<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Peringati Pembantaian Ratusan Pemuda oleh Jepang</title><description>Jika Karawang dikenal dengan pembantaian di Rawagede, di Tebingtinggi pembantaian ratusan pemuda juga terjadi di Titi Gantung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/13/340/541778/warga-peringati-pembantaian-ratusan-pemuda-oleh-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/13/340/541778/warga-peringati-pembantaian-ratusan-pemuda-oleh-jepang"/><item><title>Warga Peringati Pembantaian Ratusan Pemuda oleh Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/13/340/541778/warga-peringati-pembantaian-ratusan-pemuda-oleh-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/13/340/541778/warga-peringati-pembantaian-ratusan-pemuda-oleh-jepang</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2011 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Abdullah Sani Hasibuan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TEBINGTINGGI - Tanggal 13 Desember 1945 tak akan pernah dilupakan warga Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Pasalnya di hari tersebut, ratusan pejuang dan ribuan warga tewas dibantai tentara Jepang.Untuk mengenang para pejuang, Selasa (13/12/2011) pagi, Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar peringatan tragedi berdarah itu.Peringatan dimulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kota Tebingtinggi di Jalan Taman Bahagia. Di lokasi ini, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dan unsur muspida melakukan tabur bunga.Selanjutnya, rombongan berziarah di pemakaman Kota Usang atau tepatnya di Titi Gantung, lokasi pembantian warga.Melalui peringatan ini, wali kota berharap para generasi penerus di Tebingtinggi tidak akan lupa dengan jasa para pejuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.Peringatan Wali Kota bersama Ketua DPD KNPI Tebingtinggi, Khaidir Amri, menandatangani prasasti di perkuburan bawah Bandar Kajum.Peristiwa pembantaian di Tebingtinggi terjadi setelah Jepang mengingkari gencatan senjata pada 13 Desember 1945 sore hari sekira pukul 14.30 WIB.Saat itu wakil Pemerintah RI wilayah Siantar Tuan Raja Purba datang ke Tebingtinggi untuk membicarakan kekosongan pemerintahan. Pengingkaran gencatan senjata ditandai dengan pembantaian terhadap para pemuda pejuang.Tentara Jepang juga menangkapi para pemuda pejuang termasuk Raden Mas Deblod Sundoro. Dia diculik dan dibunuh di pinggir Sungai Bahilang.Mendengar pembunuhan itu, para pemuda pejuang dari Pematangsiantar, Sei Berong, Sei Rampah, dan Dolok Masihul, datang untuk memberikan bantuan.Namun bantuan yang datang dari Dolok Masihul dihadang tentara Jepang sebelum masuk Kota Tebingtinggi, tepatnya di Titi Gantung. Dalam pertempuran itu ratusan pemuda pejuang tewas dan dihanyutkan ke sungai.Peringatan 13 Desember selalu digelar setiap tahun untuk mengenang peristiwa memilukan itu.</description><content:encoded>TEBINGTINGGI - Tanggal 13 Desember 1945 tak akan pernah dilupakan warga Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Pasalnya di hari tersebut, ratusan pejuang dan ribuan warga tewas dibantai tentara Jepang.Untuk mengenang para pejuang, Selasa (13/12/2011) pagi, Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar peringatan tragedi berdarah itu.Peringatan dimulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kota Tebingtinggi di Jalan Taman Bahagia. Di lokasi ini, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dan unsur muspida melakukan tabur bunga.Selanjutnya, rombongan berziarah di pemakaman Kota Usang atau tepatnya di Titi Gantung, lokasi pembantian warga.Melalui peringatan ini, wali kota berharap para generasi penerus di Tebingtinggi tidak akan lupa dengan jasa para pejuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.Peringatan Wali Kota bersama Ketua DPD KNPI Tebingtinggi, Khaidir Amri, menandatangani prasasti di perkuburan bawah Bandar Kajum.Peristiwa pembantaian di Tebingtinggi terjadi setelah Jepang mengingkari gencatan senjata pada 13 Desember 1945 sore hari sekira pukul 14.30 WIB.Saat itu wakil Pemerintah RI wilayah Siantar Tuan Raja Purba datang ke Tebingtinggi untuk membicarakan kekosongan pemerintahan. Pengingkaran gencatan senjata ditandai dengan pembantaian terhadap para pemuda pejuang.Tentara Jepang juga menangkapi para pemuda pejuang termasuk Raden Mas Deblod Sundoro. Dia diculik dan dibunuh di pinggir Sungai Bahilang.Mendengar pembunuhan itu, para pemuda pejuang dari Pematangsiantar, Sei Berong, Sei Rampah, dan Dolok Masihul, datang untuk memberikan bantuan.Namun bantuan yang datang dari Dolok Masihul dihadang tentara Jepang sebelum masuk Kota Tebingtinggi, tepatnya di Titi Gantung. Dalam pertempuran itu ratusan pemuda pejuang tewas dan dihanyutkan ke sungai.Peringatan 13 Desember selalu digelar setiap tahun untuk mengenang peristiwa memilukan itu.</content:encoded></item></channel></rss>
