<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malam 1 Suro, Sri Mulyani Berburu Air Kembang di Solo</title><description>Menyambut malam Satu Suro, ribuan warga Solo berebut air kembang dan sesaji&amp;nbsp; di halaman Pura Mangkunegaran, Solo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534672/malam-1-suro-sri-mulyani-berburu-air-kembang-di-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534672/malam-1-suro-sri-mulyani-berburu-air-kembang-di-solo"/><item><title>Malam 1 Suro, Sri Mulyani Berburu Air Kembang di Solo</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534672/malam-1-suro-sri-mulyani-berburu-air-kembang-di-solo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/26/340/534672/malam-1-suro-sri-mulyani-berburu-air-kembang-di-solo</guid><pubDate>Sabtu 26 November 2011 23:46 WIB</pubDate><dc:creator>Septyantoro Aji Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/26/340/534672/i5ECfZlbNm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto:Septyantoro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/26/340/534672/i5ECfZlbNm.jpg</image><title>(Foto:Septyantoro)</title></images><description>SURAKARTA- Menyambut malam Satu Suro, ribuan warga Solo berebut air kembang dan sesaji&amp;nbsp; di halaman Pura Mangkunegaran, Solo. Ribuan warga ini sengaja datang berebut sesaji untuk mendapatkan berkah. Pantauan di lapangan, Sabtu (26/11/2011), tampak&amp;nbsp; ribuan warga saling berdesakan, untuk mendapatkan air kembang. Sebelum air tersebut didoakan, warga telah menyerbu air kembang yang dianggap bisa mendapatkan berkah.Sejak pukul 18.00 WIB, warga Solo telah memadati halaman pura mangkunegaran. Prosesi malam Satu Suro dimulai dengan keluarnya&amp;nbsp; pusaka Mangkunegaran berupa tombak dan&amp;nbsp; baju&amp;nbsp; sri paduka magkunegara I. Namun sebelum pusaka ini dikirab, prosesi diawali dengan mendoakan sesaji sebab warga sudah berdesakan untuk mendapatkan berkah tersebut.Sri Mulyani, warga Jebres Solo mengaku sengaja datang&amp;nbsp; untuk mendapatkan air yang akan digunakan untuk keselamatan keluarga&amp;nbsp; dan kesembuhan. Sementara Suwarni, warga Klaten mengaku sudah mendatangi Pura Mangkunegaran&amp;nbsp; sejak sore hari bersama ibunya.Seperti diketahui, upacara malam 1 suro dimulai sejak 1633 pada zaman Raja Mataram Sultan Agung. Dalam prosesi malam 1 Suro, selain kirab benda pusaka, keluarga, kerabat dan para abdi dalam Mangkunegaran juga melakukan laku bisu mengelilingi Pura Mangkunegaran sebanyak tujuh kali.</description><content:encoded>SURAKARTA- Menyambut malam Satu Suro, ribuan warga Solo berebut air kembang dan sesaji&amp;nbsp; di halaman Pura Mangkunegaran, Solo. Ribuan warga ini sengaja datang berebut sesaji untuk mendapatkan berkah. Pantauan di lapangan, Sabtu (26/11/2011), tampak&amp;nbsp; ribuan warga saling berdesakan, untuk mendapatkan air kembang. Sebelum air tersebut didoakan, warga telah menyerbu air kembang yang dianggap bisa mendapatkan berkah.Sejak pukul 18.00 WIB, warga Solo telah memadati halaman pura mangkunegaran. Prosesi malam Satu Suro dimulai dengan keluarnya&amp;nbsp; pusaka Mangkunegaran berupa tombak dan&amp;nbsp; baju&amp;nbsp; sri paduka magkunegara I. Namun sebelum pusaka ini dikirab, prosesi diawali dengan mendoakan sesaji sebab warga sudah berdesakan untuk mendapatkan berkah tersebut.Sri Mulyani, warga Jebres Solo mengaku sengaja datang&amp;nbsp; untuk mendapatkan air yang akan digunakan untuk keselamatan keluarga&amp;nbsp; dan kesembuhan. Sementara Suwarni, warga Klaten mengaku sudah mendatangi Pura Mangkunegaran&amp;nbsp; sejak sore hari bersama ibunya.Seperti diketahui, upacara malam 1 suro dimulai sejak 1633 pada zaman Raja Mataram Sultan Agung. Dalam prosesi malam 1 Suro, selain kirab benda pusaka, keluarga, kerabat dan para abdi dalam Mangkunegaran juga melakukan laku bisu mengelilingi Pura Mangkunegaran sebanyak tujuh kali.</content:encoded></item></channel></rss>
