<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Kurang Mampu Lahirkan Bayi Seberat 6 Ons </title><description>Bayi yang belum diberi nama, anak ke-3 pasangan Ricki Cekik (33) dan  Tuti Alawiah (28) ini, lahir pada usia 20 minggu atau sekira 4 bulan, di  pispot rumah sakit saat sang ibu akan buang air kecil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/340/540443/keluarga-kurang-mampu-lahirkan-bayi-seberat-6-ons</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/09/340/540443/keluarga-kurang-mampu-lahirkan-bayi-seberat-6-ons"/><item><title>Keluarga Kurang Mampu Lahirkan Bayi Seberat 6 Ons </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/09/340/540443/keluarga-kurang-mampu-lahirkan-bayi-seberat-6-ons</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/09/340/540443/keluarga-kurang-mampu-lahirkan-bayi-seberat-6-ons</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2011 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/09/340/540443/HTbkttCZ6w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">bayi seberat 6 ons di Tangerang (foto: Hasan Kurniawan) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/09/340/540443/HTbkttCZ6w.jpg</image><title>bayi seberat 6 ons di Tangerang (foto: Hasan Kurniawan) </title></images><description>TANGERANG - Bayi malang seberat 600 gram atau sekira 6 ons, dengan panjang 30 centimeter dilahirkan dengan selamat di Rumah Sakit (RS) Bhakti Asih Ciledug, Kota Tangerang, Banten.Bayi yang belum diberi nama, anak ke-3 pasangan Ricki Cekik (33) dan Tuti Alawiah (28) ini, lahir pada usia 20 minggu atau sekira 4 bulan, di pispot rumah sakit saat sang ibu akan buang air kecil.&quot;Datang ke rumah sakit pukul 07.30 WIB, pukul 08.00 WIB langsung melahirkan. Lahirnya juga di pispot saat akan membuang air kecil. Tiba-tiba yang keluar bayi,&quot; ujar Cekik, bapak bayi, kepada Okezone, di rumahnya, Jumat (9/12/2011).Sebelum melahirkan, sekira pukul 03.00 WIB, sang ibu mengaku sempat mengeluhkan rasa sakit diperutnya. Dari rahimnya juga sudah mulai mengeluarkan cairan.&quot;Paginya saya bawa ke rumah sakit, melahirkannya disana. Saat bayinya keluar, dokter menaruh bayinya di kantong plastik tempat menaruh obat,&quot; terang pria yang bekerja sebagai tukang cuci mobil ini.Ditambahkan, saat tengah mengandung sang ibu juga tidak pernah tahu. Sebab, kondisi tubuhnya masih normal. Bahkan, dia masih suka mengeluarkan haid rutin.&quot;Ibunya tidak pernah tahu kalau sebenarnya dia hamil. Saat saya tanya juga, dia menjawab tidak tahu. Padahal perutnya kelihatan agak besar,&quot; tambahnya.Baru 2 minggu sebelum melahirkan, sang ibu baru yakin jika dirinya tengah mengandung. Hal itu berkat dukun beranak yang datang memijatnya dan mengatakan ada janin di dalam perutnya.&quot;Saya baru tahu kalau dia sedang mengandung setelah dipijat oleh dukun beranak, 2 minggu sebelum melahirkan,&quot; jelasnya. Cekik berharap, anaknya dapat selamat dan bisa tumbuh besar seperti anak-anak yang lahir normal. Namun, dokter rumah sakit seakan tidak setuju dengan mimpi keluarga kurang mampu ini.&quot;Dokter bilang harapan hidupnya hanya 5-10 persen. Makanya, mereka tidak mau merawatnya,&quot; terangnya.Bahkan, sang dokter juga sempat menyuruh pasangan suami-istri itu segera pulang ke rumah dengan membawa bayinya. Karena selain dianggap percuma, pasien kurang mampu itu juga tidak memiliki uang.