<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aneh, Sapi Bermata Satu Tanpa Hidung</title><description>Sapi ini lahir dengan fisik berbeda yakni hanya memiliki satu mata. Karena itu warga menyebutnya Mata Dewa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/30/340/536177/aneh-sapi-bermata-satu-tanpa-hidung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/11/30/340/536177/aneh-sapi-bermata-satu-tanpa-hidung"/><item><title>Aneh, Sapi Bermata Satu Tanpa Hidung</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/11/30/340/536177/aneh-sapi-bermata-satu-tanpa-hidung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/11/30/340/536177/aneh-sapi-bermata-satu-tanpa-hidung</guid><pubDate>Rabu 30 November 2011 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rahem</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/30/340/536177/lsi2SLweL8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sapi bermata satu milik Rasyid. (Dok: Sindo TV/Abdul Rahem)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/30/340/536177/lsi2SLweL8.jpg</image><title>Sapi bermata satu milik Rasyid. (Dok: Sindo TV/Abdul Rahem)</title></images><description>SUMENEP - Seekor anak sapi lahir dengan mata satu dan tidak berhidung. Mata tunggal terletak di tengah antara mulut dan bagian atas kepala. Sementara untuk bernapas, sapi tersebut menggunakan mulut.&amp;nbsp;Meski mengalami kelainan fisik, sapi milik Rasyid, warga Dusun Laok Songai, Desa Billapora Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu tampak sehat. Sapi itu mampu berdiri meski tidak bisa berjalan.Menurut Rasyid, proses kelahiran sapinya normal layaknya sapi lain. Hanya saja dia terkejut saat mendapati mata ada di atas mulut.Bentuk mata juga tidak tampak seperti mata sapi pada umumnya. Bola matanya menonjol. Karena itu warga setempat menyebutnya sapi Mata Dewa.Rasyid mengaku sempat bermimpi aneh sebelum Mata Dewa lahir. &amp;ldquo;Sehari sebelum sapi lahir, saya bermimpi membajak di ladang. Tapi sapi saya tidak mau jalan akhirnya saya pukuli, tetap saja tidak mau jalan hingga kepalanya saya pukul,&amp;rdquo; kata Rasyid, Rabu (30/11/2011).Keesokan harinya, Rasyid terkejut sapi yang biasa dia gunakan membajak, melahirkan anak dalam kondisi fisik tidak normal. Berita sapi aneh milik Rasyid itu kini beredar luas tidak hanya di desanya. Tak heran, setiap hari puluhan orang yang penasaran mendatangi rumah Rasyid.Sapi itu dirawat Rasyid dengan penuh kasih sayang. Setiap hari Mata Dewa diberi susu dan telur ayam kampung. Dia mengaku tidak akan menjualnya meski ada yang menawar dengan harga tinggi.</description><content:encoded>SUMENEP - Seekor anak sapi lahir dengan mata satu dan tidak berhidung. Mata tunggal terletak di tengah antara mulut dan bagian atas kepala. Sementara untuk bernapas, sapi tersebut menggunakan mulut.&amp;nbsp;Meski mengalami kelainan fisik, sapi milik Rasyid, warga Dusun Laok Songai, Desa Billapora Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu tampak sehat. Sapi itu mampu berdiri meski tidak bisa berjalan.Menurut Rasyid, proses kelahiran sapinya normal layaknya sapi lain. Hanya saja dia terkejut saat mendapati mata ada di atas mulut.Bentuk mata juga tidak tampak seperti mata sapi pada umumnya. Bola matanya menonjol. Karena itu warga setempat menyebutnya sapi Mata Dewa.Rasyid mengaku sempat bermimpi aneh sebelum Mata Dewa lahir. &amp;ldquo;Sehari sebelum sapi lahir, saya bermimpi membajak di ladang. Tapi sapi saya tidak mau jalan akhirnya saya pukuli, tetap saja tidak mau jalan hingga kepalanya saya pukul,&amp;rdquo; kata Rasyid, Rabu (30/11/2011).Keesokan harinya, Rasyid terkejut sapi yang biasa dia gunakan membajak, melahirkan anak dalam kondisi fisik tidak normal. Berita sapi aneh milik Rasyid itu kini beredar luas tidak hanya di desanya. Tak heran, setiap hari puluhan orang yang penasaran mendatangi rumah Rasyid.Sapi itu dirawat Rasyid dengan penuh kasih sayang. Setiap hari Mata Dewa diberi susu dan telur ayam kampung. Dia mengaku tidak akan menjualnya meski ada yang menawar dengan harga tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
