<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Gagal Sosialisasikan Penyebaran HIV/AIDS</title><description>Kementrian Kesehatan dinilai kurang maksimal dalam melakukaan  sosialisasi terkait dengan pencegahan HIV/AIDS di mayarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/337/537576/pemerintah-gagal-sosialisasikan-penyebaran-hiv-aids</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/03/337/537576/pemerintah-gagal-sosialisasikan-penyebaran-hiv-aids"/><item><title>Pemerintah Gagal Sosialisasikan Penyebaran HIV/AIDS</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/337/537576/pemerintah-gagal-sosialisasikan-penyebaran-hiv-aids</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/03/337/537576/pemerintah-gagal-sosialisasikan-penyebaran-hiv-aids</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2011 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/03/337/537576/5ApbE7l0uZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/03/337/537576/5ApbE7l0uZ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Kementrian Kesehatan dinilai kurang maksimal dalam melakukaan sosialisasi terkait dengan pencegahan HIV/AIDS di mayarakat.
&amp;nbsp;
Akibatnya masih banyak masyarakat yang memberikan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah kurang memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait dengan HIV/AIDS. Ini tangung jawab pemerintah,&quot; kata Anggota Komisi IX DPR, Zuber Safawi, saat dihubungi Okezone, Sabtu (3/12/2011).
&amp;nbsp;
Politikus PKS itu menambahkan pemberian pemahaman, pencegahan,pengetahuan, dan penanganan tentang HIV/AIDS harus terus dilakukan oleh pemerintah. Meski demikian tanggung jawab sosialisasi dari berbagai pihak.
&amp;nbsp;
&quot;Saya rasa sosialisasi oleh pemerinyah terus menerus sangat penting. Pemahaman masyarakat masih belum banyak yang tahu soal penyebaran virus tersebut,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan, sejumlah masyarakat masih banyak yang mengucilkan penderita HIV/AIDS. Misalnya, seorang balita di sebuah desa di Kecamatan
&amp;nbsp;
Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Anak tidak berdosa ini harus menanggung beban yang cukup berat karena diusir warga kampung akibat diduga terinveksi virus HIV/AIDS.
&amp;nbsp;
Kemudian kasus lainnya, seorang anak pasangan Fajar dan Leonnie ditolak masuk ke sekolah SD Don Bosco lantaran diangggap tertular HIV/AIDS.</description><content:encoded>JAKARTA- Kementrian Kesehatan dinilai kurang maksimal dalam melakukaan sosialisasi terkait dengan pencegahan HIV/AIDS di mayarakat.
&amp;nbsp;
Akibatnya masih banyak masyarakat yang memberikan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah kurang memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait dengan HIV/AIDS. Ini tangung jawab pemerintah,&quot; kata Anggota Komisi IX DPR, Zuber Safawi, saat dihubungi Okezone, Sabtu (3/12/2011).
&amp;nbsp;
Politikus PKS itu menambahkan pemberian pemahaman, pencegahan,pengetahuan, dan penanganan tentang HIV/AIDS harus terus dilakukan oleh pemerintah. Meski demikian tanggung jawab sosialisasi dari berbagai pihak.
&amp;nbsp;
&quot;Saya rasa sosialisasi oleh pemerinyah terus menerus sangat penting. Pemahaman masyarakat masih belum banyak yang tahu soal penyebaran virus tersebut,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan, sejumlah masyarakat masih banyak yang mengucilkan penderita HIV/AIDS. Misalnya, seorang balita di sebuah desa di Kecamatan
&amp;nbsp;
Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Anak tidak berdosa ini harus menanggung beban yang cukup berat karena diusir warga kampung akibat diduga terinveksi virus HIV/AIDS.
&amp;nbsp;
Kemudian kasus lainnya, seorang anak pasangan Fajar dan Leonnie ditolak masuk ke sekolah SD Don Bosco lantaran diangggap tertular HIV/AIDS.</content:encoded></item></channel></rss>
