<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkopolhukam Berharap Reformasi Tak Seperti Permen</title><description>&quot;Moga-moga kebebasan kita tidak kayak permen nano-nano yang rame rasanya, ada manis, asem, asin, tetapi tidak bervitamin.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/13/339/541588/menkopolhukam-berharap-reformasi-tak-seperti-permen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/13/339/541588/menkopolhukam-berharap-reformasi-tak-seperti-permen"/><item><title>Menkopolhukam Berharap Reformasi Tak Seperti Permen</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/13/339/541588/menkopolhukam-berharap-reformasi-tak-seperti-permen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/13/339/541588/menkopolhukam-berharap-reformasi-tak-seperti-permen</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2011 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/13/339/541588/Lco0dHiXjM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/13/339/541588/Lco0dHiXjM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Djoko Suyanto mengingatkan agar kebebasan dalam kehidupan berpolitik di masa reformasi sekarang tidak seperti permen nano-nano.
&amp;nbsp;
&quot;Moga-moga kebebasan kita tidak kayak permen nano-nano yang rame rasanya, ada manis, asem, asin, tetapi tidak bervitamin,&quot; ujar Djoko kala membuka Seminar Nasional Stabilisasi di Era Demokrasi, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Djoko, di masa reformasi ini, Indonesia sedang menyusun puzzle yang sangat banyak berupa serpihan-serpihan unsur keamanan, ekonomi, politik, budaya dan lainnya. Karenanya, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk memastikan bahwa dalam penyusunan puzzle ini tidak ada yang hilang.
&amp;nbsp;
&quot;Di masa ini, orang suka lupa tentang kebebasan individu untuk berpendapat dan berserikat. Bayangkan dulu bagaimana susahnya kita berpendapat, akan dicari-cari. Sekarang rakyat sudah bebas menentukan pilihan. Kita juga lupa enaknya desentralisasi kekuasaan, di mana sekarang empat kekuasaan sudah menjalankan perannya masing-masing, eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers,&quot; lanjut dia.
&amp;nbsp;
Meskipun begitu, Djoko melanjutkan bahwa kebebasan dan kenikmatan yang selama ini dinikmatipun masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. &quot;Seperti pemberian sanksi yang pas untuk money politics, kaderisasi pimpinan daerah yang pas serta kepatuhan hukum,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Djoko Suyanto mengingatkan agar kebebasan dalam kehidupan berpolitik di masa reformasi sekarang tidak seperti permen nano-nano.
&amp;nbsp;
&quot;Moga-moga kebebasan kita tidak kayak permen nano-nano yang rame rasanya, ada manis, asem, asin, tetapi tidak bervitamin,&quot; ujar Djoko kala membuka Seminar Nasional Stabilisasi di Era Demokrasi, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Djoko, di masa reformasi ini, Indonesia sedang menyusun puzzle yang sangat banyak berupa serpihan-serpihan unsur keamanan, ekonomi, politik, budaya dan lainnya. Karenanya, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk memastikan bahwa dalam penyusunan puzzle ini tidak ada yang hilang.
&amp;nbsp;
&quot;Di masa ini, orang suka lupa tentang kebebasan individu untuk berpendapat dan berserikat. Bayangkan dulu bagaimana susahnya kita berpendapat, akan dicari-cari. Sekarang rakyat sudah bebas menentukan pilihan. Kita juga lupa enaknya desentralisasi kekuasaan, di mana sekarang empat kekuasaan sudah menjalankan perannya masing-masing, eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers,&quot; lanjut dia.
&amp;nbsp;
Meskipun begitu, Djoko melanjutkan bahwa kebebasan dan kenikmatan yang selama ini dinikmatipun masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. &quot;Seperti pemberian sanksi yang pas untuk money politics, kaderisasi pimpinan daerah yang pas serta kepatuhan hukum,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
