<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Korban Pemerkosaan dalam Angkot Belum Bisa Berjualan</title><description>Meski demikian, pedagang sayur beranak dua itu masih mengalami trauma  atas peristiwa yang dialaminya di angkutan kota (angkot) M26 beberapa  waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/338/546172/rs-korban-pemerkosaan-dalam-angkot-belum-bisa-berjualan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/23/338/546172/rs-korban-pemerkosaan-dalam-angkot-belum-bisa-berjualan"/><item><title>RS Korban Pemerkosaan dalam Angkot Belum Bisa Berjualan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/338/546172/rs-korban-pemerkosaan-dalam-angkot-belum-bisa-berjualan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/23/338/546172/rs-korban-pemerkosaan-dalam-angkot-belum-bisa-berjualan</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2011 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/23/338/546172/T33jXJaAQQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/23/338/546172/T33jXJaAQQ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Dua pekan dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, RS warga Jalan Raden Saleh RT 006/06 Sukmajaya, Depok, yang menjadi korban pemerkosaan didalam mobil angkutan kota (angkot) sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Meski demikian, pedagang sayur beranak dua itu masih mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya di angkot M26 beberapa waktu lalu.RS menuturkan saat ini kondisinya masih dalam tahap pemulihan. Ia pun masih merasa nyeri pascaoperasi organ vital.Paman RS, Joy mengatakan, semenjak keponakannya terkena musibah tersebut, warung yang digunakan untuk berdagang sayur&amp;ndash;mayur tutup sementara. Hal itu membuat keluarga RS merugi dan membuat mereka kehilangan pendapatan serta mata pencaharian.&amp;ldquo;Benar&amp;ndash;benar makan sehari&amp;ndash;hari dari dagang sayur,&amp;rdquo; jelas Joy kepada wartawan, Kamis (22/12/11) kemarin.Namun, hal itu tentu tak menyurutkan semangat keluarga RS. Sejak dua hari yang lalu, warung itu dijalankan oleh adik RS bernama Sri Rohayati. Sedangkan suami RS, Hary bertugas membeli sayur&amp;ndash;mayur di Pasar Kemirimuka.&quot;Kami juga terbantu saat di rumah sakit biayanya ditanggung Pemkot Depok. Lalu banyak pengunjung yang jenguk memberikan bantuan. Sementara ini uang yang diberikan pengunjung itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Dua pekan dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, RS warga Jalan Raden Saleh RT 006/06 Sukmajaya, Depok, yang menjadi korban pemerkosaan didalam mobil angkutan kota (angkot) sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Meski demikian, pedagang sayur beranak dua itu masih mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya di angkot M26 beberapa waktu lalu.RS menuturkan saat ini kondisinya masih dalam tahap pemulihan. Ia pun masih merasa nyeri pascaoperasi organ vital.Paman RS, Joy mengatakan, semenjak keponakannya terkena musibah tersebut, warung yang digunakan untuk berdagang sayur&amp;ndash;mayur tutup sementara. Hal itu membuat keluarga RS merugi dan membuat mereka kehilangan pendapatan serta mata pencaharian.&amp;ldquo;Benar&amp;ndash;benar makan sehari&amp;ndash;hari dari dagang sayur,&amp;rdquo; jelas Joy kepada wartawan, Kamis (22/12/11) kemarin.Namun, hal itu tentu tak menyurutkan semangat keluarga RS. Sejak dua hari yang lalu, warung itu dijalankan oleh adik RS bernama Sri Rohayati. Sedangkan suami RS, Hary bertugas membeli sayur&amp;ndash;mayur di Pasar Kemirimuka.&quot;Kami juga terbantu saat di rumah sakit biayanya ditanggung Pemkot Depok. Lalu banyak pengunjung yang jenguk memberikan bantuan. Sementara ini uang yang diberikan pengunjung itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
