<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyalur Tenaga Kerja Bodong Tipu Puluhan Orang</title><description>Seorang pria yang mengaku penyalur tenaga kerja ke luar negeri, ditangkap dan diserahkan ke Polsek Jatinegara oleh para calon tenaga kerjanya karena telah menipu mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/339/546404/penyalur-tenaga-kerja-bodong-tipu-puluhan-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/23/339/546404/penyalur-tenaga-kerja-bodong-tipu-puluhan-orang"/><item><title>Penyalur Tenaga Kerja Bodong Tipu Puluhan Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/339/546404/penyalur-tenaga-kerja-bodong-tipu-puluhan-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/23/339/546404/penyalur-tenaga-kerja-bodong-tipu-puluhan-orang</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2011 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/23/339/546404/iaEMXDpfKi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/23/339/546404/iaEMXDpfKi.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Seorang pria yang mengaku penyalur tenaga kerja ke luar negeri, ditangkap dan diserahkan ke Polsek Jatinegara oleh para calon tenaga kerjanya karena telah menipu mereka.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Pelaku yang diketahui bernama Heri Doni Setiawan, (39), warga Jalan Danau Toba, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, berhasil menipu sekitar 30 orang yang diiming-imingi akan bekerja di sebuah restoran Eropa di Vancouver, Kanada.
&amp;nbsp;
Salah seorang korban Jaya Jaelani, (30), warga Indramayu, Jawa Barat, menuturkan kejadian bermula ketika dirinya mengenal pelaku dari kakak iparnya lima bulan lalu. Jaya ditawari bekerja di Kanada pada sebuah restoran dengan gaji sebesar Rp20 juta per bulan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia menawari saya dan teman-teman di Indramayu,&amp;rdquo; ujar Jaya, kepada wartawan, di Mapolres Jatinegara, Jumat (23/12/2011).
&amp;nbsp;
Heri kemudian meminta uang kepada Jaya dan teman-temannya sebesar Rp5 sampai Rp8 juta, yang akan digunakan untuk membuat dokumen keimigrasian. &amp;ldquo;Kami memberikan uang tidak sama, ada yang lima juta bahkan delapan juta, yang katanya buat paspor dan visa,&amp;rdquo; terang Jaya.
&amp;nbsp;
Setelah para korban menyerahkan uang, Heri hanya berjanji akan segera memberangkatkan mereka ke Kanada, pada Agustus 2011 lalu. &quot;Namun setelah lewat bulan (Agustus) kami tak kunjung diberangkatkan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Jaya menceritakan, saat ditanyakan perihal kapan dirinya bersama temannya bisa berangkat, Heri hanya berjanji-janji saja tanpa bisa memastikan keberangkatannya. &amp;ldquo;Nomor teleponnya kadang aktif, kadang tidak, saya jadi kesal,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;
Merasa kesal, Jaya bersama temannya akhirnya datang ke Jakarta untuk menanyakan perihal keberangkatan mereka ke Heri. Mereka kemudian bertemu di Hotel Rio, Jatinegara Timur, untuk meminta paspor yang berada di tangan Heri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ngakunya paspor ada di rumahnya,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Para korban lantas mengikuti Heri ke rumahnya, namun saat di tengah jalan, Heri melompat dari ojek yang ditumpanginya dan mencoba kabur. &amp;ldquo;Kami berhasil menangkapnya dan menyerahkannya ke polisi,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Saat ditanyakan kemana larinya uang para korban, Heri mengatakan sudah habis untuk kebutuhan hidupnya dan istrinya. &amp;ldquo;Sebagian buat kepengurusan paspor dan visa,&amp;rdquo; sanggahnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pria yang mengaku penyalur tenaga kerja ke luar negeri, ditangkap dan diserahkan ke Polsek Jatinegara oleh para calon tenaga kerjanya karena telah menipu mereka.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Pelaku yang diketahui bernama Heri Doni Setiawan, (39), warga Jalan Danau Toba, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, berhasil menipu sekitar 30 orang yang diiming-imingi akan bekerja di sebuah restoran Eropa di Vancouver, Kanada.
&amp;nbsp;
Salah seorang korban Jaya Jaelani, (30), warga Indramayu, Jawa Barat, menuturkan kejadian bermula ketika dirinya mengenal pelaku dari kakak iparnya lima bulan lalu. Jaya ditawari bekerja di Kanada pada sebuah restoran dengan gaji sebesar Rp20 juta per bulan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia menawari saya dan teman-teman di Indramayu,&amp;rdquo; ujar Jaya, kepada wartawan, di Mapolres Jatinegara, Jumat (23/12/2011).
&amp;nbsp;
Heri kemudian meminta uang kepada Jaya dan teman-temannya sebesar Rp5 sampai Rp8 juta, yang akan digunakan untuk membuat dokumen keimigrasian. &amp;ldquo;Kami memberikan uang tidak sama, ada yang lima juta bahkan delapan juta, yang katanya buat paspor dan visa,&amp;rdquo; terang Jaya.
&amp;nbsp;
Setelah para korban menyerahkan uang, Heri hanya berjanji akan segera memberangkatkan mereka ke Kanada, pada Agustus 2011 lalu. &quot;Namun setelah lewat bulan (Agustus) kami tak kunjung diberangkatkan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Jaya menceritakan, saat ditanyakan perihal kapan dirinya bersama temannya bisa berangkat, Heri hanya berjanji-janji saja tanpa bisa memastikan keberangkatannya. &amp;ldquo;Nomor teleponnya kadang aktif, kadang tidak, saya jadi kesal,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;
Merasa kesal, Jaya bersama temannya akhirnya datang ke Jakarta untuk menanyakan perihal keberangkatan mereka ke Heri. Mereka kemudian bertemu di Hotel Rio, Jatinegara Timur, untuk meminta paspor yang berada di tangan Heri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ngakunya paspor ada di rumahnya,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Para korban lantas mengikuti Heri ke rumahnya, namun saat di tengah jalan, Heri melompat dari ojek yang ditumpanginya dan mencoba kabur. &amp;ldquo;Kami berhasil menangkapnya dan menyerahkannya ke polisi,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Saat ditanyakan kemana larinya uang para korban, Heri mengatakan sudah habis untuk kebutuhan hidupnya dan istrinya. &amp;ldquo;Sebagian buat kepengurusan paspor dan visa,&amp;rdquo; sanggahnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
