<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar Brutal, Mantan Kapolda Metro Prihatin</title><description>Mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Jayusman, mengatakan bahwa salah  satu faktor penyebab terjadinya aksi kekerasan yang kerap terjadi di  lingkungan pendidikan adalah tayangan televisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540398/pelajar-brutal-mantan-kapolda-metro-prihatin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540398/pelajar-brutal-mantan-kapolda-metro-prihatin"/><item><title>Pelajar Brutal, Mantan Kapolda Metro Prihatin</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540398/pelajar-brutal-mantan-kapolda-metro-prihatin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/09/338/540398/pelajar-brutal-mantan-kapolda-metro-prihatin</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2011 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540398/sMxKZGJ0H4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/09/338/540398/sMxKZGJ0H4.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Jayusman, mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya aksi kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan adalah tayangan televisi.
&amp;nbsp;
&quot;Berpengaruh juga film, kita memang demokrasi dan saat ini globalisasi, tapi tidak boleh seenaknya dan semua harus ada aturannya,&quot; kata Nugroho dalam keterangannya kepada okezone, Jumat (9/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurutnya, Menkominfo juga harus dapat menyaring film-film mana yang layak untuk dikonsumsi dan tidak. &quot;Seharusnya Menkominfo juga aktif,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, peran orangtua, rektor, dekan dan purek dan kemahasiswaan juga harus aktif membentuk karakteristik pelajar dan mahasiswa.
&amp;nbsp;
&quot;Ada yang namanya OSIS atau Senat, itu harus dihidupkan,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, pada Selasa malam terjadi aksi pengeroyokan di Universitas Islam Al-Azhar (UIA) dan menyebabkan tewasnya Ahmad Yoga Fudholi (19), mahasiswa Fakultas Teknik Informatika. Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut.
&amp;nbsp;
Sedangkan pada Kamis sore lalu, 105 pelajar dari SMKN 29 terpaksa diamankan Polres Jakarta Selatan karena kedapatan membawa empat buah bom molotov dan belasan senjata tajam.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Jayusman, mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya aksi kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan adalah tayangan televisi.
&amp;nbsp;
&quot;Berpengaruh juga film, kita memang demokrasi dan saat ini globalisasi, tapi tidak boleh seenaknya dan semua harus ada aturannya,&quot; kata Nugroho dalam keterangannya kepada okezone, Jumat (9/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurutnya, Menkominfo juga harus dapat menyaring film-film mana yang layak untuk dikonsumsi dan tidak. &quot;Seharusnya Menkominfo juga aktif,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, peran orangtua, rektor, dekan dan purek dan kemahasiswaan juga harus aktif membentuk karakteristik pelajar dan mahasiswa.
&amp;nbsp;
&quot;Ada yang namanya OSIS atau Senat, itu harus dihidupkan,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, pada Selasa malam terjadi aksi pengeroyokan di Universitas Islam Al-Azhar (UIA) dan menyebabkan tewasnya Ahmad Yoga Fudholi (19), mahasiswa Fakultas Teknik Informatika. Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut.
&amp;nbsp;
Sedangkan pada Kamis sore lalu, 105 pelajar dari SMKN 29 terpaksa diamankan Polres Jakarta Selatan karena kedapatan membawa empat buah bom molotov dan belasan senjata tajam.</content:encoded></item></channel></rss>
