<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Merasa Kalah karena Yunus Tak Terpilih</title><description>Partai Demokrat mengapresiasi terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demokrat mengaku juga memilih Abraham dan Bambang Widjojanto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/18/339/543974/demokrat-merasa-kalah-karena-yunus-tak-terpilih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/18/339/543974/demokrat-merasa-kalah-karena-yunus-tak-terpilih"/><item><title>Demokrat Merasa Kalah karena Yunus Tak Terpilih</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/18/339/543974/demokrat-merasa-kalah-karena-yunus-tak-terpilih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/18/339/543974/demokrat-merasa-kalah-karena-yunus-tak-terpilih</guid><pubDate>Minggu 18 Desember 2011 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/18/339/543974/MFgDIgSytq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yunus Husein (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/18/339/543974/MFgDIgSytq.jpg</image><title>Yunus Husein (dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Demokrat mengapresiasi terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demokrat mengaku juga memilih Abraham dan Bambang Widjojanto.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Bambang dan Abraham 9 fraksi pilih dia. Tetapi ada fraksi yang klaim jika Bambang dan Abraham menang karena fraksinya. Kodok pun tertawa dengar itu,&amp;rdquo; ujar Ruhut dalam sebuah diskusi di Jakarta yang disambut tawa hadirin, Minggu (18/12/2011).
&amp;nbsp;
Ruhut mengakui, partainya hanya kalah ketika bekas Kepala PPATK Yunus Husein gagal terpilih. Yunus tak terpilih setelah beberapa politikus menilainya terlalu dekat dengan pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami cuma kalah karena Yunus enggak jadi itu saja,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Ruhut menjelaskan, alasan Demokrat menggadang nama Yunus Husein sebagai calon pimpinan KPK antara lain karena Yunus mengerti aliran dana hasil korupsi. &amp;ldquo;Kami kalah perjuangkan Yunus karena yang lain (fraksi) ketakutan. Kalau Yunus terpilih banyak (koruptor) tertangkap. Inilah makanya Satgas Mafia Hukum harus diperpanjang,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Ruhut pun menyinggung soal penanganan kasus skandal bailout Century yang kerap menjadi bahan kritik terhadap pemerintah SBY-Boediono. &quot;Ini Century kami disandera, dizalimi, makin cinta rakyat kepada kami,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Demokrat mengapresiasi terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demokrat mengaku juga memilih Abraham dan Bambang Widjojanto.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Bambang dan Abraham 9 fraksi pilih dia. Tetapi ada fraksi yang klaim jika Bambang dan Abraham menang karena fraksinya. Kodok pun tertawa dengar itu,&amp;rdquo; ujar Ruhut dalam sebuah diskusi di Jakarta yang disambut tawa hadirin, Minggu (18/12/2011).
&amp;nbsp;
Ruhut mengakui, partainya hanya kalah ketika bekas Kepala PPATK Yunus Husein gagal terpilih. Yunus tak terpilih setelah beberapa politikus menilainya terlalu dekat dengan pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami cuma kalah karena Yunus enggak jadi itu saja,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Ruhut menjelaskan, alasan Demokrat menggadang nama Yunus Husein sebagai calon pimpinan KPK antara lain karena Yunus mengerti aliran dana hasil korupsi. &amp;ldquo;Kami kalah perjuangkan Yunus karena yang lain (fraksi) ketakutan. Kalau Yunus terpilih banyak (koruptor) tertangkap. Inilah makanya Satgas Mafia Hukum harus diperpanjang,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Ruhut pun menyinggung soal penanganan kasus skandal bailout Century yang kerap menjadi bahan kritik terhadap pemerintah SBY-Boediono. &quot;Ini Century kami disandera, dizalimi, makin cinta rakyat kepada kami,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
