<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil KTT PBB Soal Ozon di Bali</title><description>Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Ozon yang berlangsung sejak 21 hingga 25 November di Bali Nusa Dua Convention Centre menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/25/337/534423/hasil-ktt-pbb-soal-ozon-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/25/337/534423/hasil-ktt-pbb-soal-ozon-di-bali"/><item><title>Hasil KTT PBB Soal Ozon di Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/25/337/534423/hasil-ktt-pbb-soal-ozon-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/25/337/534423/hasil-ktt-pbb-soal-ozon-di-bali</guid><pubDate>Jum'at 25 November 2011 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/25/337/534423/E21vyCkUYZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/25/337/534423/E21vyCkUYZ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>NUSA DUA - Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Ozon yang berlangsung sejak 21 hingga 25 November di Bali Nusa Dua Convention Centre menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Bali.
&amp;nbsp;
Deputi Menteri Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup, Arief Yuwono mengatakan deklarasi tersebut berisi semangat untuk melaksanakan transisi penggunaan bahan ozon alternatif. Hal ini bertujuan agar potensi pemanasan global lebih rendah.
&amp;nbsp;
Deklarasi yang merupakan usulan dari Indonesia ini, sambungnya, menjembatani semua kepentingan negara dalam upaya penyelamatan lapisan ozon seiring mencegah memburuknya perubahan iklim di dunia belakangan ini.
&amp;nbsp;
Arief menambahkan melalui proses negosiasi dan persuasi dari delegasi Indonesia di penghujung konferensi akhirnya disepakati Deklarasi Bali yang disepakati oleh 91 negara dari total 124 negara yang hadir.
&amp;nbsp;
Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya menyambut baik Deklarasi Bali tersebut. Mantan Rektor Universitas Cenderawasih Papua ini menekankan beberapa poin penting diantaranya penyediaan bahan alternatif pengganti bahan perusak ozon yang layak secara ekonomi dan teknis.
&amp;nbsp;
Selain itu adanya sinergi antara upaya pemulihan lapisan ozon dan konsentrasi gas rumah kaca diatmosfir, serta perlu adanya komitmen yang tinggi dan upaya yang keras oleh komunitas internasional menjadi penting.&amp;nbsp;</description><content:encoded>NUSA DUA - Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Ozon yang berlangsung sejak 21 hingga 25 November di Bali Nusa Dua Convention Centre menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Bali.
&amp;nbsp;
Deputi Menteri Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup, Arief Yuwono mengatakan deklarasi tersebut berisi semangat untuk melaksanakan transisi penggunaan bahan ozon alternatif. Hal ini bertujuan agar potensi pemanasan global lebih rendah.
&amp;nbsp;
Deklarasi yang merupakan usulan dari Indonesia ini, sambungnya, menjembatani semua kepentingan negara dalam upaya penyelamatan lapisan ozon seiring mencegah memburuknya perubahan iklim di dunia belakangan ini.
&amp;nbsp;
Arief menambahkan melalui proses negosiasi dan persuasi dari delegasi Indonesia di penghujung konferensi akhirnya disepakati Deklarasi Bali yang disepakati oleh 91 negara dari total 124 negara yang hadir.
&amp;nbsp;
Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya menyambut baik Deklarasi Bali tersebut. Mantan Rektor Universitas Cenderawasih Papua ini menekankan beberapa poin penting diantaranya penyediaan bahan alternatif pengganti bahan perusak ozon yang layak secara ekonomi dan teknis.
&amp;nbsp;
Selain itu adanya sinergi antara upaya pemulihan lapisan ozon dan konsentrasi gas rumah kaca diatmosfir, serta perlu adanya komitmen yang tinggi dan upaya yang keras oleh komunitas internasional menjadi penting.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
