<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Blokir Jalan Raya Porong, Jalur Surabaya-Malang Lumpuh</title><description>Untuk kesekian kalinya, korban lumpur kembali memblokir Jalan Raya  Porong, Senin (28/11/2011).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/28/340/535388/warga-blokir-jalan-raya-porong-jalur-surabaya-malang-lumpuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/28/340/535388/warga-blokir-jalan-raya-porong-jalur-surabaya-malang-lumpuh"/><item><title>Warga Blokir Jalan Raya Porong, Jalur Surabaya-Malang Lumpuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/28/340/535388/warga-blokir-jalan-raya-porong-jalur-surabaya-malang-lumpuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/28/340/535388/warga-blokir-jalan-raya-porong-jalur-surabaya-malang-lumpuh</guid><pubDate>Senin 28 November 2011 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rouf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/28/340/535388/z6LPaDBXwH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Dok: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/28/340/535388/z6LPaDBXwH.jpg</image><title>(Dok: Koran SI)</title></images><description>SIDOARJO - Untuk kesekian kalinya, korban lumpur kembali memblokir Jalan Raya Porong, Senin (28/11/2011). Mereka menuntut agar ganti rugi gagal panen akibat tanggul jebol segera dibayar. Akibat aksi blokir jalur arteri yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, kendaraan dari dua arah macet total. Kendaraan dari arah Malang sudah kemacetannya bahkan sampai Apollo, Pasuruan. Demikian pula kendaraan dari arah Surabaya, kemacetan kendaraan sampai kawasan Tanggulangin. Sedangkan di jalan tol Sidoarjo Porong, kendaraan yang terjebak kemacetan panjangnya sampai pintu tol Sidoarjo.Dalam aksi demo kali ini, ada beberapa kelompok korban lumpur yang turun jalan. Diantaranya, Korban Lumpur Menggugat (KLM) yang menuntut ganti rugi gagal panen. Kelompok korban lumpur 45 RT yang mendesak agar dimasukkan peta terdampak dan segera dibayar ganti ruginya.Warga membuat tenda di Jalan Raya Porong dan memasang spanduk tuntutan. Demikian pula, warga yang memblokir jalan di kawasan Ketapang, Tanggulangin, mereka juga berorasi menuntut haknya.Mereka menuntut agar Kepala BPLS Sunarso menemui mereka. Namun, tak lama kemudian Asisten III (bidang Kesra) Pemprov Jatim, Edi Purwinarto yang didampingi Kapolres Sidoarjo AKBP H. Eddy Hermanto menemui warga. Namun, upaya Edi yang meminta warga membubarkan aksi blokir tidak digubris. Ribuan korban lumpur tetap bertahan untuk memblokir Jalan Raya Porong, namun Kepala BPLS Sunarso yang diharapkan hadir tidak datang juga. &quot;Yang kita inginkan adalah bukti bukan hanya janji-janji,&quot;ujar Abdul Fatah, salah satu perwakilan korban lumpur asal Kedungbendo, Senin (28/11/2011).Fatah mengatakan, setidaknya ada tiga tuntutan korban lumpur dalam aksi kali ini. Pertama, menuntut agar pemerintah segera membayar ganti rugi gagal panen akibat tanggul jebol 23 Desember 2010 lalu. Kedua, mendesak Lapindo melalui Minarak segera melunasi ganti rugi warga yang ditanggung Lapindo. Dan, terakhir mereka mendesak agar BPLS segera membayar lahan di Desa Penatarsewu, Tanggulangin yang digunakan saluran irigasi lumpur oleh BPLS.Sekitar pukul 12.45 WIB, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah didampingi Ketua DPRD Sidoarjo, Kepala Kesbanglinmas Fauzi Isfandiari menemui warga yang memblokir Jalan Raya Porong kawasan Siring. Bupati diminta untuk menandatangani surat desakan terkait tiga tuntutan korban lumpur.Dihadapan warga, Saiful Ilah berdalih kalau tanpa disuruh warga pihaknya sudah berkirim surat ke Minarak, Menteri PU agar pembayaran ganti rugi korban lumour segera dilunasi. Sedangkan untuk ganti rugi lahan di Penatarsewu, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPLS.Bagaimana terkait ganti rugi gagal panen, Saiful Ilah mengaku uangnya sudah ada. Hanya saja, kini masih terkendaka belum terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).&quot;Kalau BPBD sudah terbentuk, dana gagal panen dari pusat tersebut sudah bisa dicairkan,&quot;ujarnya.Saifullah akhirnya mau menandatangani surat pernyataan terkait tiga tuntutan korban lumpur. Bahkan, dia memastikan kalau dana untuk gagal panen itu sudah bisa dicairkan akhir Januari 2012.Kepala Kesbanlinmas Sidoarjo, Fauzi Isfandiari mengatakan Pemkab Sidoarjo mendapat bantuan bencana dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebesar Rp 9 miliar. Dana itu, akan diperuntukkan ganti rugi gagal panen. &quot;Kalau BPBD sudah terbentuk dana bisa dicairkab,&quot;tandasnya.Setelah, mendapat penjelasan dari Bupati Sidoarjo sekitar pukul 13.30 WIB warga membuka blokir Jalan Raya Porong di titik Siring. Meski demikian, warga yang memblokir jalan di Ketapang belum mau bubar. Bupati akhirnya menemui mereka, setelah digelar dialog warga akhirnya mau membubarkan diri.Pantauan di lapangan, antrian panjang kendaraan di tol Sidoarjo-Porong lebih dari tiga kilometer arah Porong. Terutama didominasi oleh kendaraan jenis truk. Karena menunggu lama, sopir memilih turun dan berteduh di pinggir jalan tol. Sedangkan, tol arah Porong-Sidoarjo cukup lengang karena kendaraan dari arah Malang tertahan di Jalan Raya Porong akibat diblokir warga.