<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Surga&quot; Itu Bernama Kampung Ambon...</title><description>Kampung Ambon, sejak lama dikenal sebagai surga bagi penikmat  narkoba. Apapun jenis narkobanya bisa didapat di wilayah ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540260/surga-itu-bernama-kampung-ambon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540260/surga-itu-bernama-kampung-ambon"/><item><title>&quot;Surga&quot; Itu Bernama Kampung Ambon...</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540260/surga-itu-bernama-kampung-ambon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540260/surga-itu-bernama-kampung-ambon</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2011 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540260/C89Ea9cbz1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540260/C89Ea9cbz1.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kampung Ambon, sejak lama dikenal sebagai surga bagi penikmat narkoba. Apapun jenis narkobanya bisa didapat di wilayah ini.
&amp;nbsp;
Tidak sembarang orang bisa masuk ke kampung ini. Sejak masuk wilayah ini, semuanya sudah terorganisir. &quot;Jadi kalau jual, mau beli, mau makai semuanya di situ. Karena kalau dibawa pulang khawatir yang datang adalah informan polisi,&quot; kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji, Jumat (9/12/2011).
&amp;nbsp;
Selain menyediakan berbagai jenis narkoba, pengedar juga memanjakan pelanggan dengan menyediakan berbagai fasilitas. Nugroho sedikit menggambarkan, di Kampung Ambon tersedia ruangan kosong berukuran besar. &quot;Ada kursinya kaya klinik gitu,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Bagi penikmat pil ekstasi, tentu memerlukan alunan musik ajeb-ajeb agar lebih enjoy. Itu juga disediakan oleh gembong narkoba Kampung Ambon. Barang dagangan yang disediakan juga bukan kualitas abal-abal. Mereka sengaja menyediakan kualitas narkoba super untuk memanjakan para penikmat semu.
&amp;nbsp;
&quot;Barang buktinya impor, kualitanya bagus KW1. Sabu dari Iran, heroin dari Afrika Selatan, ekstasi dari Belanda,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Untuk membeli narkoba di Kampung Ambon, plus menikmati segala fasilitas, pengguna harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Untuk sabu harga per satu gram Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta. Ekstasi bisa didapat seharga Rp150 ribu per butir. Sedangkan ganja, ada juga yang jual per linting.
&amp;nbsp;
Belum diketahui bagaimana narkoba dari luar negeri tersebut bisa masuk tanpa tercium aparat penegak hukum. Nugroho mengaku masih menyelidik aktivitas tersebut. Kampung Ambon didiami sekira 2.200 kepala keluarga. Namun, tidak semua warga Kampung Ambon berbisnis narkoba.
&amp;nbsp;
&quot;Buktinya yang kita gerebek saat operasi hanya ada 33 lapak, cuma itu saja. Yang lainnya tidak,&quot; tegas Nugroho.
&amp;nbsp;
Diakui Nugroho, sejak lama polisi berangan-angan menjadikan Kampung Ambon bebas dari narkoba. Penjual ataupun pengguna. Segala upaya selalu buntu. Beberapa waktu sempat dibangun pos terpadu anti narkoba, namun tidak bertahan lama.
&amp;nbsp;
&quot;Mudah-mudahan setelah ini efektif, tapi bukan karena ada yang bekingi,&quot; harapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kampung Ambon, sejak lama dikenal sebagai surga bagi penikmat narkoba. Apapun jenis narkobanya bisa didapat di wilayah ini.
&amp;nbsp;
Tidak sembarang orang bisa masuk ke kampung ini. Sejak masuk wilayah ini, semuanya sudah terorganisir. &quot;Jadi kalau jual, mau beli, mau makai semuanya di situ. Karena kalau dibawa pulang khawatir yang datang adalah informan polisi,&quot; kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji, Jumat (9/12/2011).
&amp;nbsp;
Selain menyediakan berbagai jenis narkoba, pengedar juga memanjakan pelanggan dengan menyediakan berbagai fasilitas. Nugroho sedikit menggambarkan, di Kampung Ambon tersedia ruangan kosong berukuran besar. &quot;Ada kursinya kaya klinik gitu,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Bagi penikmat pil ekstasi, tentu memerlukan alunan musik ajeb-ajeb agar lebih enjoy. Itu juga disediakan oleh gembong narkoba Kampung Ambon. Barang dagangan yang disediakan juga bukan kualitas abal-abal. Mereka sengaja menyediakan kualitas narkoba super untuk memanjakan para penikmat semu.
&amp;nbsp;
&quot;Barang buktinya impor, kualitanya bagus KW1. Sabu dari Iran, heroin dari Afrika Selatan, ekstasi dari Belanda,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Untuk membeli narkoba di Kampung Ambon, plus menikmati segala fasilitas, pengguna harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Untuk sabu harga per satu gram Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta. Ekstasi bisa didapat seharga Rp150 ribu per butir. Sedangkan ganja, ada juga yang jual per linting.
&amp;nbsp;
Belum diketahui bagaimana narkoba dari luar negeri tersebut bisa masuk tanpa tercium aparat penegak hukum. Nugroho mengaku masih menyelidik aktivitas tersebut. Kampung Ambon didiami sekira 2.200 kepala keluarga. Namun, tidak semua warga Kampung Ambon berbisnis narkoba.
&amp;nbsp;
&quot;Buktinya yang kita gerebek saat operasi hanya ada 33 lapak, cuma itu saja. Yang lainnya tidak,&quot; tegas Nugroho.
&amp;nbsp;
Diakui Nugroho, sejak lama polisi berangan-angan menjadikan Kampung Ambon bebas dari narkoba. Penjual ataupun pengguna. Segala upaya selalu buntu. Beberapa waktu sempat dibangun pos terpadu anti narkoba, namun tidak bertahan lama.
&amp;nbsp;
&quot;Mudah-mudahan setelah ini efektif, tapi bukan karena ada yang bekingi,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
