<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WNI Tewas di Yaman Sudah Beberapa Kali Diminta Pulang</title><description>Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, pihaknya telah berulang  kali mengimbau Warga Negara Indonesia yang berada di Yaman untuk segera  meninggalkan negeri tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536696/wni-tewas-di-yaman-sudah-beberapa-kali-diminta-pulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536696/wni-tewas-di-yaman-sudah-beberapa-kali-diminta-pulang"/><item><title>WNI Tewas di Yaman Sudah Beberapa Kali Diminta Pulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536696/wni-tewas-di-yaman-sudah-beberapa-kali-diminta-pulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/01/337/536696/wni-tewas-di-yaman-sudah-beberapa-kali-diminta-pulang</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2011 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/01/337/536696/KECNfr483V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Marty Natalegawa (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/01/337/536696/KECNfr483V.jpg</image><title>Menlu Marty Natalegawa (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, pihaknya telah berulang kali mengimbau Warga Negara Indonesia yang berada di Yaman untuk segera meninggalkan negeri tersebut.Namun, lanjut Menlu, anjuran tersebut banyak yang diabaikan. Akibatnya  beberapa dari mereka ada menjadi korban.&quot;Ada dua saudara kita yang menjadi korban dari aksi konflik bersenjata antara dua kelompok. Memang ada kurang lebih 100 warga negara kita yang mengenyam pendidikan di sana. Berulang kali KBRI mengimbau agar mereka meninggalkan tempat tersebut dan difasiltasi untuk kembali ke Tanah Air. Namun kadang memang mereka mengikuti juga apa yang menjadi arahan dari pimpinan kampusnya itu,&quot; kata Marty di Istana Merdeka, Jakan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2011).Sejauh ini, kata dia, banyak WNI dari Yaman yang sudah dipulangkan. Meski untuk jumlah pastinya Menlu mengaku tidak mengetahui hal tersebut.&amp;ldquo;Tapi sudah lebih dari puluhan orang kita yang kembalikan ke Tanah Air selama ini. Itu dilakukan secara berangsur, tapi mengenai insiden terakhir ini KBRI sudah berusaha menjangkau agar mereka bisa memperloleh perlindungan,&quot; tegasnya.Imbauan ini disampaikan setelah pemerintah Indonesia mendapatkan peringatan dari Yaman dan Suriah agar segera memulangkan WNI dari dua negara tersebut.&amp;ldquo;Keadaan di Yaman dan Suriah berkembang dengan penuh ketidakpastian, begitu juga di Mesir yang kemarin sempat ada kerusuhan, dianjurkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan KBRI kita untuk bisa memastikan mereka tetap aman dan nyaman,&amp;rdquo; jelasnya.&quot;Khusus mengenai KBRI kita di Suriah, atas instruksi presiden, kami panggil dubes kita dari Damaskus kembali ke Jakarta untuk konsultasi dan ini sempat dilakukan beberap bulan yang lalu, sebagai wujud keprihatinan kita atas apa yang terjadi di Suriah,&quot; sambung Menlu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, pihaknya telah berulang kali mengimbau Warga Negara Indonesia yang berada di Yaman untuk segera meninggalkan negeri tersebut.Namun, lanjut Menlu, anjuran tersebut banyak yang diabaikan. Akibatnya  beberapa dari mereka ada menjadi korban.&quot;Ada dua saudara kita yang menjadi korban dari aksi konflik bersenjata antara dua kelompok. Memang ada kurang lebih 100 warga negara kita yang mengenyam pendidikan di sana. Berulang kali KBRI mengimbau agar mereka meninggalkan tempat tersebut dan difasiltasi untuk kembali ke Tanah Air. Namun kadang memang mereka mengikuti juga apa yang menjadi arahan dari pimpinan kampusnya itu,&quot; kata Marty di Istana Merdeka, Jakan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2011).Sejauh ini, kata dia, banyak WNI dari Yaman yang sudah dipulangkan. Meski untuk jumlah pastinya Menlu mengaku tidak mengetahui hal tersebut.&amp;ldquo;Tapi sudah lebih dari puluhan orang kita yang kembalikan ke Tanah Air selama ini. Itu dilakukan secara berangsur, tapi mengenai insiden terakhir ini KBRI sudah berusaha menjangkau agar mereka bisa memperloleh perlindungan,&quot; tegasnya.Imbauan ini disampaikan setelah pemerintah Indonesia mendapatkan peringatan dari Yaman dan Suriah agar segera memulangkan WNI dari dua negara tersebut.&amp;ldquo;Keadaan di Yaman dan Suriah berkembang dengan penuh ketidakpastian, begitu juga di Mesir yang kemarin sempat ada kerusuhan, dianjurkan untuk senantiasa berkomunikasi dengan KBRI kita untuk bisa memastikan mereka tetap aman dan nyaman,&amp;rdquo; jelasnya.&quot;Khusus mengenai KBRI kita di Suriah, atas instruksi presiden, kami panggil dubes kita dari Damaskus kembali ke Jakarta untuk konsultasi dan ini sempat dilakukan beberap bulan yang lalu, sebagai wujud keprihatinan kita atas apa yang terjadi di Suriah,&quot; sambung Menlu.</content:encoded></item></channel></rss>
