<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satpam Penendang 'Suster Ngesot' Depresi</title><description>Semakin kaget ketika mengetahui Suster Ngesot yang ditendang adalah  perempuan. Untuk menenangkan pikiran, Sunarya memutuskan pulang ke  kampung halamannya di Garut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/17/340/543571/satpam-penendang-suster-ngesot-depresi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/17/340/543571/satpam-penendang-suster-ngesot-depresi"/><item><title>Satpam Penendang 'Suster Ngesot' Depresi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/17/340/543571/satpam-penendang-suster-ngesot-depresi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/17/340/543571/satpam-penendang-suster-ngesot-depresi</guid><pubDate>Sabtu 17 Desember 2011 02:09 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/16/340/543571/G03HZQv8yN.bmp" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/16/340/543571/G03HZQv8yN.bmp</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Satpam penendang 'Suster ngesot', Sunarya, mengalami guncangan psikologis. Dia sangat terkejut ketika tahu suster ngesot yang ditendangnya ternyata manusia.&quot;Informasi terkhir Sunarya tertekan. Seumur hidup baru lihat seperti hantu Suster Ngesot, tapi ternyata orang. Secara psikologis, dia sekarang labil,&quot; kata Konsultan Hukum Apartemen Ciumbuleuit Dindin Maulani di Bandung, Jumat (16/12/2011).Semakin kaget ketika mengetahui Suster Ngesot yang ditendang adalah perempuan. Untuk menenangkan pikiran, Sunarya memutuskan pulang ke kampung halamannya di Garut.Masih kata Dindin, reaksi Sunarya terjadi karena spontanitas. Saat itu, Sunarya tengah menjalankan tugas rutinnya untuk mengecek bagaian apartemen. &quot;Dia juga takut tapi karena tanggung jawab sebagai keamanan dia bertindak,&quot; ujarnya.Dia meyakini spontanitas Sunarya terjadi lantaran dia melihat hantu. Sunarya juga tidak pernah menyangka, ketidaksengajaannya itu berujung pada proses hukum.&amp;nbsp; Sunarya juga menyesalkan, kegiatan Mega dan kawan-kawan untuk tujuan memberi kejutan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dulu&amp;nbsp; kepada manajemen.&quot;Jadi sebenarnya ada dua korban di sini, satu Mega dan korban kedua Sunarya. Secara psikis Sunarya takut,&quot; pungkasnya.Insiden penendangan Suster Ngesot yang diperankan Mega terjadi Sabtu 10  Desember dini hari lalu di lantai 17 Apartemen Ciumbuleuit Bandung. Saat  itu, Satpam Sunarya satu lift dengan teman-teman Mega yang merencanakan  kejutan ulang tahun. Di mulut lift lantai 17, Mega sudah menunggu  dengan pakaian dan gaya hantu Suster Ngesot. Karena  ketidaktahuannya, Satpam Sunarya langsung menendang Suster Ngesot yang  diperankan Mega. Kasus ini berbuntut panjang karena pihak Mega dan  keluarga melaporkan insiden sebagai penganiayaan. Kasus ini ditangani  Polrestabes Bandung. (tri)</description><content:encoded>BANDUNG - Satpam penendang 'Suster ngesot', Sunarya, mengalami guncangan psikologis. Dia sangat terkejut ketika tahu suster ngesot yang ditendangnya ternyata manusia.&quot;Informasi terkhir Sunarya tertekan. Seumur hidup baru lihat seperti hantu Suster Ngesot, tapi ternyata orang. Secara psikologis, dia sekarang labil,&quot; kata Konsultan Hukum Apartemen Ciumbuleuit Dindin Maulani di Bandung, Jumat (16/12/2011).Semakin kaget ketika mengetahui Suster Ngesot yang ditendang adalah perempuan. Untuk menenangkan pikiran, Sunarya memutuskan pulang ke kampung halamannya di Garut.Masih kata Dindin, reaksi Sunarya terjadi karena spontanitas. Saat itu, Sunarya tengah menjalankan tugas rutinnya untuk mengecek bagaian apartemen. &quot;Dia juga takut tapi karena tanggung jawab sebagai keamanan dia bertindak,&quot; ujarnya.Dia meyakini spontanitas Sunarya terjadi lantaran dia melihat hantu. Sunarya juga tidak pernah menyangka, ketidaksengajaannya itu berujung pada proses hukum.&amp;nbsp; Sunarya juga menyesalkan, kegiatan Mega dan kawan-kawan untuk tujuan memberi kejutan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dulu&amp;nbsp; kepada manajemen.&quot;Jadi sebenarnya ada dua korban di sini, satu Mega dan korban kedua Sunarya. Secara psikis Sunarya takut,&quot; pungkasnya.Insiden penendangan Suster Ngesot yang diperankan Mega terjadi Sabtu 10  Desember dini hari lalu di lantai 17 Apartemen Ciumbuleuit Bandung. Saat  itu, Satpam Sunarya satu lift dengan teman-teman Mega yang merencanakan  kejutan ulang tahun. Di mulut lift lantai 17, Mega sudah menunggu  dengan pakaian dan gaya hantu Suster Ngesot. Karena  ketidaktahuannya, Satpam Sunarya langsung menendang Suster Ngesot yang  diperankan Mega. Kasus ini berbuntut panjang karena pihak Mega dan  keluarga melaporkan insiden sebagai penganiayaan. Kasus ini ditangani  Polrestabes Bandung. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
