<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nelayan Hilang Ditelan Ombak Laut Selatan</title><description>Asik berburu umpan, Argiawan tidak menyadari bila ombak besar datang dan  membentur tebing secara tiba-tiba. Tubuh pria itupun langsung terseret  ombak ke tengah laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536435/nelayan-hilang-ditelan-ombak-laut-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536435/nelayan-hilang-ditelan-ombak-laut-selatan"/><item><title>Nelayan Hilang Ditelan Ombak Laut Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536435/nelayan-hilang-ditelan-ombak-laut-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536435/nelayan-hilang-ditelan-ombak-laut-selatan</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2011 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Genta Wahyu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/01/340/536435/feHyGL9nuC.bmp" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/01/340/536435/feHyGL9nuC.bmp</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SOLO - Ombak laut selatan kembali memakan korban. Argiawan (21) warga Dusun Petir, Desa Gunturharjo, Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah yang bekerja sebagai nelayan&amp;nbsp; pencari lobster hilang tersapu ombak di pantai Karangasem.Ketua Kelompok Nelayan Parang Bahari Sucipto mengatakan korban tersapu ombak ketika mencari umpan untuk jaring lobsternya pada Rabu 30 November sekira pukul 07.30 WIB.&quot;Sebenarnya sebelum kejadian air laut surut. Korban menuruni tebing setinggi 150 meter untuk mencari umpan. Sedangkan dua temannya tetap berada di atas tebing,&quot; kata Sucipto kepada okezone, Rabu (30/11/2011).Argiawan berhasil turun kedalam tebing yang juga menjadi bibir pantai. Di tempat itu, Argiawan memburu hewan-hewan laut yang kecil untuk umpan jaring.Asik berburu umpan, Argiawan tidak menyadari bila ombak besar datang dan membentur tebing secara tiba-tiba. Tubuh pria itupun langsung terseret ombak ke tengah laut.Rekan korban, Rohim (30) dan Tusiman (40) sempat menyaksikan hilangnya Argiawan. Kedaunya melihat Argiawan berteriak meminta pertolongan kepada nelayan yang berada di atas perahu.&quot;Begitu mendengar cerita Rohim dan Tusiman,kami dan 30 nelayan lainnya langsung melakuk pencarian tubuh koran tapi hasilnya nihil. Akhirnya kami menghubungi Tim SAR untuk melakukan pencarian,&quot; jelas Sucipto.Prose pencarian korban yang menurunkan tiga kelompok regu belum juga berhasil menemukan korban hingga malam hari. Suipto menambahkan ini kejadia kedua kalinya dalam sebulan terkahir. Sebelumnya, dua nelayan asal Yogyakarta juga hilang disapu ombak laut selatan saat mencari ikan dan hingga kini belum ditemukan. (tri)</description><content:encoded>SOLO - Ombak laut selatan kembali memakan korban. Argiawan (21) warga Dusun Petir, Desa Gunturharjo, Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah yang bekerja sebagai nelayan&amp;nbsp; pencari lobster hilang tersapu ombak di pantai Karangasem.Ketua Kelompok Nelayan Parang Bahari Sucipto mengatakan korban tersapu ombak ketika mencari umpan untuk jaring lobsternya pada Rabu 30 November sekira pukul 07.30 WIB.&quot;Sebenarnya sebelum kejadian air laut surut. Korban menuruni tebing setinggi 150 meter untuk mencari umpan. Sedangkan dua temannya tetap berada di atas tebing,&quot; kata Sucipto kepada okezone, Rabu (30/11/2011).Argiawan berhasil turun kedalam tebing yang juga menjadi bibir pantai. Di tempat itu, Argiawan memburu hewan-hewan laut yang kecil untuk umpan jaring.Asik berburu umpan, Argiawan tidak menyadari bila ombak besar datang dan membentur tebing secara tiba-tiba. Tubuh pria itupun langsung terseret ombak ke tengah laut.Rekan korban, Rohim (30) dan Tusiman (40) sempat menyaksikan hilangnya Argiawan. Kedaunya melihat Argiawan berteriak meminta pertolongan kepada nelayan yang berada di atas perahu.&quot;Begitu mendengar cerita Rohim dan Tusiman,kami dan 30 nelayan lainnya langsung melakuk pencarian tubuh koran tapi hasilnya nihil. Akhirnya kami menghubungi Tim SAR untuk melakukan pencarian,&quot; jelas Sucipto.Prose pencarian korban yang menurunkan tiga kelompok regu belum juga berhasil menemukan korban hingga malam hari. Suipto menambahkan ini kejadia kedua kalinya dalam sebulan terkahir. Sebelumnya, dua nelayan asal Yogyakarta juga hilang disapu ombak laut selatan saat mencari ikan dan hingga kini belum ditemukan. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
