<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Lereng Merapi Tanam 10.850 Bibit Pohon</title><description>Pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, tercatat ada 840 ha hutan  rakyat dan 1.000 ha hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi rusak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/22/340/532819/warga-lereng-merapi-tanam-10-850-bibit-pohon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/22/340/532819/warga-lereng-merapi-tanam-10-850-bibit-pohon"/><item><title>Warga Lereng Merapi Tanam 10.850 Bibit Pohon</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/22/340/532819/warga-lereng-merapi-tanam-10-850-bibit-pohon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/22/340/532819/warga-lereng-merapi-tanam-10-850-bibit-pohon</guid><pubDate>Selasa 22 November 2011 23:10 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/22/340/532819/kRej1zavsw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/22/340/532819/kRej1zavsw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok okezone)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, tercatat ada 840 ha hutan rakyat dan 1.000 ha hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi rusak. Hingga November 2011 ini, masih banyak kawasan yang perlu ditanami pohon. Sebab, imbas dari lahan yang gersang dan tandus itu berpengaruh pada sumber mata air di lereng Gunung Merapi. Gerakan menamam pohon di kawasan tersebut juga sudah dilakukan berbagai elemen masyarakat maupun instansi pemerintah. Bahkan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY juga membagikan pohon berjumlah 10.850 bibit pohon dari berbagai macam pepohonan hari ini, Selasa (22/11/2011). Diantara ribuan pohon yang dibagi di lima desa di Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Diantara bibit pohon yang dibagi untuk masyarakat Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo, Desa Wukirsari, Desa Glagaharjo, dan DesaUmbulhajo itu adalah durian, sawo kecik, rambutan, randu alas, nogosari, mundu, mangga, sengon, glodokan pecut, dan pete. &amp;ldquo;Kita mulai tanamkan Gerakan Cinta Hutan dan Kampanye Indonesia menamam,&amp;rdquo; kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Prov DIY, Akhmad Dawam saat menyerahkan bibit pohon itu di Dusun Duwet, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Penyerahan ribuan bibit pohon itu juga dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo. Purnomo menyambut baik pemberian bibit tersebut. Sebab, dengan gerakan menanam di kawasan Merapi ini sebagai bagian dari usaha untuk menghijaukan kembali kawasan lereng Gunung Merapi pasca erupsi bulan Oktober dan November 2010 lalu.Sepanjang tahun 2011, kata Purnomo, Pemkab Sleman telah memberikan 55.275 bibit pohon untuk penghijauan kembali kawasan yang terkena erupsi Merapi. &amp;ldquo;Tentu saja jumlah tersebut sangat kurang, sehingga Pemkab membuka peluang bagi perusahaan swasta ataupun LSM-LSM yang mempunyai keinginan untuk memberikan bantuan bibit tanaman untuk Merapi,&amp;rdquo; tuturnya. Purnomo menyampaikan, memasuki musim penghujan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali menaman pohon di kawasan lereng Gunung Merapi pasca erupsi 2010 lalu.</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, tercatat ada 840 ha hutan rakyat dan 1.000 ha hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi rusak. Hingga November 2011 ini, masih banyak kawasan yang perlu ditanami pohon. Sebab, imbas dari lahan yang gersang dan tandus itu berpengaruh pada sumber mata air di lereng Gunung Merapi. Gerakan menamam pohon di kawasan tersebut juga sudah dilakukan berbagai elemen masyarakat maupun instansi pemerintah. Bahkan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY juga membagikan pohon berjumlah 10.850 bibit pohon dari berbagai macam pepohonan hari ini, Selasa (22/11/2011). Diantara ribuan pohon yang dibagi di lima desa di Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Diantara bibit pohon yang dibagi untuk masyarakat Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo, Desa Wukirsari, Desa Glagaharjo, dan DesaUmbulhajo itu adalah durian, sawo kecik, rambutan, randu alas, nogosari, mundu, mangga, sengon, glodokan pecut, dan pete. &amp;ldquo;Kita mulai tanamkan Gerakan Cinta Hutan dan Kampanye Indonesia menamam,&amp;rdquo; kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Prov DIY, Akhmad Dawam saat menyerahkan bibit pohon itu di Dusun Duwet, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Penyerahan ribuan bibit pohon itu juga dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo. Purnomo menyambut baik pemberian bibit tersebut. Sebab, dengan gerakan menanam di kawasan Merapi ini sebagai bagian dari usaha untuk menghijaukan kembali kawasan lereng Gunung Merapi pasca erupsi bulan Oktober dan November 2010 lalu.Sepanjang tahun 2011, kata Purnomo, Pemkab Sleman telah memberikan 55.275 bibit pohon untuk penghijauan kembali kawasan yang terkena erupsi Merapi. &amp;ldquo;Tentu saja jumlah tersebut sangat kurang, sehingga Pemkab membuka peluang bagi perusahaan swasta ataupun LSM-LSM yang mempunyai keinginan untuk memberikan bantuan bibit tanaman untuk Merapi,&amp;rdquo; tuturnya. Purnomo menyampaikan, memasuki musim penghujan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali menaman pohon di kawasan lereng Gunung Merapi pasca erupsi 2010 lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
