<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Diminta Tegas Sikapi Penempatan Marinir AS di Australia</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diminta tegas terkait rencana  penempatan&amp;nbsp; 2500 personel marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin,  Australia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533768/sby-diminta-tegas-sikapi-penempatan-marinir-as-di-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533768/sby-diminta-tegas-sikapi-penempatan-marinir-as-di-australia"/><item><title>SBY Diminta Tegas Sikapi Penempatan Marinir AS di Australia</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533768/sby-diminta-tegas-sikapi-penempatan-marinir-as-di-australia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/24/337/533768/sby-diminta-tegas-sikapi-penempatan-marinir-as-di-australia</guid><pubDate>Kamis 24 November 2011 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/24/337/533768/GDHOjHvkaE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/24/337/533768/GDHOjHvkaE.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</title></images><description>JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diminta tegas terkait rencana penempatan&amp;nbsp; 2500 personel marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia. &amp;nbsp;&amp;ldquo; Indonesia perlu menunjukan sikap sebagai bangsa besar dan bermartabat, Presiden harus mempunyai sikap yang tegas dalam menghadapi isu negara tetangga serta kepentingan asing menyangkut wilayah kedaulatan rakyat Indonesia,&amp;rdquo; kata pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (24/11/2011).&amp;nbsp;Dia berpendapat, pemerintah harus menolak adanya&amp;nbsp; penempatan marinir Amerika Serikat di Darwin, karena dapat mengancam kedaulatan NKRI.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Saat ini banyak pihak asing yang sedang masuk dan aktif di Papua, tanpa tindakan yang tegas kita membawa Indonesia dalam kesulitan yang besar,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Bangsa Indonesia harus mempunyai jati diri sebagai bangsa yang bermartabat dan bangsa yang besar,&amp;rsquo; pungkasnya.&amp;nbsp;Sebelumnya, pangkalan militer tersebut&amp;nbsp; dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan. Selain itu,&amp;nbsp; diduga pangkalan itu ada&amp;nbsp; kepentingan Amerika Serikat atas basis sumberdaya mereka di Freeport yang digoyang dengan tuntutan masyarakat atas rasa keadilan yang selama ini tidak dirasakan, terutama bagi masyarakat Papua</description><content:encoded>JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diminta tegas terkait rencana penempatan&amp;nbsp; 2500 personel marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia. &amp;nbsp;&amp;ldquo; Indonesia perlu menunjukan sikap sebagai bangsa besar dan bermartabat, Presiden harus mempunyai sikap yang tegas dalam menghadapi isu negara tetangga serta kepentingan asing menyangkut wilayah kedaulatan rakyat Indonesia,&amp;rdquo; kata pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (24/11/2011).&amp;nbsp;Dia berpendapat, pemerintah harus menolak adanya&amp;nbsp; penempatan marinir Amerika Serikat di Darwin, karena dapat mengancam kedaulatan NKRI.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Saat ini banyak pihak asing yang sedang masuk dan aktif di Papua, tanpa tindakan yang tegas kita membawa Indonesia dalam kesulitan yang besar,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Bangsa Indonesia harus mempunyai jati diri sebagai bangsa yang bermartabat dan bangsa yang besar,&amp;rsquo; pungkasnya.&amp;nbsp;Sebelumnya, pangkalan militer tersebut&amp;nbsp; dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan. Selain itu,&amp;nbsp; diduga pangkalan itu ada&amp;nbsp; kepentingan Amerika Serikat atas basis sumberdaya mereka di Freeport yang digoyang dengan tuntutan masyarakat atas rasa keadilan yang selama ini tidak dirasakan, terutama bagi masyarakat Papua</content:encoded></item></channel></rss>
