<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY: Peran Aktivis Perempuan Sangat Diperlukan</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sepakat jika  organisasi-organisasi yang dulu aktif di masa Orde Baru (Orba)  dihilangkan. Bahkan menurut dia, fungsi organisasi tersebut takkan  lekang dimakan zaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/22/337/545895/sby-peran-aktivis-perempuan-sangat-diperlukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/22/337/545895/sby-peran-aktivis-perempuan-sangat-diperlukan"/><item><title>SBY: Peran Aktivis Perempuan Sangat Diperlukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/22/337/545895/sby-peran-aktivis-perempuan-sangat-diperlukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/22/337/545895/sby-peran-aktivis-perempuan-sangat-diperlukan</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2011 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/22/337/545895/YlFgvTegRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/22/337/545895/YlFgvTegRq.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</title></images><description>JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sepakat jika organisasi-organisasi yang dulu aktif di masa Orde Baru (Orba) dihilangkan. Bahkan menurut dia, fungsi organisasi tersebut takkan lekang dimakan zaman.&amp;ldquo;Sebagaimana ketidaksetujuan saya kalau ada yang mengatakan apa yang dilakukan LSM perempuan dan aktivis perempuan itu tidak diperlukan,&amp;rdquo; kata SBY di Balai Kartini, jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2011).&amp;nbsp;Pada awal abad ke 20, ketika dunia baru saja mengalami revolusi industri dan berkembang ekonomi di berbagai negara termasuk manufaktur waktu itu, ada keresahan kaum perempuan dan kemudian berjuang untuk memperbaiki kondisi kehidupan para pekerja yang konon dianggap kurang pada perkembangan ekonomi pasca revolusi industri pada waktu itu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tentu saja,perjuangan itu terus berkembang dalam bentuknya yang luas. Di negeri kita sendiri kita mencatat, di samping perjuangan untuk kemerdekaan, perjuangan kaum perempuan di negeri kita juga pada perbaikan nasib dan kondisi kehidupan kaum perempuan di Indonesia,&quot; tegasnya.&quot;Bahkan dalam era pembangunan, perjuangan kaum perempuan juga mencakup perbaikan kondisi kehidupan masyarakat dan bangsa kita, dengan memahami akar dan proses sejarah dari pergerakan kaum perempuan baik di tingkat dunia maupun di negeri kita sendiri, saya berpendapat bahwa pergerakan dan partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan bangsa masih tetap relevan, masih tetap diperlukan,&amp;rdquo;paparnya.&amp;nbsp;SBY juga mengatakan, tidak ada organisasi kewanitaan yang nyaris lengkap. &quot;Pandangan saya adalah tanpa diskriminasi, semua penting dan harus berperan dan kita undang untuk melanjutkan perannya,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Organisasi-organisasi kewanitaan yang dari dulu sudah ada dan era kini berkembang lagi, munculnya banyak lembaga-lembaga swadaya, maupun aktivis perempuan. Saya mengikuti, saya kira rakyat Indonesia mengetahui bahwa kaum perempuan Indonesia tahun-tahun terakhir ini melakukan berbagai aktivitas yang positif,&quot; tambahnya.Pria kelahiran Pacitan ini mencontohkan gerakan tanam dan pelihara pohon untuk kelestarian lingkungan, kegiatan untuk membantu pendidikan, kesehatan dan sosial bagi yang memerlukan dan bagi yang selama ini kurang terjangkau, penggerakan usaha mikro dan usaha kecil bagi kaum perempuan sedikit dari pentingnya peran perempuan. (tri)</description><content:encoded>JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sepakat jika organisasi-organisasi yang dulu aktif di masa Orde Baru (Orba) dihilangkan. Bahkan menurut dia, fungsi organisasi tersebut takkan lekang dimakan zaman.&amp;ldquo;Sebagaimana ketidaksetujuan saya kalau ada yang mengatakan apa yang dilakukan LSM perempuan dan aktivis perempuan itu tidak diperlukan,&amp;rdquo; kata SBY di Balai Kartini, jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2011).&amp;nbsp;Pada awal abad ke 20, ketika dunia baru saja mengalami revolusi industri dan berkembang ekonomi di berbagai negara termasuk manufaktur waktu itu, ada keresahan kaum perempuan dan kemudian berjuang untuk memperbaiki kondisi kehidupan para pekerja yang konon dianggap kurang pada perkembangan ekonomi pasca revolusi industri pada waktu itu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tentu saja,perjuangan itu terus berkembang dalam bentuknya yang luas. Di negeri kita sendiri kita mencatat, di samping perjuangan untuk kemerdekaan, perjuangan kaum perempuan di negeri kita juga pada perbaikan nasib dan kondisi kehidupan kaum perempuan di Indonesia,&quot; tegasnya.&quot;Bahkan dalam era pembangunan, perjuangan kaum perempuan juga mencakup perbaikan kondisi kehidupan masyarakat dan bangsa kita, dengan memahami akar dan proses sejarah dari pergerakan kaum perempuan baik di tingkat dunia maupun di negeri kita sendiri, saya berpendapat bahwa pergerakan dan partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan bangsa masih tetap relevan, masih tetap diperlukan,&amp;rdquo;paparnya.&amp;nbsp;SBY juga mengatakan, tidak ada organisasi kewanitaan yang nyaris lengkap. &quot;Pandangan saya adalah tanpa diskriminasi, semua penting dan harus berperan dan kita undang untuk melanjutkan perannya,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Organisasi-organisasi kewanitaan yang dari dulu sudah ada dan era kini berkembang lagi, munculnya banyak lembaga-lembaga swadaya, maupun aktivis perempuan. Saya mengikuti, saya kira rakyat Indonesia mengetahui bahwa kaum perempuan Indonesia tahun-tahun terakhir ini melakukan berbagai aktivitas yang positif,&quot; tambahnya.Pria kelahiran Pacitan ini mencontohkan gerakan tanam dan pelihara pohon untuk kelestarian lingkungan, kegiatan untuk membantu pendidikan, kesehatan dan sosial bagi yang memerlukan dan bagi yang selama ini kurang terjangkau, penggerakan usaha mikro dan usaha kecil bagi kaum perempuan sedikit dari pentingnya peran perempuan. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
