<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bikin Paspor, Umar Patek Dibantu Calo  </title><description>Hari menjelaskan dirinya tidak mengetahui kalau nama istri Umar, Ruqoyah dipalsukan oleh Umar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/28/339/535229/bikin-paspor-umar-patek-dibantu-calo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/28/339/535229/bikin-paspor-umar-patek-dibantu-calo"/><item><title>Bikin Paspor, Umar Patek Dibantu Calo  </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/28/339/535229/bikin-paspor-umar-patek-dibantu-calo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/28/339/535229/bikin-paspor-umar-patek-dibantu-calo</guid><pubDate>Senin 28 November 2011 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/28/339/535229/KPuyx3h7G7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Umar Patek (dok:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/28/339/535229/KPuyx3h7G7.jpg</image><title>Umar Patek (dok:okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembuatan dokumen palsu Umar Patek dan istrinya, Ruqoyah binti Hasan Huseno ternyata melalui tangan calo atau biro jasa.&quot;Setelah saya menerima dokumen kelengkapan dari Umar, saya menyerahkan langsung ke biro jasa,&quot; kata Hari Kuncoro, saat memberikan kesaksian di persidangan, Senin (28/11/2011).Dia mengetahui adanya biro jasa pembuatan paspor dari koran dan internet. &quot;Biaya paket pembuatan paspor, RP 1,8 juta perorang dua jadi RP 3,6 juta,&quot; terangnya.Hari menjelaskan dirinya tidak mengetahui kalau nama istri Umar, Ruqoyah dipalsukan oleh Umar.&amp;nbsp; &quot;Setelah mendapatkan dokumen kelengkapan paspor, langsung saya serahkan ke calo,&quot;paparnya.Pihak calo kemudian memberikan blangko yang harus ditanda tangani Umar Patek. &quot;Tanpa melihat, saya serahkan ke Umar, setelah itu dikembalikan ke calo,&quot; ungkapnya.Ia baru mengetahui kalau nama, alamat, dan tanggal lahir yang digunakan istri Umar setelah adanya kejadian ini. &quot;Kalau Umar saya tahu namanya diganti Anis, dia mengganti nama karena DPO,&quot; jelasnya.Saat ditanyakan siapa yang mengurus tiket pesawat untuk keberangkatan Umar ke Afganistan, menurutnya yang mengurus orang Pakistan. &quot;Umar berangkat antara Agustus atau September, dan tertangkap pada Januari 2011,&quot; tegasnya.Menanggapi apakah dirinya akan mengikuti jejak Umar Patek untuk berhijrah, Hari tidak membantah hal tersebut. &quot;Iya, saya juga mau berhijrah,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembuatan dokumen palsu Umar Patek dan istrinya, Ruqoyah binti Hasan Huseno ternyata melalui tangan calo atau biro jasa.&quot;Setelah saya menerima dokumen kelengkapan dari Umar, saya menyerahkan langsung ke biro jasa,&quot; kata Hari Kuncoro, saat memberikan kesaksian di persidangan, Senin (28/11/2011).Dia mengetahui adanya biro jasa pembuatan paspor dari koran dan internet. &quot;Biaya paket pembuatan paspor, RP 1,8 juta perorang dua jadi RP 3,6 juta,&quot; terangnya.Hari menjelaskan dirinya tidak mengetahui kalau nama istri Umar, Ruqoyah dipalsukan oleh Umar.&amp;nbsp; &quot;Setelah mendapatkan dokumen kelengkapan paspor, langsung saya serahkan ke calo,&quot;paparnya.Pihak calo kemudian memberikan blangko yang harus ditanda tangani Umar Patek. &quot;Tanpa melihat, saya serahkan ke Umar, setelah itu dikembalikan ke calo,&quot; ungkapnya.Ia baru mengetahui kalau nama, alamat, dan tanggal lahir yang digunakan istri Umar setelah adanya kejadian ini. &quot;Kalau Umar saya tahu namanya diganti Anis, dia mengganti nama karena DPO,&quot; jelasnya.Saat ditanyakan siapa yang mengurus tiket pesawat untuk keberangkatan Umar ke Afganistan, menurutnya yang mengurus orang Pakistan. &quot;Umar berangkat antara Agustus atau September, dan tertangkap pada Januari 2011,&quot; tegasnya.Menanggapi apakah dirinya akan mengikuti jejak Umar Patek untuk berhijrah, Hari tidak membantah hal tersebut. &quot;Iya, saya juga mau berhijrah,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
