<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fudhol Diduga Jadi Pelampiasan Emosi Tersangka</title><description>Peristiwa pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Ahmad Yoga Fudholi, diduga karena tersangka sedang emosi karena bertengkar dengan pacarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540067/fudhol-diduga-jadi-pelampiasan-emosi-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540067/fudhol-diduga-jadi-pelampiasan-emosi-tersangka"/><item><title>Fudhol Diduga Jadi Pelampiasan Emosi Tersangka</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540067/fudhol-diduga-jadi-pelampiasan-emosi-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540067/fudhol-diduga-jadi-pelampiasan-emosi-tersangka</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2011 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540067/2XTVKT04sN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540067/2XTVKT04sN.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Peristiwa pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Ahmad Yoga Fudholi, 19, Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Fakultas Teknik Informatika, menyebabkan dua orang mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yaitu Dicky Ramdhani dan Eka Zulfikar, menjadi tersangka.Salah satu mahasiswa UAI yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa sebelum terjadinya aksi pengeroyokan , Dicky Ramdhani sempat menghubunginya lewat sambungan telpon.&quot;Dia telpon, katanya abis berantem sama pacarnya,&quot; ungkapnya, Jumat (9/12/2011).Dia sempat meminta Dicky untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya, namun Dicky menolaknya.Ternyata keesokan harinya, terjadi peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya Ahmad Yoga Fudholi.&quot;Mungkin Dicky melampiaskan kemarahannya dengan memukul Fudhol,&quot; tukasnya.Seperti yang diketahui bahwa peristiwa tewasnya Ahmad Yoga Fudholi (19), mahasiswa Universitas Al-Azhar, Fakultas Teknik Informatika dipicu oleh kesalahpahaman mahasiswa. Korban dituding mengambil helm milik Eka Zulfikar. Berangkat dari tudingan tersebut, Eka Zulfikar meminta Ahmad Yoga Fudholi untuk bertemu, disaat itulah terjadi cek cok dan berakhir dengan pemukulan yang menyebabkan tewasnya Fudholi.Penyidik Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus ini kemudian menangkap dua orang tersangka di Rumah Sakit Pusat Pertamina.</description><content:encoded>JAKARTA - Peristiwa pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Ahmad Yoga Fudholi, 19, Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Fakultas Teknik Informatika, menyebabkan dua orang mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yaitu Dicky Ramdhani dan Eka Zulfikar, menjadi tersangka.Salah satu mahasiswa UAI yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa sebelum terjadinya aksi pengeroyokan , Dicky Ramdhani sempat menghubunginya lewat sambungan telpon.&quot;Dia telpon, katanya abis berantem sama pacarnya,&quot; ungkapnya, Jumat (9/12/2011).Dia sempat meminta Dicky untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya, namun Dicky menolaknya.Ternyata keesokan harinya, terjadi peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya Ahmad Yoga Fudholi.&quot;Mungkin Dicky melampiaskan kemarahannya dengan memukul Fudhol,&quot; tukasnya.Seperti yang diketahui bahwa peristiwa tewasnya Ahmad Yoga Fudholi (19), mahasiswa Universitas Al-Azhar, Fakultas Teknik Informatika dipicu oleh kesalahpahaman mahasiswa. Korban dituding mengambil helm milik Eka Zulfikar. Berangkat dari tudingan tersebut, Eka Zulfikar meminta Ahmad Yoga Fudholi untuk bertemu, disaat itulah terjadi cek cok dan berakhir dengan pemukulan yang menyebabkan tewasnya Fudholi.Penyidik Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus ini kemudian menangkap dua orang tersangka di Rumah Sakit Pusat Pertamina.</content:encoded></item></channel></rss>
