailurus bengalensis).WWF menyatakan bahwa lokasi ditemukannya kehidupan satwa hutan adalah daerah yang koridor atau jalur perlintasan satwa penghubung dua kawasan konservasi TN Bukit Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Daerah yang saat ini terancam oleh degradasi hutan akibat perambahan dan penebangan hutan alam dalam skala besar.&amp;ldquo;Selain kucing congkok, semua jenis kucing liar tersebut, adalah satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7/ 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,&amp;rdquo; kata Karmila Parakkasi, Koordinator Tim Riset Harimau, WWF Indonesia kepada okezone Rabu (16/11/2011).Dia menambahkan dalam kriteria lembaga konservasi IUCN, keempat jenis kucing liar tersebut masuk dalam kategori satwa terancam punah (endangered).&amp;rdquo;Temuan lima jenis kucing sumatera ini membuktikan keunikan dan kekayaan jenis satwa yang dimiliki lanskap hutan Bukit Tigapuluh dan koridor penghubung di sekitarnya. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya upaya serius untuk segera melindungi kawasan tersebut dari ancaman perambahan dan penebangan hutan alam dalam skala besar&amp;rdquo; lanjutnya.Selama tiga bulan survei sistematik dengan kamera otomatis yang dilakukan WWF di tahun 2011 telah berhasil menemukan 404 foto kucing liar. Yang terdiri dari 226 foto harimau sumatera, 77 foto macan dahan, 70 foto kucing emas, 4 foto kucingbatu, dan 27 foto kucing congkok.Sementara pada Mei 2011, WWF merilis video induk dan tiga anak harimau Sumatera yang sedang bermain-main di depan kamera video otomatis di kawasan yang sama.</description><content:encoded>PEKANBARU- Sebanyak lima spesies kucing besar liar terekam kamera otomatis World Wildlife Fund of Nature (WWF) dalam beberapa waktu ini. Semua jenis satwa langka ini terlihat berada di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Bukit Tigapuluh dan Suaka MargasatwaRimbang Baling Riau. WWF Riau merilis keberadaan lima jenis kucing liar ini dari lima spesies yang ditemukan terdapat empat, di antaranya merupakan satwa dilindungi. Lima hewan liar&amp;nbsp; adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), macan dahan (Neofelis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing emas (Catopuma temmincki), dan kucing congkok (Prionailurus bengalensis).WWF menyatakan bahwa lokasi ditemukannya kehidupan satwa hutan adalah daerah yang koridor atau jalur perlintasan satwa penghubung dua kawasan konservasi TN Bukit Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Daerah yang saat ini terancam oleh degradasi hutan akibat perambahan dan penebangan hutan alam dalam skala besar.&amp;ldquo;Selain kucing congkok, semua jenis kucing liar tersebut, adalah satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7/ 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,&amp;rdquo; kata Karmila Parakkasi, Koordinator Tim Riset Harimau, WWF Indonesia kepada okezone Rabu (16/11/2011).Dia menambahkan dalam kriteria lembaga konservasi IUCN, keempat jenis kucing liar tersebut masuk dalam kategori satwa terancam punah (endangered).&amp;rdquo;Temuan lima jenis kucing sumatera ini membuktikan keunikan dan kekayaan jenis satwa yang dimiliki lanskap hutan Bukit Tigapuluh dan koridor penghubung di sekitarnya. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya upaya serius untuk segera melindungi kawasan tersebut dari ancaman perambahan dan penebangan hutan alam dalam skala besar&amp;rdquo; lanjutnya.Selama tiga bulan survei sistematik dengan kamera otomatis yang dilakukan WWF di tahun 2011 telah berhasil menemukan 404 foto kucing liar. Yang terdiri dari 226 foto harimau sumatera, 77 foto macan dahan, 70 foto kucing emas, 4 foto kucingbatu, dan 27 foto kucing congkok.Sementara pada Mei 2011, WWF merilis video induk dan tiga anak harimau Sumatera yang sedang bermain-main di depan kamera video otomatis di kawasan yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