</description><content:encoded>SIDOARJO - Untuk kesekian kalinya, korban lumpur kembali memblokir Jalan Raya Porong, Senin (28/11/2011). Mereka menuntut agar ganti rugi gagal panen akibat tanggul jebol segera dibayar. Akibat aksi blokir jalur arteri yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, kendaraan dari dua arah macet total. Kendaraan dari arah Malang sudah kemacetannya bahkan sampai Apollo, Pasuruan. Demikian pula kendaraan dari arah Surabaya, kemacetan kendaraan sampai kawasan Tanggulangin. Sedangkan di jalan tol Sidoarjo Porong, kendaraan yang terjebak kemacetan panjangnya sampai pintu tol Sidoarjo.Dalam aksi demo kali ini, ada beberapa kelompok korban lumpur yang turun jalan. Diantaranya, Korban Lumpur Menggugat (KLM) yang menuntut ganti rugi gagal panen. Kelompok korban lumpur 45 RT yang mendesak agar dimasukkan peta terdampak dan segera dibayar ganti ruginya.Warga membuat tenda di Jalan Raya Porong dan memasang spanduk tuntutan. Demikian pula, warga yang memblokir jalan di kawasan Ketapang, Tanggulangin, mereka juga berorasi menuntut haknya.Mereka menuntut agar Kepala BPLS Sunarso menemui mereka. Namun, tak lama kemudian Asisten III (bidang Kesra) Pemprov Jatim, Edi Purwinarto yang didampingi Kapolres Sidoarjo AKBP H. Eddy Hermanto menemui warga. Namun, upaya Edi yang meminta warga membubarkan aksi blokir tidak digubris. Ribuan korban lumpur tetap bertahan untuk memblokir Jalan Raya Porong, namun Kepala BPLS Sunarso yang diharapkan hadir tidak datang juga. &quot;Yang kita inginkan adalah bukti bukan hanya janji-janji,&quot;ujar Abdul Fatah, salah satu perwakilan korban lumpur asal Kedungbendo, Senin (28/11/2011).Fatah mengatakan, setidaknya ada tiga tuntutan korban lumpur dalam aksi kali ini. Pertama, menuntut agar pemerintah segera membayar ganti rugi gagal panen akibat tanggul jebol 23 Desember 2010 lalu. Kedua, mendesak Lapindo melalui Minarak segera melunasi ganti rugi warga yang ditanggung Lapindo. Dan, terakhir mereka mendesak agar BPLS segera membayar lahan di Desa Penatarsewu, Tanggulangin yang digunakan saluran irigasi lumpur oleh BPLS.Sekitar pukul 12.45 WIB, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah didampingi Ketua DPRD Sidoarjo, Kepala Kesbanglinmas Fauzi Isfandiari menemui warga yang memblokir Jalan Raya Porong kawasan Siring. Bupati diminta untuk menandatangani surat desakan terkait tiga tuntutan korban lumpur.Dihadapan warga, Saiful Ilah berdalih kalau tanpa disuruh warga pihaknya sudah berkirim surat ke Minarak, Menteri PU agar pembayaran ganti rugi korban lumour segera dilunasi. Sedangkan untuk ganti rugi lahan di Penatarsewu, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPLS.Bagaimana terkait ganti rugi gagal panen, Saiful Ilah mengaku uangnya sudah ada. Hanya saja, kini masih terkendaka belum terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).&quot;Kalau BPBD sudah terbentuk, dana gagal panen dari pusat tersebut sudah bisa dicairkan,&quot;ujarnya.Saifullah akhirnya mau menandatangani surat pernyataan terkait tiga tuntutan korban lumpur. Bahkan, dia memastikan kalau dana untuk gagal panen itu sudah bisa dicairkan akhir Januari 2012.Kepala Kesbanlinmas Sidoarjo, Fauzi Isfandiari mengatakan Pemkab Sidoarjo mendapat bantuan bencana dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebesar Rp 9 miliar. Dana itu, akan diperuntukkan ganti rugi gagal panen. &quot;Kalau BPBD sudah terbentuk dana bisa dicairkab,&quot;tandasnya.Setelah, mendapat penjelasan dari Bupati Sidoarjo sekitar pukul 13.30 WIB warga membuka blokir Jalan Raya Porong di titik Siring. Meski demikian, warga yang memblokir jalan di Ketapang belum mau bubar. Bupati akhirnya menemui mereka, setelah digelar dialog warga akhirnya mau membubarkan diri.Pantauan di lapangan, antrian panjang kendaraan di tol Sidoarjo-Porong lebih dari tiga kilometer arah Porong. Terutama didominasi oleh kendaraan jenis truk. Karena menunggu lama, sopir memilih turun dan berteduh di pinggir jalan tol. Sedangkan, tol arah Porong-Sidoarjo cukup lengang karena kendaraan dari arah Malang tertahan di Jalan Raya Porong akibat diblokir warga.</content:encoded></item></channel></rss>
