<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tetapkan Tersangka Jembatan Kukar, Polisi Hindari Intervensi</title><description>Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar sependapat dengan Kepolisian  dalam menetapkan tersangka penyebab robohnya jembatan Kukar, dengan  penuh hati-hati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/10/337/540512/tetapkan-tersangka-jembatan-kukar-polisi-hindari-intervensi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/10/337/540512/tetapkan-tersangka-jembatan-kukar-polisi-hindari-intervensi"/><item><title>Tetapkan Tersangka Jembatan Kukar, Polisi Hindari Intervensi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/10/337/540512/tetapkan-tersangka-jembatan-kukar-polisi-hindari-intervensi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/10/337/540512/tetapkan-tersangka-jembatan-kukar-polisi-hindari-intervensi</guid><pubDate>Sabtu 10 Desember 2011 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/10/337/540512/7Z24OSA4hw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">jembatan Kuta Kartanegara roboh (dok:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/10/337/540512/7Z24OSA4hw.jpg</image><title>jembatan Kuta Kartanegara roboh (dok:okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sejauh ini polisi sudah memeriksa 41 saksi termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar untuk mengetahui proses pembuatan jembatan. Namun, polisi belum menetapkan satu tersangka pun.Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar sependapat dengan Kepolisian dalam menetapkan tersangka penyebab robohnya jembatan Kukar, dengan penuh hati-hati.Upaya polisi mencari alternatif dalam rangka penyelidikan kasus dengan melibatkan ahli dan pakar, juga dianggap Bambang sudah tepat.Dengan demikian, melalui penelitian ahli itu, akan diketahui apakah robohnya jembatan Kukar disebabkan karena kelalaian manusia atau hal lain.&amp;ldquo;Hasil itu akan kita tunggu dan mudah-mudahan polisi tidak terganggu&amp;nbsp; dengan intervensi pihak manapun dan kepentingan politik apapun dalam menetapkan siapa bersalah dan siapa bertanggungjawab,&amp;rdquo; kata Bambang kepada okezone, Sabtu (10/12/2011).Bambang berharap, kasus Kukar tidak seperti lumpur Lapindo. Sudah ada hasil dari penyelidikan ahli dan polisi, tetapi justru tidak ada kejelasan.&amp;ldquo;Lama sedikit tidak masalah, ini perlu waktu, karena memang harus hati-hati. Asalkan, bila sudah ada titik terang siapapun yang bersalah langsung ditindak. Jangan menunggu ada intervensi,&amp;rdquo; jelas mantan pejabat polisi ini.Sementara, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution menjelaskan, polisi juga masih menunggu hasil kajian ahli dari Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November untuk memastikan penyebab ambrolnya jembatan.&amp;nbsp;Dari keterengan saksi itu pula, polisi akan menentukan, apakah ada faktor kelalaian dalam peristiwa tersebut.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kita masih belum bisa tentukan itu. Maka nantinya kita harapkan dari para pakar, baik dari ITB, Gama, ITS maupun pakar konstruksi lainnya, nantinya dengan melihat TKP, kondisi jembatan dan kondisi lainnya kita harapkan nanti bisa diketahui penyebabnya,&amp;rdquo; ujar Saud di Mabes Polri, Jumat (9/12/2011).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sejauh ini polisi sudah memeriksa 41 saksi termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar untuk mengetahui proses pembuatan jembatan. Namun, polisi belum menetapkan satu tersangka pun.Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar sependapat dengan Kepolisian dalam menetapkan tersangka penyebab robohnya jembatan Kukar, dengan penuh hati-hati.Upaya polisi mencari alternatif dalam rangka penyelidikan kasus dengan melibatkan ahli dan pakar, juga dianggap Bambang sudah tepat.Dengan demikian, melalui penelitian ahli itu, akan diketahui apakah robohnya jembatan Kukar disebabkan karena kelalaian manusia atau hal lain.&amp;ldquo;Hasil itu akan kita tunggu dan mudah-mudahan polisi tidak terganggu&amp;nbsp; dengan intervensi pihak manapun dan kepentingan politik apapun dalam menetapkan siapa bersalah dan siapa bertanggungjawab,&amp;rdquo; kata Bambang kepada okezone, Sabtu (10/12/2011).Bambang berharap, kasus Kukar tidak seperti lumpur Lapindo. Sudah ada hasil dari penyelidikan ahli dan polisi, tetapi justru tidak ada kejelasan.&amp;ldquo;Lama sedikit tidak masalah, ini perlu waktu, karena memang harus hati-hati. Asalkan, bila sudah ada titik terang siapapun yang bersalah langsung ditindak. Jangan menunggu ada intervensi,&amp;rdquo; jelas mantan pejabat polisi ini.Sementara, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution menjelaskan, polisi juga masih menunggu hasil kajian ahli dari Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November untuk memastikan penyebab ambrolnya jembatan.&amp;nbsp;Dari keterengan saksi itu pula, polisi akan menentukan, apakah ada faktor kelalaian dalam peristiwa tersebut.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kita masih belum bisa tentukan itu. Maka nantinya kita harapkan dari para pakar, baik dari ITB, Gama, ITS maupun pakar konstruksi lainnya, nantinya dengan melihat TKP, kondisi jembatan dan kondisi lainnya kita harapkan nanti bisa diketahui penyebabnya,&amp;rdquo; ujar Saud di Mabes Polri, Jumat (9/12/2011).</content:encoded></item></channel></rss>
