<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Lebih Sulit dari Identifikasi Korban Bom Bali</title><description>Proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap yang menjadi korban  kapal tenggelam, diyakini lebih sulit dibanding mengidentifikasi korban  bom Bali I, pada 2002 silam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/340/546558/polisi-lebih-sulit-dari-identifikasi-korban-bom-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/23/340/546558/polisi-lebih-sulit-dari-identifikasi-korban-bom-bali"/><item><title>Polisi: Lebih Sulit dari Identifikasi Korban Bom Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/23/340/546558/polisi-lebih-sulit-dari-identifikasi-korban-bom-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/23/340/546558/polisi-lebih-sulit-dari-identifikasi-korban-bom-bali</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2011 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/23/340/546558/BqlPSRoRaE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah imigran gelap (Foto: Amir Tejo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/23/340/546558/BqlPSRoRaE.jpg</image><title>Jenazah imigran gelap (Foto: Amir Tejo/Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap yang menjadi korban kapal tenggelam, diyakini lebih sulit dibanding mengidentifikasi korban bom Bali I pada 2002 silam.Pasalnya, data pembanding untuk proses identifikasi mayat imigran sangat minim. &quot;Hampir sama dengan korban bom Bali,&quot; ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur Kombes Pol Didi Agus Mintadi, Jumat (23/12/2011).Menurut Didi, jika dilihat dari jumlah, lebih banyak korban bom Bali. Namun dari tingkat kesulitan, proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap ini lebih sulit.&quot;Dalam korban bom Bali, data post mortem banyak di-support, sehingga memudahkan tim identifikasi. Namun dalam kasus ini, data post mortem sangat minim. Ini yang menyulitkan tim identifikasi,&quot; ujar Didi.Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur sudah mengirimkan permintaan kepada universitas-universitas di Indonesia seperti Universitas Airlanga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro untuk mengirimkan tim ahli mereka.&quot;Kita sudah mengirimkan permintaan bantuan ahli antropologi forensik dan ahli ortodonlogi untuk membantu proses identifikasi. Karena tenaga kami terbatas,&quot; ujar Didi.Dia memperkirakan jika semua data post mortem bisa disupport, maka proses identifikasi akan selesai dalam sepekan.</description><content:encoded>SURABAYA - Proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap yang menjadi korban kapal tenggelam, diyakini lebih sulit dibanding mengidentifikasi korban bom Bali I pada 2002 silam.Pasalnya, data pembanding untuk proses identifikasi mayat imigran sangat minim. &quot;Hampir sama dengan korban bom Bali,&quot; ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur Kombes Pol Didi Agus Mintadi, Jumat (23/12/2011).Menurut Didi, jika dilihat dari jumlah, lebih banyak korban bom Bali. Namun dari tingkat kesulitan, proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap ini lebih sulit.&quot;Dalam korban bom Bali, data post mortem banyak di-support, sehingga memudahkan tim identifikasi. Namun dalam kasus ini, data post mortem sangat minim. Ini yang menyulitkan tim identifikasi,&quot; ujar Didi.Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur sudah mengirimkan permintaan kepada universitas-universitas di Indonesia seperti Universitas Airlanga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro untuk mengirimkan tim ahli mereka.&quot;Kita sudah mengirimkan permintaan bantuan ahli antropologi forensik dan ahli ortodonlogi untuk membantu proses identifikasi. Karena tenaga kami terbatas,&quot; ujar Didi.Dia memperkirakan jika semua data post mortem bisa disupport, maka proses identifikasi akan selesai dalam sepekan.</content:encoded></item></channel></rss>
