<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Rehab Sekolah Bermasalah, Ratusan Siswa di Sampang Telantar</title><description>Ruang kelas yang biasa digunakan telanjur dibongkar, dan hingga hari ini belum juga usai diperbaiki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534644/proyek-rehab-sekolah-bermasalah-ratusan-siswa-di-sampang-telantar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534644/proyek-rehab-sekolah-bermasalah-ratusan-siswa-di-sampang-telantar"/><item><title>Proyek Rehab Sekolah Bermasalah, Ratusan Siswa di Sampang Telantar</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534644/proyek-rehab-sekolah-bermasalah-ratusan-siswa-di-sampang-telantar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534644/proyek-rehab-sekolah-bermasalah-ratusan-siswa-di-sampang-telantar</guid><pubDate>Sabtu 26 November 2011 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Syahrawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/26/340/534644/M7ctk8gcrG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">siswa sekolah SDN Tambelangan II (foto:Taufik Syahrawi/SINDO TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/26/340/534644/M7ctk8gcrG.jpg</image><title>siswa sekolah SDN Tambelangan II (foto:Taufik Syahrawi/SINDO TV)</title></images><description>SAMPANG &amp;ndash; Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Tambelangan II, Kabupaten Sampang, Madura tidak dapat mengikuti pelajaran, lantaran ruang kelasnya belum selesai direnovasi.Ruang kelas yang biasa digunakan telanjur dibongkar, dan hingga hari ini belum juga usai diperbaiki.Sejumlah material bangunan serta perkakas kayu yang sudah dibongkar dibiarkan tergeletak begitu saja di dalam ruangan kelas maupun di halaman sekolah. &amp;nbsp;Dihentikannnya proyek perbaikan sekolah yang memperoleh kucuran dana sebesar Rp190 juta itu, dihentikan karena ahli waris mempersoalkan status kepemilikan tanah.Sekolah yang dibangun pada 1972 ini memang telah berulang kali digugat oleh ahli waris pemilik tanah, dan belum juga ada penyelesaian. Akibatnya, ahli waris menghalangi proyek renovasi bangunan sekolah, sebelum tanah yang diklaimnya dibebaskan terlebih dahulu oleh pemerintah setempat.&amp;nbsp;Mohammad Husni, ahli waris tanah ini mengatakan, jangan sampai ada aktivitas apapun di tanah tersebut selain aktivitas belajar mengajar.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami kan sudah dengan legowo memperbolehkan aktivitas belajar mengajar. Namun&amp;nbsp; kalau dibangun atau direhabilitasi bangunannya, itu lain persoalan,&amp;rdquo; tegas Husni.&amp;nbsp;Jika pembebasan tanah sekolah ini tidak segera dilakukan, semua aktivitas di sekolah ini pun terancam ditutup oleh pihak ahli waris tanah.Akibat, sebanyak 193 siswa di sekolah ini kena getahnya. Mereka tidak memiliki ruangan. Para siswa hanya asyik bermain-main di halaman sekolah. Kepala sekolah SDN Tambelangan II Hanafi menuturkan, dirinya tidak mengetahui persoalan sengketa tanah tersebut. Pihak ahli waris pun melakukan upaya penolakan rehabilitas ini melalui surat yang dikirim ke sekolah setelah proposal rehabilitasi sekolah direstui pemerintah.&amp;nbsp;Sementara, Kepala Unit Pelaksana Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Tambelangan, Sampang, Aminullah, berjanji akan mencarikan solusi dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang secepatnya.</description><content:encoded>SAMPANG &amp;ndash; Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Tambelangan II, Kabupaten Sampang, Madura tidak dapat mengikuti pelajaran, lantaran ruang kelasnya belum selesai direnovasi.Ruang kelas yang biasa digunakan telanjur dibongkar, dan hingga hari ini belum juga usai diperbaiki.Sejumlah material bangunan serta perkakas kayu yang sudah dibongkar dibiarkan tergeletak begitu saja di dalam ruangan kelas maupun di halaman sekolah. &amp;nbsp;Dihentikannnya proyek perbaikan sekolah yang memperoleh kucuran dana sebesar Rp190 juta itu, dihentikan karena ahli waris mempersoalkan status kepemilikan tanah.Sekolah yang dibangun pada 1972 ini memang telah berulang kali digugat oleh ahli waris pemilik tanah, dan belum juga ada penyelesaian. Akibatnya, ahli waris menghalangi proyek renovasi bangunan sekolah, sebelum tanah yang diklaimnya dibebaskan terlebih dahulu oleh pemerintah setempat.&amp;nbsp;Mohammad Husni, ahli waris tanah ini mengatakan, jangan sampai ada aktivitas apapun di tanah tersebut selain aktivitas belajar mengajar.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami kan sudah dengan legowo memperbolehkan aktivitas belajar mengajar. Namun&amp;nbsp; kalau dibangun atau direhabilitasi bangunannya, itu lain persoalan,&amp;rdquo; tegas Husni.&amp;nbsp;Jika pembebasan tanah sekolah ini tidak segera dilakukan, semua aktivitas di sekolah ini pun terancam ditutup oleh pihak ahli waris tanah.Akibat, sebanyak 193 siswa di sekolah ini kena getahnya. Mereka tidak memiliki ruangan. Para siswa hanya asyik bermain-main di halaman sekolah. Kepala sekolah SDN Tambelangan II Hanafi menuturkan, dirinya tidak mengetahui persoalan sengketa tanah tersebut. Pihak ahli waris pun melakukan upaya penolakan rehabilitas ini melalui surat yang dikirim ke sekolah setelah proposal rehabilitasi sekolah direstui pemerintah.&amp;nbsp;Sementara, Kepala Unit Pelaksana Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Tambelangan, Sampang, Aminullah, berjanji akan mencarikan solusi dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang secepatnya.</content:encoded></item></channel></rss>
