<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengetahuan HIV/AIDS Harus Masuk Kurikulum Sekolah</title><description>Kebijakan itu perlu mengingat kenyataan penularan HIV/AIDS meningkat pada kelompok usia produktif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536693/pengetahuan-hiv-aids-harus-masuk-kurikulum-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536693/pengetahuan-hiv-aids-harus-masuk-kurikulum-sekolah"/><item><title>Pengetahuan HIV/AIDS Harus Masuk Kurikulum Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536693/pengetahuan-hiv-aids-harus-masuk-kurikulum-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536693/pengetahuan-hiv-aids-harus-masuk-kurikulum-sekolah</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2011 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Adam Prawira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/01/337/536693/iKtjkV6xFO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/01/337/536693/iKtjkV6xFO.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi Pendidikan DPR Rohmani mengusulkan pengetahuan tentang HIV/AIDS perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi.
&amp;nbsp;
Kebijakan itu perlu mengingat kenyataan penularan HIV/AIDS meningkat pada kelompok usia produktif.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ini sangat mendesak dan penting agar anak didik paham,&amp;rdquo; kata Rohmani, Kamis (1/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurut dia, pengetahuan dan pemahaman ini menjadi mendesak untuk diketahui anak muda bangsa ini. &quot;Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,&quot; kata Rohmani.
&amp;nbsp;
Rohmani yakin bila pegetahuan tentang hal tersebut utuh diterima generasi muda bangsa ini maka penularannya bisa ditekan.&amp;ldquo;Selama ini pengetahuan remaja masih rendah terhadap hal&amp;nbsp; tersebut. Mereka hanya tahu itu berbahaya. Tapi bagaimana informasi lebih dalam itu belum tersedia bagi anak-anak muda. Perluasan pengetahuan ini perlu dimasukkan melalui kurikulum pendidikan,&amp;rdquo; kata Rohmani.
&amp;nbsp;
Rohmani melihat merebaknya kasus HIV/AIDS pada usia produktif karena selama ini pemerintah abai terhadap kelompok usia muda ini. Padahal, mereka sangat rentan tertular karena minimnya pengetahuan mereka terkait bahaya dan metode penularannya.
&amp;nbsp;
Belum lagi rendahnya mata pelajaran etika dan moral di lembaga pendidikan. &amp;ldquo;Pemaknaan nilai-nilai moral dan pengetahuan teantang HIV AIDS harus dipadukan. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,&amp;rdquo; kata Rohmani.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi Pendidikan DPR Rohmani mengusulkan pengetahuan tentang HIV/AIDS perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi.
&amp;nbsp;
Kebijakan itu perlu mengingat kenyataan penularan HIV/AIDS meningkat pada kelompok usia produktif.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ini sangat mendesak dan penting agar anak didik paham,&amp;rdquo; kata Rohmani, Kamis (1/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurut dia, pengetahuan dan pemahaman ini menjadi mendesak untuk diketahui anak muda bangsa ini. &quot;Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,&quot; kata Rohmani.
&amp;nbsp;
Rohmani yakin bila pegetahuan tentang hal tersebut utuh diterima generasi muda bangsa ini maka penularannya bisa ditekan.&amp;ldquo;Selama ini pengetahuan remaja masih rendah terhadap hal&amp;nbsp; tersebut. Mereka hanya tahu itu berbahaya. Tapi bagaimana informasi lebih dalam itu belum tersedia bagi anak-anak muda. Perluasan pengetahuan ini perlu dimasukkan melalui kurikulum pendidikan,&amp;rdquo; kata Rohmani.
&amp;nbsp;
Rohmani melihat merebaknya kasus HIV/AIDS pada usia produktif karena selama ini pemerintah abai terhadap kelompok usia muda ini. Padahal, mereka sangat rentan tertular karena minimnya pengetahuan mereka terkait bahaya dan metode penularannya.
&amp;nbsp;
Belum lagi rendahnya mata pelajaran etika dan moral di lembaga pendidikan. &amp;ldquo;Pemaknaan nilai-nilai moral dan pengetahuan teantang HIV AIDS harus dipadukan. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,&amp;rdquo; kata Rohmani.</content:encoded></item></channel></rss>
