<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HIV/AIDS, KPA Sesalkan Tindakan Keluarga Tinggalkan M</title><description>Komisi Perlindungan Anak (KPA) Rokan Hilir, Riau, menyesalkan tindakan  keluarga M yang meninggalkan balita berusia dua tahun itu karena diduga  menderita HIV/AIDS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537610/hiv-aids-kpa-sesalkan-tindakan-keluarga-tinggalkan-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537610/hiv-aids-kpa-sesalkan-tindakan-keluarga-tinggalkan-m"/><item><title>HIV/AIDS, KPA Sesalkan Tindakan Keluarga Tinggalkan M</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537610/hiv-aids-kpa-sesalkan-tindakan-keluarga-tinggalkan-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/03/340/537610/hiv-aids-kpa-sesalkan-tindakan-keluarga-tinggalkan-m</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2011 23:36 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/03/340/537610/y9SylaqRQd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simbol hari AIDS sedunia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/03/340/537610/y9SylaqRQd.jpg</image><title>Simbol hari AIDS sedunia</title></images><description>PEKANBARU- Komisi Perlindungan Anak (KPA) Rokan Hilir, Riau, menyesalkan tindakan keluarga M yang meninggalkan balita berusia dua tahun itu karena diduga menderita HIV/AIDS.&amp;ldquo;Kita kasihan mengapa keluarganya menelantarkan begitu saja. HIV penularanya kan tidak mudah, apalagi anak-anak. Apalagi dia termasuk korban,&quot; kata Manajer Program KPA Riau, Agus Siregar, kepada okezone, Sabtu (3/12/2011).Dia menjelaskan, kasus seperti ini terjadi karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat.&quot;Hal itu terjadi karena minimnya pengatahuan HIV/AIDS di masyarakat. Ini yang akan terus kita sosialisasikan ke masyarakat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; tuturnya.Saat ini, lanjut Agus, M sudah ditangani petugas rumah sakit untuk terus menjaganya. &amp;ldquo;Kondisi fisik anak masih terus kira pantau setiap saat, informasi terakhir kondisinya stabil,&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, M diusir warga setelah ketahuan menderita HIV/AIDS yang berasal dari kedua Orangtuanya. Balita ini diketahui menderita virus berbahaya tersebut saat diperiksakan ke dokter akibat demam tinggi.Melihat kenyataan tersebut, keluarga yang sebelumnya merawat M langsung meninggalkan begitu saja.Akibatnya, anak ini menjadi terlunta-lunta sebatang kara. Keadaan ini semakin diperparah setelah warga kampung juga mengetahui kalau M menderita HIV dan mengusirnya dari kampung.</description><content:encoded>PEKANBARU- Komisi Perlindungan Anak (KPA) Rokan Hilir, Riau, menyesalkan tindakan keluarga M yang meninggalkan balita berusia dua tahun itu karena diduga menderita HIV/AIDS.&amp;ldquo;Kita kasihan mengapa keluarganya menelantarkan begitu saja. HIV penularanya kan tidak mudah, apalagi anak-anak. Apalagi dia termasuk korban,&quot; kata Manajer Program KPA Riau, Agus Siregar, kepada okezone, Sabtu (3/12/2011).Dia menjelaskan, kasus seperti ini terjadi karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat.&quot;Hal itu terjadi karena minimnya pengatahuan HIV/AIDS di masyarakat. Ini yang akan terus kita sosialisasikan ke masyarakat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; tuturnya.Saat ini, lanjut Agus, M sudah ditangani petugas rumah sakit untuk terus menjaganya. &amp;ldquo;Kondisi fisik anak masih terus kira pantau setiap saat, informasi terakhir kondisinya stabil,&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, M diusir warga setelah ketahuan menderita HIV/AIDS yang berasal dari kedua Orangtuanya. Balita ini diketahui menderita virus berbahaya tersebut saat diperiksakan ke dokter akibat demam tinggi.Melihat kenyataan tersebut, keluarga yang sebelumnya merawat M langsung meninggalkan begitu saja.Akibatnya, anak ini menjadi terlunta-lunta sebatang kara. Keadaan ini semakin diperparah setelah warga kampung juga mengetahui kalau M menderita HIV dan mengusirnya dari kampung.</content:encoded></item></channel></rss>
