<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diusir Warga, Balita Terjangkit HIV Dirawat KPA</title><description>Balita yang diduga terinfeksi HIV/AIDS, M, kini bisa bernapas lega.  Setelah diusir dari kampungnya, bocah berusia dua tahun itu kini dirawat  oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537515/diusir-warga-balita-terjangkit-hiv-dirawat-kpa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537515/diusir-warga-balita-terjangkit-hiv-dirawat-kpa"/><item><title>Diusir Warga, Balita Terjangkit HIV Dirawat KPA</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537515/diusir-warga-balita-terjangkit-hiv-dirawat-kpa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537515/diusir-warga-balita-terjangkit-hiv-dirawat-kpa</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2011 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/03/340/537515/Xq3q8Bn4rh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simbol hari AIDS sedunia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/03/340/537515/Xq3q8Bn4rh.jpg</image><title>Simbol hari AIDS sedunia</title></images><description>PEKANBARU- Balita yang diduga terinfeksi HIV/AIDS, M, kini bisa bernapas lega. Setelah diusir dari kampungnya, bocah berusia dua tahun itu kini dirawat oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA).&amp;ldquo;KPA setempat sudah merawatnya, dan saya percaya KPA lebih paham apa yang harus diperbuat untuk anak malang itu,&quot; kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTP2A) Rohil, Riau, Risdayanti kepada okezone Sabtu (3/12/2011).Saat ini, lanjut Risdayanti, bocah asal Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, itu mengalami syok atas kenyataan pengusiran tersebut.&amp;ldquo;Ini sudah korban menderita fisik akibat HIV/AIDS, kini dia harus menderita penolakan dari warga. Padahal salah apa dia, ini tentu membuat mentalnya jatuh,&amp;rdquo; tegasnya.Yang dibutuhkan M, lanjutnya, adalah kasih sayang. &amp;ldquo;Kalau dibeginikan betapa menderitanya dia,&quot; keluhnya.Sebelumnya, M diusir warga setelah ketahuan menderita HIV/AIDS yang berasal dari kedua Orangtuanya. Balita ini diketahui menderita virus berbahaya tersebut saat diperiksakan ke dokter akibat demam tinggi.Melihat kenyataan tersebut, keluarga yang sebelumnya merawat M langsung meninggalkan begitu saja.Akibatnya, anak ini menjadi terlunta-lunta sebatang kara. Keadaan ini semakin diperparah setelah warga kampung juga mengetahui kalau M menderita HIV dan mengusirnya dari kampung.</description><content:encoded>PEKANBARU- Balita yang diduga terinfeksi HIV/AIDS, M, kini bisa bernapas lega. Setelah diusir dari kampungnya, bocah berusia dua tahun itu kini dirawat oleh Komisi Perlindungan Anak (KPA).&amp;ldquo;KPA setempat sudah merawatnya, dan saya percaya KPA lebih paham apa yang harus diperbuat untuk anak malang itu,&quot; kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTP2A) Rohil, Riau, Risdayanti kepada okezone Sabtu (3/12/2011).Saat ini, lanjut Risdayanti, bocah asal Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, itu mengalami syok atas kenyataan pengusiran tersebut.&amp;ldquo;Ini sudah korban menderita fisik akibat HIV/AIDS, kini dia harus menderita penolakan dari warga. Padahal salah apa dia, ini tentu membuat mentalnya jatuh,&amp;rdquo; tegasnya.Yang dibutuhkan M, lanjutnya, adalah kasih sayang. &amp;ldquo;Kalau dibeginikan betapa menderitanya dia,&quot; keluhnya.Sebelumnya, M diusir warga setelah ketahuan menderita HIV/AIDS yang berasal dari kedua Orangtuanya. Balita ini diketahui menderita virus berbahaya tersebut saat diperiksakan ke dokter akibat demam tinggi.Melihat kenyataan tersebut, keluarga yang sebelumnya merawat M langsung meninggalkan begitu saja.Akibatnya, anak ini menjadi terlunta-lunta sebatang kara. Keadaan ini semakin diperparah setelah warga kampung juga mengetahui kalau M menderita HIV dan mengusirnya dari kampung.</content:encoded></item></channel></rss>
