<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Paku di Tubuh Safira Tak Dimasukkan di Parepare</title><description>Polres Parepare akan menyerahkan kasus temuan paku di tubuh Safira (3) ke Polres Soppeng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/23/340/532981/polisi-paku-di-tubuh-safira-tak-dimasukkan-di-parepare</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/23/340/532981/polisi-paku-di-tubuh-safira-tak-dimasukkan-di-parepare"/><item><title>Polisi: Paku di Tubuh Safira Tak Dimasukkan di Parepare</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/23/340/532981/polisi-paku-di-tubuh-safira-tak-dimasukkan-di-parepare</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/23/340/532981/polisi-paku-di-tubuh-safira-tak-dimasukkan-di-parepare</guid><pubDate>Rabu 23 November 2011 08:41 WIB</pubDate><dc:creator>Didiet Haryadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/23/340/532981/kt0kmMA0ow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebuah paku di punggung Safira hasil CT-Scan. (Dok: Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/23/340/532981/kt0kmMA0ow.jpg</image><title>Sebuah paku di punggung Safira hasil CT-Scan. (Dok: Sindo TV)</title></images><description>PAREPARE - Polres Parepare, Sulawesi Selatan, akan menyerahkan kasus temuan paku di tubuh Safira Putri ke Polres Soppeng.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Aska Mappe mengklaim kasus yang menimpa bocah tiga tahun ini berawal di daerah Soppeng.&amp;ldquo;Saya kira itu bukan wilayah kami karena penuturan ibunya, awal mulanya temuan paku dari tubuh anak itu di daerah Soppeng. Makanya tempat kejadian perkara (TKP) adalah di luar Parepare,&amp;rdquo; jelas Aska, Rabu (23/11/2011).Aska menjelaskan, penyidik akan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Soppeng soal ini. &amp;ldquo;Kami telah mengamankan paku yang sudah dioperasi itu dan masih melakukan penyidikan. Namun masih kurang jelas keterangan yang diberikan tim dokter Safira karena sering berganti-ganti. Kadang dia bilang paku itu sengaja kadang juga bilang tidak,&amp;rdquo; ungkap Aska.Sementara itu, salah seorang anggota tim dokter RSU Andi Makkasau yang menangani Safira, Kamarudin Said, menjelaskan Safira sudah pulih dan sudah bisa pulang pada Kamis besok.&amp;ldquo;Besok (hari ini) akan rapat keseluruhan tim dan kami bisa berikan rawat jalan pada Kamis besok, yang kami takutkan dampak terhadap anak ini selain infeksi, juga psikologis,&amp;rdquo; tutur Kamaruddin.Meski demikian, lanjut dia, dokter bisa saja belum memperbolehkan Safira pulang jika penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Parepare memintanya. &amp;ldquo;Sampai saat ini pihak penyidik juga belum memberikan arahan isolasi Safira untuk kepentingan penyidikan,&amp;rdquo; ungkapnya.Kamaruddin menerangkan, penyidikan bukan urusan dokter, namun tim sudah menegaskan bahwa paku itu berasal dari luar tubuh anak tersebut.&amp;ldquo;Saya sudah diinterogasi dan saya sudah jelaskan secara ilmiah terkait paku itu. Selain ada bekas masuk paku, kemudian ada bekas radang, dan lain-lain. Soal cara masuknya, saya kira dokter tidak bisa menjawab. Pasalnya kami dapati paku itu setelah berada di dalam tubuh Safira,&amp;rdquo; terangnya.</description><content:encoded>PAREPARE - Polres Parepare, Sulawesi Selatan, akan menyerahkan kasus temuan paku di tubuh Safira Putri ke Polres Soppeng.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Aska Mappe mengklaim kasus yang menimpa bocah tiga tahun ini berawal di daerah Soppeng.&amp;ldquo;Saya kira itu bukan wilayah kami karena penuturan ibunya, awal mulanya temuan paku dari tubuh anak itu di daerah Soppeng. Makanya tempat kejadian perkara (TKP) adalah di luar Parepare,&amp;rdquo; jelas Aska, Rabu (23/11/2011).Aska menjelaskan, penyidik akan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Soppeng soal ini. &amp;ldquo;Kami telah mengamankan paku yang sudah dioperasi itu dan masih melakukan penyidikan. Namun masih kurang jelas keterangan yang diberikan tim dokter Safira karena sering berganti-ganti. Kadang dia bilang paku itu sengaja kadang juga bilang tidak,&amp;rdquo; ungkap Aska.Sementara itu, salah seorang anggota tim dokter RSU Andi Makkasau yang menangani Safira, Kamarudin Said, menjelaskan Safira sudah pulih dan sudah bisa pulang pada Kamis besok.&amp;ldquo;Besok (hari ini) akan rapat keseluruhan tim dan kami bisa berikan rawat jalan pada Kamis besok, yang kami takutkan dampak terhadap anak ini selain infeksi, juga psikologis,&amp;rdquo; tutur Kamaruddin.Meski demikian, lanjut dia, dokter bisa saja belum memperbolehkan Safira pulang jika penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Parepare memintanya. &amp;ldquo;Sampai saat ini pihak penyidik juga belum memberikan arahan isolasi Safira untuk kepentingan penyidikan,&amp;rdquo; ungkapnya.Kamaruddin menerangkan, penyidikan bukan urusan dokter, namun tim sudah menegaskan bahwa paku itu berasal dari luar tubuh anak tersebut.&amp;ldquo;Saya sudah diinterogasi dan saya sudah jelaskan secara ilmiah terkait paku itu. Selain ada bekas masuk paku, kemudian ada bekas radang, dan lain-lain. Soal cara masuknya, saya kira dokter tidak bisa menjawab. Pasalnya kami dapati paku itu setelah berada di dalam tubuh Safira,&amp;rdquo; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
