<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KWI Yakin Toleransi Beragama Masih Ada di Indonesia</title><description>Kendati yakin masih adanya saling hormat dalam menjalankan keyakinan  masing-masing, intoleransi atau tidak saling menghormati diakuinya juga  semakin banyak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/17/337/530739/kwi-yakin-toleransi-beragama-masih-ada-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/17/337/530739/kwi-yakin-toleransi-beragama-masih-ada-di-indonesia"/><item><title>KWI Yakin Toleransi Beragama Masih Ada di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/17/337/530739/kwi-yakin-toleransi-beragama-masih-ada-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/17/337/530739/kwi-yakin-toleransi-beragama-masih-ada-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 17 November 2011 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/17/337/530739/ftvRcnICBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/17/337/530739/ftvRcnICBy.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) meyakini jika rasa saling hormat menghormati antar umat beragama masih ada, meski konflik atas nama agama masih saja terjadi.Ketua KWI Mgr Martinus D Situmorang menghimbau kepada masyarakat agar tetap mensyukuri toleransi yang masih ada.&quot;Dari gereja katolik tetap dalam sikap toleransi membangun persaudaraan sejati lebih dari toleransi yang harus kita bangun,&quot; kata dia kantor KWI, Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2011).Kendati yakin masih adanya saling hormat dalam menjalankan keyakinan masing-masing, intoleransi atau tidak saling menghormati diakuinya juga semakin banyak.&quot;Intoleransi semakin banyak terjadi berisi nuansa kekerasan bahkan sudah ke arah melawan hukum,&quot; cetusnya.Yang memprihatinkan, tambahnya, hal-hal yang membuat semuanya menjadi kacau seakan dibiarkan oleh pemerintah. Ini membuat orang yang menjadi korban mempertanyakan dimana penegakan hukum.&quot;Pejabat manapun tidak berhak tidak mentaati keputusan Mahkamah Agung. Kalau mau membatalakan harus melalui instansi yang legal dan berwenang,&quot; pungkasnya menyinggung pembangkangan Pemerintah Kota Bogor atas putusan MA tentang keberadaan GKI Yasmin. (tri)</description><content:encoded>JAKARTA - Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) meyakini jika rasa saling hormat menghormati antar umat beragama masih ada, meski konflik atas nama agama masih saja terjadi.Ketua KWI Mgr Martinus D Situmorang menghimbau kepada masyarakat agar tetap mensyukuri toleransi yang masih ada.&quot;Dari gereja katolik tetap dalam sikap toleransi membangun persaudaraan sejati lebih dari toleransi yang harus kita bangun,&quot; kata dia kantor KWI, Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2011).Kendati yakin masih adanya saling hormat dalam menjalankan keyakinan masing-masing, intoleransi atau tidak saling menghormati diakuinya juga semakin banyak.&quot;Intoleransi semakin banyak terjadi berisi nuansa kekerasan bahkan sudah ke arah melawan hukum,&quot; cetusnya.Yang memprihatinkan, tambahnya, hal-hal yang membuat semuanya menjadi kacau seakan dibiarkan oleh pemerintah. Ini membuat orang yang menjadi korban mempertanyakan dimana penegakan hukum.&quot;Pejabat manapun tidak berhak tidak mentaati keputusan Mahkamah Agung. Kalau mau membatalakan harus melalui instansi yang legal dan berwenang,&quot; pungkasnya menyinggung pembangkangan Pemerintah Kota Bogor atas putusan MA tentang keberadaan GKI Yasmin. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
