<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaki Dipanah, Bripda Ridwan Dioperasi Besok</title><description>Polisi korban pengeroyokan kelompok diduga anggota TPN/OPM akan menjalani operasi pengangkatan anak panah besok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/02/340/537258/kaki-dipanah-bripda-ridwan-dioperasi-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/02/340/537258/kaki-dipanah-bripda-ridwan-dioperasi-besok"/><item><title>Kaki Dipanah, Bripda Ridwan Dioperasi Besok</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/02/340/537258/kaki-dipanah-bripda-ridwan-dioperasi-besok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/02/340/537258/kaki-dipanah-bripda-ridwan-dioperasi-besok</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2011 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Nurlia Tuasalamonny </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/02/340/537258/VmuceeBKri.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bripda Ridwan Napitupulu (Foto: okezone/Nurlina U)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/02/340/537258/VmuceeBKri.jpg</image><title>Bripda Ridwan Napitupulu (Foto: okezone/Nurlina U)</title></images><description>JAYAPURA - Bripda Ridwan Napitupulu, korban penganiayaan sekelompok warga di Kampung Nimbrokang, Distrik Sentani, Kota Jayapura, Papua, pada peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) kemarin, akan menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban menderita luka lebam di sekujur tubuh dan paha kanannya terkena anak panah.&amp;ldquo;Korban akan dioperasi Sabtu besok. Seharusnya Jumat siang ini, tapi kami masih menunggu kondisi korban membaik dulu,&amp;rdquo; terang Kabid Dokkes Polda Papua Ramon A kepada wartawan, Jumat (2/12/2011).Menurut Ramon, operasi yang dipimpin Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, AKBP Ubaidillah, ini adalah untuk mengangkat panah yang tertancap di paha kanan korban.Sementara itu Ubaidillah menjelaskan Bripda Ridwan menderita dua luka akibat insiden Nimbrokang pada 1 Desember kemarin. Selain paha kanan, anggota Intekrim Polres Jayapura itu menderita patah tulang rahang bagian bawah.&amp;ldquo;Kalau rahang bagian bawah ini akan kita pasang pelat, tapi tunggu sampai kondisi korban benar-benar fit,&amp;rdquo; ungkap di kesempatan berbeda.Secara umum, kondisi Ridwan sudah membaik. Ridwan kini sudah bisa berkomunikasi dengan para dokter dan tamu.Ridwan dianiaya sekira 15 orang di Kali Biru, Sentani, Kamis 1 Desember dini hari kemarin. Saat itu korban bersama seorang rekannya, Bripka Dian Budi hendak mengecek laporan warga tentang pengibaran bendera Bintang Fajar (Bintang Kejora).Di perjalanan, keduanya yang menggunakan sepeda motor dihadang 15 orang. Salah seorang pengeroyok terlihat menggunakan senjata laras panjang.Melihat gelagat tidak baik, mereka memutuskan melompat ke kali yang airnya mengalir deras sambil bergandengan tangan. Dian lolos dan berhasil meraih batang pohon sagu, sementara Ridwan tersangkut di pinggiran kali dan ditangkap para pengeroyok.Ridwan dikeroyok dan dipanah. Bahkan Dian mengaku sempat mendengar suara tembakan di lokasi pengeroyokan. Korban baru bisa diselamatkan siang hari dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara.</description><content:encoded>JAYAPURA - Bripda Ridwan Napitupulu, korban penganiayaan sekelompok warga di Kampung Nimbrokang, Distrik Sentani, Kota Jayapura, Papua, pada peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) kemarin, akan menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban menderita luka lebam di sekujur tubuh dan paha kanannya terkena anak panah.&amp;ldquo;Korban akan dioperasi Sabtu besok. Seharusnya Jumat siang ini, tapi kami masih menunggu kondisi korban membaik dulu,&amp;rdquo; terang Kabid Dokkes Polda Papua Ramon A kepada wartawan, Jumat (2/12/2011).Menurut Ramon, operasi yang dipimpin Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, AKBP Ubaidillah, ini adalah untuk mengangkat panah yang tertancap di paha kanan korban.Sementara itu Ubaidillah menjelaskan Bripda Ridwan menderita dua luka akibat insiden Nimbrokang pada 1 Desember kemarin. Selain paha kanan, anggota Intekrim Polres Jayapura itu menderita patah tulang rahang bagian bawah.&amp;ldquo;Kalau rahang bagian bawah ini akan kita pasang pelat, tapi tunggu sampai kondisi korban benar-benar fit,&amp;rdquo; ungkap di kesempatan berbeda.Secara umum, kondisi Ridwan sudah membaik. Ridwan kini sudah bisa berkomunikasi dengan para dokter dan tamu.Ridwan dianiaya sekira 15 orang di Kali Biru, Sentani, Kamis 1 Desember dini hari kemarin. Saat itu korban bersama seorang rekannya, Bripka Dian Budi hendak mengecek laporan warga tentang pengibaran bendera Bintang Fajar (Bintang Kejora).Di perjalanan, keduanya yang menggunakan sepeda motor dihadang 15 orang. Salah seorang pengeroyok terlihat menggunakan senjata laras panjang.Melihat gelagat tidak baik, mereka memutuskan melompat ke kali yang airnya mengalir deras sambil bergandengan tangan. Dian lolos dan berhasil meraih batang pohon sagu, sementara Ridwan tersangkut di pinggiran kali dan ditangkap para pengeroyok.Ridwan dikeroyok dan dipanah. Bahkan Dian mengaku sempat mendengar suara tembakan di lokasi pengeroyokan. Korban baru bisa diselamatkan siang hari dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara.</content:encoded></item></channel></rss>