&quot;Saya berharap perkiraan dokter meleset. Jika dibiarkan hidup panjang, saya berjanji akan merawatnya dengan baik,&quot; tambahnya.Biaya menginap permalam di rumah sakit, sebesar Rp 250 ribu. Sementara dirinya tidak memiliki uang untuk membayar dan waktu untuk menjaga bayi selama di rumah sakit.Kendati begitu, Cekik terpaksa merogoh koceknya sebesar Rp 1 juta untuk membayar biaya administrasi rumah sakit. Karena sang istri sudah menumpang melahirkan di pispot rumah sakit.Cekik merupakan warga Jalan KH Hasyim Ashari, Gang H Pendek, No 14, Rt 07/05, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.Sehari-hari, Cekik menghidupi keluarganya dengan bekerja mencuci mobil. Sementara istrinya hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki penghasilan.</description><content:encoded>TANGERANG - Bayi malang seberat 600 gram atau sekira 6 ons, dengan panjang 30 centimeter dilahirkan dengan selamat di Rumah Sakit (RS) Bhakti Asih Ciledug, Kota Tangerang, Banten.Bayi yang belum diberi nama, anak ke-3 pasangan Ricki Cekik (33) dan Tuti Alawiah (28) ini, lahir pada usia 20 minggu atau sekira 4 bulan, di pispot rumah sakit saat sang ibu akan buang air kecil.&quot;Datang ke rumah sakit pukul 07.30 WIB, pukul 08.00 WIB langsung melahirkan. Lahirnya juga di pispot saat akan membuang air kecil. Tiba-tiba yang keluar bayi,&quot; ujar Cekik, bapak bayi, kepada Okezone, di rumahnya, Jumat (9/12/2011).Sebelum melahirkan, sekira pukul 03.00 WIB, sang ibu mengaku sempat mengeluhkan rasa sakit diperutnya. Dari rahimnya juga sudah mulai mengeluarkan cairan.&quot;Paginya saya bawa ke rumah sakit, melahirkannya disana. Saat bayinya keluar, dokter menaruh bayinya di kantong plastik tempat menaruh obat,&quot; terang pria yang bekerja sebagai tukang cuci mobil ini.Ditambahkan, saat tengah mengandung sang ibu juga tidak pernah tahu. Sebab, kondisi tubuhnya masih normal. Bahkan, dia masih suka mengeluarkan haid rutin.&quot;Ibunya tidak pernah tahu kalau sebenarnya dia hamil. Saat saya tanya juga, dia menjawab tidak tahu. Padahal perutnya kelihatan agak besar,&quot; tambahnya.Baru 2 minggu sebelum melahirkan, sang ibu baru yakin jika dirinya tengah mengandung. Hal itu berkat dukun beranak yang datang memijatnya dan mengatakan ada janin di dalam perutnya.&quot;Saya baru tahu kalau dia sedang mengandung setelah dipijat oleh dukun beranak, 2 minggu sebelum melahirkan,&quot; jelasnya. Cekik berharap, anaknya dapat selamat dan bisa tumbuh besar seperti anak-anak yang lahir normal. Namun, dokter rumah sakit seakan tidak setuju dengan mimpi keluarga kurang mampu ini.&quot;Dokter bilang harapan hidupnya hanya 5-10 persen. Makanya, mereka tidak mau merawatnya,&quot; terangnya.Bahkan, sang dokter juga sempat menyuruh pasangan suami-istri itu segera pulang ke rumah dengan membawa bayinya. Karena selain dianggap percuma, pasien kurang mampu itu juga tidak memiliki uang.&quot;Saya berharap perkiraan dokter meleset. Jika dibiarkan hidup panjang, saya berjanji akan merawatnya dengan baik,&quot; tambahnya.Biaya menginap permalam di rumah sakit, sebesar Rp 250 ribu. Sementara dirinya tidak memiliki uang untuk membayar dan waktu untuk menjaga bayi selama di rumah sakit.Kendati begitu, Cekik terpaksa merogoh koceknya sebesar Rp 1 juta untuk membayar biaya administrasi rumah sakit. Karena sang istri sudah menumpang melahirkan di pispot rumah sakit.Cekik merupakan warga Jalan KH Hasyim Ashari, Gang H Pendek, No 14, Rt 07/05, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.Sehari-hari, Cekik menghidupi keluarganya dengan bekerja mencuci mobil. Sementara istrinya hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki penghasilan.</content:encoded></item></channel></rss>
