<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dilecehkan, Puluhan Wartawan Demo Panwaslu Pekanbaru</title><description>Puluhan wartawan Pekanbaru, Riau, melakukan aksi demonstrasi menyusul  sikap anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diduga melecehkan  Ahmad S Udi saat liputan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/22/340/546088/dilecehkan-puluhan-wartawan-demo-panwaslu-pekanbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/22/340/546088/dilecehkan-puluhan-wartawan-demo-panwaslu-pekanbaru"/><item><title>Dilecehkan, Puluhan Wartawan Demo Panwaslu Pekanbaru</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/22/340/546088/dilecehkan-puluhan-wartawan-demo-panwaslu-pekanbaru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/22/340/546088/dilecehkan-puluhan-wartawan-demo-panwaslu-pekanbaru</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2011 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/22/340/546088/5TmKncd9vc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/22/340/546088/5TmKncd9vc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>PEKANBARU - Puluhan wartawan Pekanbaru, Riau, melakukan aksi demonstrasi menyusul sikap anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diduga melecehkan Ahmad S Udi saat liputan.
&amp;nbsp;
Aksi solidaritas wartawan dari media online, televisi dan surat kabar ini dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Panwaslu Pekanbaru di Jalan Tamrin. Anggota Panwaslu&amp;nbsp; yang melecehkan wartawan adalah Dendy Gustiawan.
&amp;nbsp;
Dalam orasinya para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat)&amp;nbsp; meminta agar Ketua Panwaslu mencopot pelaku yakni Dendy Gustiawan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak terima atas perlakukan Dendy yang menghina dan menyebut kata kotor (menyebut alat vital) pada rekan kita saat diwawancarai. Ini penghinaan atas profesi wartawan. Dia harus dicopot,&quot; kata Sekertaris Sowat, Bagus Himawan kepada okezone Kamis (22/12/2012).
&amp;nbsp;
Sementara itu Ahmad S Udi menyatakan bahwa penghinaan itu terjadi kemarin saat dirinya mewancarai Dendy melalui telepon. Menurut Ahmad yang juga salah satu pemimpin redaksi online Pekanbaru ini saat diwancarai Ahmad S Udi mengamuk dan melontarkan kata-kata kotor. Yakni menyebut alat vital untuk Ahmad.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya juga sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru. Dengan UU pers,&quot; kata pria berjenggot lebat ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><content:encoded>PEKANBARU - Puluhan wartawan Pekanbaru, Riau, melakukan aksi demonstrasi menyusul sikap anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diduga melecehkan Ahmad S Udi saat liputan.
&amp;nbsp;
Aksi solidaritas wartawan dari media online, televisi dan surat kabar ini dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Panwaslu Pekanbaru di Jalan Tamrin. Anggota Panwaslu&amp;nbsp; yang melecehkan wartawan adalah Dendy Gustiawan.
&amp;nbsp;
Dalam orasinya para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat)&amp;nbsp; meminta agar Ketua Panwaslu mencopot pelaku yakni Dendy Gustiawan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak terima atas perlakukan Dendy yang menghina dan menyebut kata kotor (menyebut alat vital) pada rekan kita saat diwawancarai. Ini penghinaan atas profesi wartawan. Dia harus dicopot,&quot; kata Sekertaris Sowat, Bagus Himawan kepada okezone Kamis (22/12/2012).
&amp;nbsp;
Sementara itu Ahmad S Udi menyatakan bahwa penghinaan itu terjadi kemarin saat dirinya mewancarai Dendy melalui telepon. Menurut Ahmad yang juga salah satu pemimpin redaksi online Pekanbaru ini saat diwancarai Ahmad S Udi mengamuk dan melontarkan kata-kata kotor. Yakni menyebut alat vital untuk Ahmad.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya juga sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru. Dengan UU pers,&quot; kata pria berjenggot lebat ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
