<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>93.960 Srikandi Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual</title><description>Angka kasus kekerasan terhadap perempuan terus meningkat beberapa  tahun belakangan ini. Prihatin dengan tren tersebut, Komisi Nasional  Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan melakukan  kampanye anti kekerasan selama 16 hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533751/93-960-srikandi-indonesia-jadi-korban-kekerasan-seksual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533751/93-960-srikandi-indonesia-jadi-korban-kekerasan-seksual"/><item><title>93.960 Srikandi Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533751/93-960-srikandi-indonesia-jadi-korban-kekerasan-seksual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533751/93-960-srikandi-indonesia-jadi-korban-kekerasan-seksual</guid><pubDate>Kamis 24 November 2011 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/24/337/533751/kaoKfQ5ahk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/24/337/533751/kaoKfQ5ahk.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Angka kasus kekerasan terhadap perempuan terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Prihatin dengan tren tersebut, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan melakukan kampanye anti kekerasan selama 16 hari.
&amp;nbsp;
Dalam kampanye yang rencananya akan digelar 25 November hingga 10 Desember ini, Komnas Perempuan menyoroti kasus kekerasan seksual dan perkosaan. Kampanye tersebut rencananya akan digelar serempak di 21 provinsi.
&amp;nbsp;
&quot;Kasus perkosaan merupakan separuh dari seluruh total kasus yang terpilah,&quot; terang wakil ketua Komnas Perempuan Masruchah di Jakarta, Kamis (24/11/2011).
&amp;nbsp;
Data Komnas Perempuan menyebutkan, dari total 400.939 kasus kekerasan, 93.960 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Terlebih lagi, akses keadilan bagi korban masih dihalangi oleh keterbatasan hukum, struktur maupun budaya.
&amp;nbsp;
&quot;Isu kekerasan seksual memiliki dimensi yang sangat khas bagi perempuan. Di masyarakat, isu ini kerap ditanggapi dengan penuh prasangka moralitas sehingga masyarakat cenderung menyalahkan korban,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Selain sebagai ajang pembelajaran kesadaran pada masyarakat, kampanye ini juga ditujukan kepada pemerintah untuk membuat kerangka kebijakan yang lebih baik.
&amp;nbsp;
&quot;Kita juga mendorong pemerintah agar menyediakan kerangka kebijakan yang lebih baik. Banyak persoalan hukum tentang kasus yang melibatkan perempuan berhenti begitu saja,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Angka kasus kekerasan terhadap perempuan terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Prihatin dengan tren tersebut, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan melakukan kampanye anti kekerasan selama 16 hari.
&amp;nbsp;
Dalam kampanye yang rencananya akan digelar 25 November hingga 10 Desember ini, Komnas Perempuan menyoroti kasus kekerasan seksual dan perkosaan. Kampanye tersebut rencananya akan digelar serempak di 21 provinsi.
&amp;nbsp;
&quot;Kasus perkosaan merupakan separuh dari seluruh total kasus yang terpilah,&quot; terang wakil ketua Komnas Perempuan Masruchah di Jakarta, Kamis (24/11/2011).
&amp;nbsp;
Data Komnas Perempuan menyebutkan, dari total 400.939 kasus kekerasan, 93.960 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Terlebih lagi, akses keadilan bagi korban masih dihalangi oleh keterbatasan hukum, struktur maupun budaya.
&amp;nbsp;
&quot;Isu kekerasan seksual memiliki dimensi yang sangat khas bagi perempuan. Di masyarakat, isu ini kerap ditanggapi dengan penuh prasangka moralitas sehingga masyarakat cenderung menyalahkan korban,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Selain sebagai ajang pembelajaran kesadaran pada masyarakat, kampanye ini juga ditujukan kepada pemerintah untuk membuat kerangka kebijakan yang lebih baik.
&amp;nbsp;
&quot;Kita juga mendorong pemerintah agar menyediakan kerangka kebijakan yang lebih baik. Banyak persoalan hukum tentang kasus yang melibatkan perempuan berhenti begitu saja,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
