<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hina Keraton Yogyakarta, George Junus Dipolisikan</title><description>Penulis buku kontroversial 'Membongkar Gurita Cikeas Dibalik Kasus Bank Century', George Junus Aditjondro dipolisikan ke Mapolda Daerah Istimewa  Yogyakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536839/hina-keraton-yogyakarta-george-junus-dipolisikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536839/hina-keraton-yogyakarta-george-junus-dipolisikan"/><item><title>Hina Keraton Yogyakarta, George Junus Dipolisikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536839/hina-keraton-yogyakarta-george-junus-dipolisikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/01/340/536839/hina-keraton-yogyakarta-george-junus-dipolisikan</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2011 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/01/340/536839/Nhcs3Xy4qe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">George Junus Aditjondro saat diskusi Membedah Status Sultan Ground dan Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta (Foto:Prabowo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/01/340/536839/Nhcs3Xy4qe.jpg</image><title>George Junus Aditjondro saat diskusi Membedah Status Sultan Ground dan Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta (Foto:Prabowo)</title></images><description>YOGYAKARTA- Penulis buku kontroversial 'Membongkar Gurita Cikeas Dibalik Kasus Bank Century', George Junus Aditjondro dipolisikan ke Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.Penyebabnya, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 27 Mei 1946 itu diduga menghina Keraton Yogyakarta saat menjadi pembicara dalam diskusi publik di Auditorium Fakultas Teknik Pertanian UGM Yogyakarta, Rabu 30 November 2011.Laporan tersebut dilayangkan Ki Demang Wangsafyudin yang mewakili Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY).&amp;nbsp; FMY mengaku geram karena dalam diskusi bertema &amp;lsquo;Membedah Status Sultan Ground dan Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta&amp;rsquo; itu Goerge mengatakan &amp;lsquo;Keraton hanya sekadar kera ditonton&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Kami merasa terhina dan terlecehkan. Dia (George,red) harus mempertanggungjawabkan ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta,&amp;rdquo; kata Wangsafyudin di Yogyakarta, Kamis (1/12/2011)Ki Demang juga membacakan secara detail kutipan kalimat yang diucapkan George kala itu. &amp;ldquo;Keraton Yogyakarta jangan disamakan dengan Kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekadar Keraton, Keraton itu ya Kera ditonton,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu, George menampik semua tudingan itu. Meski demikian, George mengaku akan melihat terlebih dahulu kutipan yang dimaksud. Sebab bisa jadi kutipannya tidak seusai dengan yang terjadi. Apalagi, konteks dalam pernyataan itu hanya sekadar bercanda. &amp;ldquo;Saat diskusi biasa, canda, dan santai, tidak ada perkataan seperti itu. Saya hanya mengkritik Kraton kurang mendengar suara rakyat soal kasus Kulonprogo, padahal masyarakat sana sudah bisa mengolah. Saya rasa tidak ada perkataan seperti,&amp;rdquo; tampik George. (ugo)</description><content:encoded>YOGYAKARTA- Penulis buku kontroversial 'Membongkar Gurita Cikeas Dibalik Kasus Bank Century', George Junus Aditjondro dipolisikan ke Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.Penyebabnya, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 27 Mei 1946 itu diduga menghina Keraton Yogyakarta saat menjadi pembicara dalam diskusi publik di Auditorium Fakultas Teknik Pertanian UGM Yogyakarta, Rabu 30 November 2011.Laporan tersebut dilayangkan Ki Demang Wangsafyudin yang mewakili Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY).&amp;nbsp; FMY mengaku geram karena dalam diskusi bertema &amp;lsquo;Membedah Status Sultan Ground dan Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta&amp;rsquo; itu Goerge mengatakan &amp;lsquo;Keraton hanya sekadar kera ditonton&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Kami merasa terhina dan terlecehkan. Dia (George,red) harus mempertanggungjawabkan ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta,&amp;rdquo; kata Wangsafyudin di Yogyakarta, Kamis (1/12/2011)Ki Demang juga membacakan secara detail kutipan kalimat yang diucapkan George kala itu. &amp;ldquo;Keraton Yogyakarta jangan disamakan dengan Kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekadar Keraton, Keraton itu ya Kera ditonton,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu, George menampik semua tudingan itu. Meski demikian, George mengaku akan melihat terlebih dahulu kutipan yang dimaksud. Sebab bisa jadi kutipannya tidak seusai dengan yang terjadi. Apalagi, konteks dalam pernyataan itu hanya sekadar bercanda. &amp;ldquo;Saat diskusi biasa, canda, dan santai, tidak ada perkataan seperti itu. Saya hanya mengkritik Kraton kurang mendengar suara rakyat soal kasus Kulonprogo, padahal masyarakat sana sudah bisa mengolah. Saya rasa tidak ada perkataan seperti,&amp;rdquo; tampik George. (ugo)</content:encoded></item></channel></rss>
